Marilah Sambut Kiromal Katibin, Pemanjat Tebing Indonesia Nomor Satu Dunia

Predikat pemanjat tebing nomor satu dunia itu nyaris lepas dari genggaman Kiromal Katibin. Perjalanannya dramatis. Namun, ini memang tahunnya Kiromal!

13 Sep 2025 20:53 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

GUIYANG, SABTU — Kiromal Katibin tahu betul bagaimana lirik lagu penyanyi kenamaan Amerika Serikat, Ariana Grande, menjelma di kehidupan nyata. Almost is never enough, nyaris saja tidak cukup. Setelah pernah finis posisi kedua dua kali beruntun dan nyaris mengulanginya, Kiromal akhirnya membuktikan bahwa tahun ini memang tahunnya untuk benar-benar menahbiskan diri sebagai pemanjat tebing nomor satu dunia.

Kiromal Katibin berhak meraih predikat pemanjat tebing nomor satu dunia setelah memuncaki daftar peringkat disiplin speed putra Piala Dunia Panjat Tebing 2025 dengan 3.945 poin. Kiromal unggul atas pemanjat Amerika Serikat, Samuel Watson, yang meraih 3.629 poin.

Tak hanya itu, Kiromal juga memuncaki daftar peringkat disiplin speed putra dari seluruh perlombaan yang diadakan IFSC (Federasi Panjat Tebing Internasional). Pemanjat asal Batang, Jawa Tengah, ini mengoleksi 4.255 poin, juga unggul atas Samuel Watson (3.684 poin).

Harapan bagi Kiromal meraih predikat pemanjat tebing nomor satu dunia sebenarnya seolah sudah pupus setelah hasil di luar dugaan pada seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Guiyang, China, Sabtu (13/9/2025) malam. Alih-alih memenuhi target meraih podium, Kiromal justru terhenti pada babak 16 besar.

Penampilannya antiklimaks. Di babak kualifikasi, Kiromal adalah pemanjat tercepat dengan catatan waktu terbaik 4,862 detik. Namun, ketika memasuki perdelapan final, Kiromal yang lebih diunggulkan justru kalah dari pesaingnya.

Kiromal, sebagai pemuncak kualifikasi, beradu kecepatan dengan pemanjat dengan posisi paling buncit, Hhyhoril Ilchyshyn (Ukraina). Persaingan tampak seimbang sampai Kiromal terhenti saat separuh perlombaan karena nyaris terpeleset.

Ketika Kiromal memulihkan diri dengan melanjutkan pemanjatan dan mencoba memacu kecepatan, Ilchyshyn sudah melaju dan akhirnya menyentuh tombol finis lebih dulu dengan catatan waktu 5,06. Kiromal pun gugur setelah finis dalam waktu 8,13 detik.

Pemanjat tebing disiplin speed asal Indonesia, Kiromal Katibin, beraksi pada babak kualifikasi seri Piala Panjat Tebing 2025 Guiyang, China, Jumat (12/9/2025).

Padahal, Guiyang sebagai seri terakhir Piala Dunia Panjat Tebing 2025 merupakan kesempatan pamungkas bagi Kiromal untuk meraih mimpi sebagai pemanjat tebing nomor satu dunia. Piala Dunia Panjat Tebing adalah serangkaian kompetisi panjat tebing yang diadakan IFSC sepanjang tahun di berbagai lokasi di seluruh dunia.

Di setiap ajang, para atlet berkompetisi dalam tiga disiplin: lead, boulder, dan speed. Jumlah ajang bervariasi dari tahun ke tahun dan pemenang untuk setiap disiplin ditentukan oleh poin yang terkumpul sepanjang tahun. Di akhir musim, atlet dengan peringkat tertinggi di setiap disiplin akan dianggap sebagai pemenang keseluruhan seri Piala Dunia dan biasanya akan dianugerahi trofi.

Sebelum Guiyang, Kiromal memimpin daftar peringkat disiplin speed putra dengan total 3.565 poin. Poin besar itu diraih Kiromal karena konsistensinya menaiki podium dalam lima seri Piala Dunia. Dia meraih masing-masing satu medali emas, perak, dan perunggu.

Kiromal menargetkan naik podium lagi agar mengamankan predikat tersebut, salah satu mimpinya. Satu yang penting juga untuk meraih itu adalah dia tidak boleh finis di bawah Samuel Watson di Guiyang. Watson adalah pesaing terdekat Kiromal dengan koleksi 3.304 poin.

Alhasil, ketika Kiromal terhenti pada babak 16 besar, lagu Ariana Grande seolah sedang diputar lagi. Kiromal pernah dua kali berturut-turut merasakan nyaris jadi pemanjat tebing nomor satu dunia pada tahun kompetisi 2021 dan 2022. Saat itu, pemanjat 25 tahun ini finis di bawah rekan senegara, Veddriq Leonardo.

Pemanjat tebing disiplin speed putra Kiromal Katibin menjalani pemusatan latihan nasional di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (31/7/2025). .

KOMPAS/AGUS SUSANTO
31-7-2025

Di sisi lain, berharap Watson juga gagal seperti tidak mungkin. Akan tetapi, apa pun bisa terjadi dalam perlombaan panjat tebing, terutama disiplin speed.

Watson, pemegang rekor dunia dengan 4,64 detik, di luar dugaan gugur pada babak 16 besar seperti Kiromal. Dia kalah cepat dari Leander Carmanns (Jerman). Watson finis 5,02 detik, sedangkan Carmanns 4,95 detik.

Upaya pemanjat China, Jianguo Long, ataupun atlet Jepang, Ryo Omasa, untuk menyalip Kiromal dan Watson juga tidak berbuah hasil. Tambahan poin bagi mereka tidak cukup untuk melampaui torehan poin Kiromal.

Long akhirnya finis keempat pada daftar peringkat akhir setelah langkahnya terhenti pada babak perempat final. Sementara itu, Omasa menempati posisi ketiga setelah keluar sebagai runner-up seri Guiyang.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Kiromal Katibin, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (19/4/2025).

Keberhasilan Kiromal membuat atlet Indonesia kembali masuk dalam daftar pemanjat tebing nomor satu dunia. Setelah Veddriq Leonardo menjadi pemanjat tebing nomor satu dunia tiga kali beruntun pada tahun kompetisi 2021 hingga 2023, dominasi Indonesia terhenti oleh Samuel Watson pada 2024.

Kesuksesan Kiromal juga menjadi pelipur lara bagi tim speed Indonesia yang gagal meraih satu pun medali. Langkah Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajiah Sallsabillah pada perempat final sektor putri dan Raharjati Nursamsa pada babak yang sama sektor putra menjadi pencapaian terbaik tim speed yang berkekuatan sembilan atlet ini.

Guiyang adalah seri terakhir sekaligus single event terakhir yang diikuti tim speed Indonesia. Pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, mengatakan, selepas ini mereka akan fokus pemulihan untuk mempersiapkan diri pada tahun yang lebih sibuk dan kompetitif pada 2026.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra