BerandaOpiniKisah JFK Masih Misterius

Kisah JFK Masih Misterius

Kematian JFK masih tetap misterius atau terombang-ambing antara teori yang satu dan teori yang lain.

25 Okt 2021 06:04 WIB · Opini

Oleh Redaksi

 Presiden Amerika Serikat Joe Biden berjalan dengan Ibu Negara Jill Biden di Gedung Putih, Washington DC, sebelum berangkat ke Baltimore, Maryland, 21 Oktober 2021. Biden menunda deklasifikasi dokumen terkait pembunuhan John Fitzgerald Kennedy.

Siapa sebenarnya penembak Presiden AS John Fitzgerald Kennedy di Dallas, Texas, 22 November 1963. Hingga akhir 2022, hal itu masih misterius.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, sama seperti Donald Trump, menunda deklasifikasi dokumen terkait pembunuhan John Fitzgerald Kennedy (JFK). Undang-undang bernama John F Kennedy Assassination Records Collection Act muncul atas upaya Kongres AS dan diteken Presiden George HW Bush pada 26 Oktober 1992. UU itu menyebutkan, 25 tahun setelah diundangkan, dokumen terkait kematian JFK boleh dibuka atas nama transparansi.

Hanya saja, UU itu juga menyebutkan, penundaan deklasifikasi bisa dilanjutkan jika agen federal, termasuk yang menangani intelijen, meminta penundaan. Pada 2017, Trump menunda pembukaan dokumen dengan alasan mengganggu keamanan nasional, penegakan hukum, atau urusan luar negeri. Saat itu Trump mendengar permintaan Direktur Badan Pusat Intelijen AS (CIA) Mike Pompeo agar ribuan dokumen tetap tertutup sampai 26 Oktober 2021.

Presiden Biden melanjutkan kerahasiaan dokumen, tetapi dengan alasan pandemi Covid-19 telah memberikan gangguan cukup berarti. Tidak jelas mengapa dan bagaimana Covid-19 memengaruhi kesediaan membuka, demikian The New York Times, Jumat (22/10/2021). Biden akan membuka dokumen yang sudah diatur secara redaksional pada akhir 2021 dan melanjutkan pembukaan lebih lengkap pada akhir 2022.

 Dalam foto bertanggal 21 Oktober 2020, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada wartawan saat hendak meninggalkan Gedung Putih di Washington DC. Trump juga menunda deklasifikasi dokumen terkait pembunuhan John Fitzgerald Kennedy.

Baca juga : Biden Tunda Pembukaan Dokumen, Pembunuhan Kennedy Masih Jadi Misteri

Dengan demikian, kematian JFK masih tetap misterius atau terombang-ambing antara teori yang satu dan teori yang lain. Hasil investigasi tahunan Komisi Warren (Ketua Mahkamah Agung AS Earl Warren, 1953-1969) menyimpulkan, Lee Harvey Oswald, penembak JFK, adalah pelaku tunggal atas suruhan Kuba. Namun, mengapa Oswald keburu ditembak oleh Jack Ruby keesokan harinya? Publik AS tidak yakin Oswald pelaku tunggal (Washington Post-ABC News Poll, 2013). Opini tetap bertahan demikian.

Wartawan Perancis dari harian The New Republic, Jean Daniel, pada 7 Desember 1963 menuliskan, dia sedang bersama Fidel Castro saat penembakan JFK dan Castro malah kaget.

Quote

Pada 2017, Trump menunda pembukaan dokumen dengan alasan mengganggu keamanan nasional, penegakan hukum, atau urusan luar negeri.

Teori lain ialah Lyndon B Johnson terlibat dalam konspirasi (CNN, 27 Oktober 2017). Tujuannya agar AS lebih mudah menyerang Kuba karena dalam pandangan Fidel Castro, JFK adalah ”sahabat” walau Kuba mendekat ke Uni Soviet, sesuatu yang tabu berdasarkan Doktrin Monroe.

Siapa pun pelakunya, negara mana pun yang terlibat, mengapa pihak intelijen AS menuntut penundaan. Jefferson Morley, mantan wartawan The Washington Post dan penulis buku Our Man in Mexico: Winston Scott and the Hidden History of the CIA, mengatakan, para pelaku di AS itu sehubungan dengan kematian JFK terkait Skandal Watergate.

Situs The Intercept menuliskan pada 26 Oktober 2017, alasan penahanan dokumen adalah kemungkinan taktik intelijen yang dipakai masih berlaku sampai sekarang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

A Tomy Trinugroho