Organisasi Meteorologi Dunia menyebut gelombang panas yang terjadi di Eropa saat ini datang terlalu cepat karena biasanya terjadi pada akhir Juli atau awal Agustus.
08 Jul 2025 09:00 WIB · Lingkungan
Seorang wisatawan muda berpakaian terbuka berdiri di atas Bukit Filopappou, Yunani, Senin (7/7/2025). Cuaca yang cukup terik membuatnya harus berlindung di bawah payung merah muda yang ia bawa. Cuaca siang itu yang mencapai 40 derajat celsius tidak menyurutkan niatnya untuk menikmati keindahan kota Athena dari tempat tersebut.
Selain di Yunani, gelombang panas ekstrem juga menerjang sejumlah negara di Eropa, seperti Perancis, Inggris, Lituania, Polandia, Ukraina, Turki, dan Italia, beberapa waktu belakangan ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/07/817414e17a9f8527938603fa8fd6673b-000_64V94ZQ.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/07/954bee55a4d5a8bb56ce754cf4b24f2e-AP25185207862546.jpg)
Organisasi Meteorologi Dunia menyebut gelombang panas yang terjadi di Eropa saat ini datang terlalu cepat karena biasanya terjadi pada akhir Juli atau awal Agustus. Fenomena ini dianggap tidak lazim oleh para ahli karena biasanya terjadi pada puncak musim panas, bukan awal Juli.
Copernicus Climate Change Service Uni Eropa mencatat bahwa wilayah Eropa mengalami pemanasan dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global. Hal ini menjadikannya sebagai kawasan dengan laju pemanasan tercepat di dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/07/8881445c9a78a43c8e2e78fdc08ed752-AP25185651416897.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/07/a8208d1c2ca3c6bb4196055ea919b4d8-AP25183667687385.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/07/d685632c901ec0c2b628c6178309dc1b-000_64X939E.jpg)
Para pengamat menyampaikan, perubahan iklim itu akibat ulah manusia. Emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil membuat gelombang panas lebih intens dan semakin sering terjadi dengan skala yang lebih luas. Bahkan, tahun ini gelombang panas ekstrem terjadi di luar periode normal.
Perubahan iklim semakin intens terjadi. Cuaca di satu belahan bumi bisa b membuat satu belahan dunia panas sedangkan satu belahan dunia lain diterjang hujan deras yang menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Penulis:
Totok WijayantoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul