Dua penerbangan haji ditunda akibat ketegangan Timur Tengah. Jemaah diinapkan di hotel, sementara proses pemulangan gelombang pertama terus berjalan.
24 Jun 2025 21:47 WIB · Pendidikan & Kebudayaan
MEKKAH, KOMPAS — Dua penerbangan yang mengangkut jemaah haji dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, terpaksa ditunda akibat meningkatnya ketegangan politik di kawasan Timur Tengah.
Salah satu penerbangan yang tertunda mengangkut sekitar 700 anggota jemaah asal Surabaya yang sedianya akan terbang menggunakan maskapai Saudi Airlines pada Selasa (24/6/2025) dini hari. Namun, keberangkatan tersebut dibatalkan sementara, dan jemaah kini diinapkan di sejumlah hotel di Jeddah.
”Tadi malam terjadi eskalasi politik di kawasan Timur Tengah yang menyebabkan beberapa penerbangan ditunda atau dibatalkan. Alhamdulillah, jemaah saat ini sudah ditempatkan di hotel-hotel di Jeddah untuk menunggu kabar selanjutnya,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, di Mekkah.
Menurut Hilman, hingga kini, pihak Saudi Airlines belum menetapkan jadwal baru karena masih mempertimbangkan rotasi pesawat. Namun, ia memastikan bahwa penerbangan berikutnya tetap dapat berjalan karena sebagian besar maskapai menggunakan rute melalui Oman yang dinilai aman.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/24/1c4388bf3128dea6c69ebb9b19678ca1-IMG_3600.jpeg)
”Dengan situasi seperti ini, semoga jemaah tetap tenang. Mereka bisa mendapatkan informasi terbaru melalui ketua kloter atau petugas sektor,” kata Hilman.
Menanggapi situasi geopolitik ini, Kementerian Agama terus menjalin koordinasi dengan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah, Kedutaan Besar RI (KBRI) di Riyadh, serta otoritas Arab Saudi, termasuk Kementerian Haji dan Umrah dan perusahaan-perusahaan layanan (syarikah) di Mekkah.
”Situasi ini harus disikapi bersama. Bukan hanya oleh misi haji Indonesia, tetapi juga oleh para penyedia layanan di Arab Saudi,” ujar Hilman.
Sementara itu, proses kepulangan jemaah gelombang pertama masih terus berlangsung. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), pada Selasa (24/6/2025) terdapat 17 kloter yang dijadwalkan kembali ke Tanah Air, dengan total 6.745 anggota jemaah dan petugas.
Pada hari yang sama, sebanyak 17 kloter juga dijadwalkan berangkat dari Mekkah menuju Madinah, dengan jumlah jemaah dan petugas yang sama, yaitu 6.745 orang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/24/4d96c92b386f4cf797debcf17ce12adf-IMG_3612.jpeg)
Hingga saat ini, lebih dari 70.000 anggota jemaah telah tiba kembali di Tanah Air, yang tergabung dalam 182 kloter. Rabu (25/6/2025) dijadwalkan sebagai hari terakhir pendorongan jemaah gelombang pertama ke Jeddah sebelum diterbangkan ke debarkasi masing-masing di Indonesia.
”Insya Allah, kami terus melakukan proses pemulangan sesuai program. Sebagian anggota jemaah melanjutkan perjalanan ke Bandara Jeddah untuk kembali ke Tanah Air, dan sebagian lagi menuju Madinah,” kata Hilman.
Selanjutnya, mulai Kamis (26/6/2025), jemaah gelombang kedua yang sebelumnya sudah berada di Madinah akan dipulangkan secara bertahap. Pemulangan terakhir jemaah ke Tanah Air dijadwalkan berlangsung pada Kamis (10/7/2025).
”Fase kepulangan ini masih cukup panjang. Kami mohon doa dari masyarakat Indonesia agar seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan dan semua jemaah dapat mengikuti program yang telah disiapkan selama di Madinah,” ujar Hilman.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/24/465099296f1b35a10239b4b06d2c4fbb-IMG_3632.jpeg)
Pantauan di sejumlah hotel di Mekkah menunjukkan bahwa proses keberangkatan ke Madinah dan Jeddah terus berlangsung. Di hotel 311, Sektor 3, wilayah Syisyah Raudhah, suasana perpisahan jemaah dan petugas berlangsung haru. Tak sedikit jemaah yang menangis dan berpelukan dengan para petugas. Pihak syarikah turut hadir untuk melepas jemaah dengan memberikan bingkisan berupa sajadah, Al Quran, dan kurma.
”Alhamdulillah, selama menjalankan ibadah di Mekkah, semua berjalan lancar. Bahkan, jemaah tertua pun tetap sehat,” kata Kepala Sektor 3 Mekkah Ikbal Ismail.
Hal serupa juga tampak di hotel 217, Sektor 2 Syisyah. Di hotel ini, jemaah diberangkatkan secara bertahap ke Madinah. Saat ini, hanya tersisa jemaah asal Embarkasi Ujungpandang (Makassar), yang merupakan bagian dari gelombang kedua.
”Alhamdulillah, selama di Mekkah”, semuanya lancar. Hari ini kami akan berangkat ke Madinah. Semoga semua proses di sana juga berjalan lancar hingga kembali ke Tanah Air,” kata Iskandar, anggota jemaah asal Solo.
Penulis:
Reny Sri AyuEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto