Aksi unjuk rasa pensiunan yang didukung suporter sepak bola di Argentina menolak pengurangan hak-hak pensiunan.
14 Mar 2025 04:04 WIB · Foto
Ada yang tidak biasa di kerumunan pengunjuk rasa di pusat kota Buenos Aires, Argentina, hari-hari ini. Ribuan penggemar klub sepak bola Boca Juniors, River Plate, dan tim-tim divisi pertama serta kedua lainnya bergabung dengan kelompok pensiunan yang berunjuk rasa setiap minggu untuk menentang pemotongan dana pensiun dan tunjangan pensiun.
Awalnya, hanya para pensiunan yang melakukan unjuk rasa menentang penghematan anggaran yang dilakukan Pemerintah Argentina di bawah kepemimpinan Presiden Javier Milei.
Mereka telah rutin menyerukan keberatan ini bertahun-tahun setiap hari Rabu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/13/ce703c56-9d42-496c-b02c-6a121d0f792e_jpg.jpg)
Milei, yang mulai menjabat pada Desember 2023, memulai reformasi radikal. Ribuan pegawai negeri dipecat dan program-program sosial dipangkas secara massal. Langkah-langjan ini ditempuh untuk menekan angka inflasi yang mencapai puncaknya di angka 211 persen pada 2023.
Para pensiunan adalah mereka yang paling terdampak dengan kebijakan ini.
Awal bergabungnya para suporter sepak bola yang bahkan selama ini saling bermusuhan dimulai ketika polisi pada Rabu (12/3/2025) membubarkan unjuk rasa pensiunan dengan tembakan gas air mata, pentungan dan meriam air.
Lemparan batu dan kayu pensiunan di depan parlemen dibalas dengan tindakan represif polisi. Ratusan pensiunan ditangkap dan puluhan di antaranya dalam kondisi terluka.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/13/52e71ee9-701d-458c-932e-add172d18057_jpg.jpg)
Merespons kekerasan polisi, penggemar sepak bola dari berbagai klub di Argentina menyerukan anggotanya untuk bergabung dengan pensiunan yang mereka sebut sebagai ”orang tua” mereka. Mengenakan kaus bintang sepak bola asal Argentina, Diego Maradona, ribuan suporter turun ke jalan.
Jalanan di Buenos Aires segera memanas dan membara. Puluhan ban bekas dan mobil dibakar pengunjuk rasa yang segera dibalas polisi dengan tembakan gas air mata dan meriam air.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
yuniadhi agung