Presiden Trump berencana memfungsikan kembali penjara Alcatraz setelah 62 tahun ditutup.
09 Mei 2025 09:09 WIB · Foto
Sebuah poster dengan warna dominan putih dengan garis kotak berwarna merah digantungkan di pagar salah satu sel di bekas penjara Alcatraz yang difoto Susan Ragan, fotografer Associated Press, tampak kontras dengan warna coklat pagar besinya.
Di poster itu terdapat foto penjahat ikonik Amerika Serikat, Al Capone, disertai tulisan ”Al Capone mungkin berada di salah satu sel di daerah ini”.
Capone mungkin merupakan salah satu tahanan Alcatraz yang paling terkenal, tetapi sangat sedikit yang diketahui tentang lima tahunnya di sana sehingga para sejarawan bahkan tidak tahu lokasi pasti selnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/09/c2f33ba1-52e5-45eb-88cb-de1d099d6c4b_jpg.jpg)
”Bangun kembali dan buka Alcatraz!” Postingan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di media sosial Truth pada 4 Mei 2025 segara mendapatkan bermacam tanggapan. Banyak orang terkejut, ada pula yang menganggap itu hal yang tidak serius. Namun, ingatan warga AS segera kembali pada masa ketika pulau menjadi penjara.
Pulau Alcatraz yang berada di tengah Teluk San Francisco pernah punya sejarah panjang sebelum menjadi penjara. Mulanya pulau itu pernah dijuluki sebagai ”Isla de los Alcatraces (Pulau Pelikan)”. Julukan Pulau Pelikan beralasan sebab banyak burung pelikan yang hidup di atas pulau itu.
Sebelum menjadi penjara terkenal, Alcatraz awalnya dibangun sebagai benteng militer pada sekitar tahun 1850. Pembangunan penjara ini kemudian dilanjutkan para tahanan militer antara tahun 1909 dan 1911 dengan menggunakan kembali sisa-sisa benteng Angkatan Darat AS.
Pada 1 Juli 1934 Alcatraz secara resmi beralih menjadi lembaga pemasyarakatan federal. Reputasi Alcatraz sebagai penjara dengan keamanan superketat, dengan perairan dingin dan arus kuat di sekitarnya, membuatnya hampir mustahil untuk kabur.
Pemerintah AS mengirim penjahat kelas kakap dan berbahaya ke pulau ini untuk menjalani hukuman. Reputasi petugas yang tak bisa disuap, sistem keamanannya tingkat tinggi, dan aturan penjara yang tidak mengenal kemanusiaan diharapkan membuat jera para penjahat.
Cerita penderitaan para tahanan di Alcatraz menjadi pergunjingan di antara penjahat. Para tahanan yang hanya disediakan sel kecil pengap dengan barang-barang seadanya juga bagaimana uang tidak akan menolong mereka di tempat ini menjadi ketakutan tersendiri. Narasi itu bak membawa pesan baru bahwa kaum penjahat jangan sampai ditahan di Alcatraz.
Selain itu, dalam sejarahnya, tidak ada satu pun narapidana yang berhasil lolos dari penjara Alcatraz saat masih beroperasi. Tercatat hanya lima narapidana yang berusaha kabur tetapi berstatus ”hilang dan kemungkinan tenggelam”. Semua itu membuat Alcatraz menjadi momok bagi para penjahat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/09/da3e14da-81b9-4368-9de8-a2a294818094_jpg.jpg)
Ratusan penjahat kelas kakap dikirim ke penjara ini. Al Capone adalah salah satu nama besar dalam dunia kriminal yang pernah menjadi penghuni penjara ini. Ia adalah salah satu tokoh kriminal paling ikonik di Amerika. Terkenal karena penyelundupan alkohol, perjudian, dan kekerasan terorganisasi dan melibatkan aparat yang korup.
Pada usia 26 tahun, Al Capone menjadi bos kejahatan terbesar dan terkuat di Amerika. ”Chicago Outfit” milik Capone, terlibat dalam penyelundupan alkohol secara ilegal ke negara itu dan menjualnya di berbagai perusahaan yang menjual alkohol di seluruh Amerika.
Kerja sama dengan penegak hukum dan lembaga lain menjadi kunci keberhasilan operasi penyelundupan alkohol miliknya. Semasa itu, geng Al Capone telah menjadi momok atau menanamkan rasa takut bagi masyarakat. Dia menjadi bos kejahatan yang terkenal kejam dan bawahannya juga terkenal karena sifat kejam mereka.
Setelah beberapa kali ditangkap dan dihukum penjara dengan waktu yang tidak terlalu lama, Capone akhirnya dihukum 11 tahun karena penggelapan pajak dan ditahan di penjara federal pada 18 Oktober 1931. Gangster bernama panjang Alphonse Capone ini tiba di penjara Alcatraz bersama dengan tahanan lain untuk menjalankan hukumannya pada Agustus 1934.
Para tahanan diproses, difoto, diperiksa untuk mencari barang selundupan, serta diberi nomor dan sel. Capone, yang terdaftar sebagai No 85, dengan cepat menjadi sorotan utama dan membuat Lembaga Pemasyarakatan Federal ALcatraz semakin menjadi pusat perhatian publik.
Al Capone menghabiskan sekitar 4 tahun di balik jeruji besi Alcatraz. Gangster legendaris dalam sejarah dunia itu dibebaskan pada 16 November 1939 atas dasar ”perilaku baik” dan kondisi medisnya. Setelah menghabiskan beberapa tahun terakhir hidupnya dengan tinggal di rumahnya di Palm Island, Florida, akhirnya Capone meninggal karena gagal jantung pada 25 Januari 1947.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/09/0f1c3e43-0bc4-4c97-92e5-3e198a3af544_jpg.jpg)
Pemerintah federal AS akhirnya menutup Alcatraz pada 21 Maret 1963 karena biaya operasional yang dinilai terlalu besar dan amat membebani keuangan negara. Selama 30 tahun beroperasi, lebih dari 1.500 orang dipenjara di Alcatraz. Setelah ditutup, penjara terkenal ini berubah menjadi obyek wisata yang digandrungi turis.
Kini Alcatraz kembali ”hidup” dan mungkin kembali menjadi momok para penjahat.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari