Tingkat partisipasi masyarakat juga menunjukkan kecenderungan kenaikan yang signifikan dari pemilihan gubernur sebelumnya.
10 Des 2024 08:32 WIB · Politik & Hukum
SURABAYA, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur menetapkan perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2024. Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menjadi peraih suara terbanyak, mengungguli dua pasangan calon lainnya.
Berdasarkan hasil penghitungan, pasangan nomor urut 2 tersebut meraih 12.192.165 suara. Adapun pasangan nomor urut 3, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, meraih 6.743.095 suara. Sementara pasangan nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim, meraih 1.797.332 suara.
Pasangan petahana Khofifah-Emil unggul di 36 kabupaten dan kota di Jatim. Adapun pasangan Tri Rismaharini-Gus Hans unggul di Surabaya dan Kota Mojokerto. Sementara itu, Luluk-Lukman kalah di seluruh daerah.
”Jumlah total suara 21.937.202 terdiri dari suara sah 20.732.592 dan suara tidak sah 1.204.610 suara,” ujar komisioner KPU Jatim, Choirul Umam, Senin (9/12/2024) malam.
Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat provinsi dan penetapan hasil perolehan suara hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2024 pada 8-9 Desember 2024 di Hotel Double Tree, Tunjungan, Surabaya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/26/106e8046-f638-4e63-a122-45f81b8650a5_jpg.jpg)
Rapat yang berlangsung terbuka dan dibuka untuk umum itu diikuti oleh 38 KPU kabupaten/kota, Bawaslu Jatim, para saksi dari setiap pasangan calon, instansi terkait, dan masyarakat.
Partisipasi naik
Jumlah total suara yang digunakan oleh masyarakat pada gelaran Pilgub Jatim kali ini mencapai 21.937.202 suara atau sekitar 70 persen dari total pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 31 juta lebih. Artinya, ada 70 persen masyarakat yang berpartisipasi dalam Pilgub 2024.
Anggota KPU Jatim dari Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Nur Salam, mengatakan, capaian partisipasi masyarakat sebesar 70 persen itu tergolong tinggi. Tingkat partisipasi masyarakat juga menunjukkan kecenderungan kenaikan yang signifikan dari pemilihan gubernur sebelumnya.
”Hal ini patut kita syukuri sebagai penyelenggara pemilihan gubernur. Tingkat kedewasaan demokrasi masyarakat Jatim semakin meningkat,” ujar Nur Salam.
Berdasarkan data KPU Jatim, pada penyelenggaraan Pilgub Jatim 2013, tingkat partisipasi pemilih mencapai 59,34 persen. Tingkat partisipasi pemilih meningkat menjadi 67,39 persen pada Pilgub Jatim 2018. Angka partisipasi pemilih ini menunjukkan kecenderungan naik dari tahun penyelenggaraan pemilu ke tahun penyelenggaraan berikutnya.
Nur Salam menambahkan, partisipasi pemilih di Pilgub Jatim 2024 sebesar 70 persen tersebut, lebih tinggi dibandingkan tingkat partisipasi secara nasional untuk gelaran pilkada serentak 2024 yang hanya 68 persen. Mantan anggota KPU Magetan ini mengatakan, pihaknya tidak bisa membandingkan partisipasi pemilih di gelaran pilkada dengan pemilihan presiden dengan pemilihan legislatif sebab variabelnya berbeda.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/27/40584ca9-2d17-41de-abfe-5c7947432635_jpg.jpg)
Nur Salam mengatakan, ada 10 daerah dari 38 kabupaten dan kota dengan partisipasi masyarakat tertinggi, yakni Pamekasan 87,67 persen, Sampang 87,53 persen, dan Kabupaten Mojokerto 84,68 persen. Selanjutnya, Batu 81,69 persen, Kota Kediri 80,50 persen, Kota Blitar 80,4 persen, Situbondo 79,04 persen, Kabupaten Madiun 78,64 persen, Kota Probolinggo 78,51 persen, Bojonegoro 78,47 persen, dan Magetan 78,39 persen.
Adapun daerah dengan tingkat partisipasi terendah di Jatim adalah Surabaya sebesar 56,18 persen, Jember 56,87 persen, Banyuwangi 59,36 persen, Kabupaten Malang 59,94 persen, dan Trenggalek 62,55 persen. Selain itu, lima daerah dengan calon tunggal rata-rata tingkat partisipasi masyarakatnya kurang dari 70 persen, yakni Surabaya, Trenggalek, Gresik (66,93 persen), Ngawi (66,6 persen), dan Kota Pasuruan (67,59 persen).
Dalam Pilgub Jatim 2024 ini, kata Nur Salam, juga terdapat peningkatan partisipasi pemilih yang cukup signifikan di beberapa daerah. Peningkatan partisipasi pemilih tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 16,44 persen. Selain itu, di Pamekasan naik 14,17 persen, Kabupaten Mojokerto naik 13,86 persen, Lamongan naik 11,46 persen, dan Tuban naik 10,45 persen.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Jatim Adhy Karyono mengapresiasi penyelenggaraan Pilgub Jatim 2024 yang berjalan lancar dari proses pemungutan suara hingga penghitungan hasil perolehan suara. Semua proses sejak awal juga dinilai berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
”Saya apresiasi semua penyelenggara pemilu, KPU Jatim, Bawaslu Jatim, juga aparat keamanan TNI dan kepolisian yang telah menjaga kondusivitas selama pilkada,” ujar Adhy.
Penulis:
Runik Sri AstutiEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan