Lamine Yamal terus menuai sorotan dengan permainannya di lapangan dan juga kehidupan pribadinya. Banyak yang khawatir dengannya.
06 Nov 2025 15:56 WIB · Olahraga
AP
Lamine Yamal menyelamatkan Barcelona dari kekalahan saat menghadapi Club Brugge pada laga Liga Champions di Brugge, Belgia, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB. Yamal berkontribusi pada dua gol yang menyamakan kedudukan hingga laga berakhir 3-3.
Pemain berusia 18 tahun ini mencetak satu gol penyama kedudukan 2-2 pada menit ke-61. Akan tetapi, hanya dua menit kemudian Barca kembali ketinggalan 2-3 setelah Carlos Forbs membobol gawang Wojciech Szczesny.
Usaha Barca untuk menyamakan kedudukan membuahkan hasil pada menit ke-77. Yamal melakukan umpan lampung ke kotak penalti. Christos Tzolis yang berupaya menghalaunya justru mengarahkan bola masuk ke gawang sendiri.
Yamal terus menarik perhatian karena permainan gemilangnya di lapangan. Talenta dan permainan Yamal telah menarik perhatian sejak ia baru menjalani debutnya bersama tim senior Barca.
Pemain kelahiran 13 Juli 2007 itu menjadi debutan termuda Barcelona pada usia 15 tahun 290 hari, yaitu saat tampil melawan Real Betis di La Liga pada 29 April 2023. Pemain produk akademi Barca, La Masia, ini masuk menggantikan Gavi pada menit ke-83 pada laga yang berakhir 4-0 untuk Barca.
Pemain yang lahir di Esplugues de Llobregat, bagian dari kawasan metro Barcelona, itu juga menjadi pemain dan pencetak gol termuda Spanyol saat ”La Roja” mengalahkan Georgia 7-1 di kualifikasi Piala Eropa 2024. Kemudian, ia berperan besar saat La Roja menjadi juara Piala Eropa 2024.
Mantan Pelatih Barcelona Xavi pun tak ragu-ragu untuk membandingkan Yamal dengan legenda Barca, Lionel Messi. ”Dia pemain yang serupa karena dia memiliki bakat (bermain) di sepertiga akhir lapangan yang sulit ditemukan,” ujar Xavi ketika ditanya apakah kedua pemain itu bisa dibandingkan, selepas laga melawan Betis.
Yamal terus berkembang dengan bakatnya. Ia kini menjadi salah satu wajah baru sepak bola setelah meredupnya pamor Messi dan Cristiano Ronaldo yang tengah menikmati liga ”pensiunan” di AS dan Arab Saudi.
Sebagai wajah baru sepak bola, bukan hanya permainan di lapangan, segala tindak tanduknya di luar lapangan pun menjadi perhatian. Kehidupan pribadinya menjadi sorotan. Bahkan, sampai keluarga dekatnya sering menghiasi pemberitaan media.
Salah satunya ketika sang ayah, Mounir Nasraoui, yang baru berusia 35 tahun, mengumumkan pertunangannya. Yang menjadi perhatian tabloid-tabloid gosip di Eropa adalah soal usia calon ibu tiri Yamal, yang baru berusia 23 tahun atau hanya lima tahun lebih tua dari Yamal.
”Ayah anak ajaib Barcelona, Lamine Yamal, 35 tahun, menemukan cinta dengan tunangannya yang hanya lima tahun lebih tua dari putranya—dan lebih muda dari pacar yang ditinggalkan pesepak bola itu minggu lalu,” demikian judul di salah satu media Inggris.
Ayah Yamal, yang memiliki lebih dari sejuta pengikut di Instagram, mengunggah kabar pertunangannya itu di akunnya. Ia sepertinya tak peduli dengan sorotan mengenai perbedaan usia tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/18/8aa1063f-fed8-4766-9bd9-b662ca692521_jpg.jpg)
Pengumuman pertunangan itu hanya beberapa bulan sejak Nasraoui nyaris tewas karena dikeroyok sejumlah orang. Agustus lalu, ia mengalami sejumlah luka tusukan setelah diserang oleh sekelompok orang di Mataro, dekat Barcelona. Tiga orang ditahan oleh polisi Spanyol akibat peristiwa ini.
Ketika kisah cinta sang ayah terus mekar, hal sebaliknya terjadi dengan Yamal yang baru saja berpisah dengan pacarnya, penyanyi Argentina, Nicki Nicole. Usia pacar Yamal yang lebih tua dua tahun dari tunangan sang ayah juga menjadi sorotan media. Mengutip Marca, penyebab perpisahan tersebut bukan karena perselingkuhan.
Segala sorotan di luar lapangan itu dikhawatirkan merusak fokus Yamal di lapangan. Di balik kedewasaan permainannya di lapangan, Yamal pada dasarnya masih seorang remaja.
Apalagi, selain pujian yang diterima Yamal, kritikan-kritikan pedas pun mulai diarahkan kepada sang pemain, baik soal permainan maupun tindak tanduknya di luar lapangan.
Contohnya ketika Yamal bermain buruk pada pertandingan el clasico pada 26 Oktober 2025. Yamal kesulitan mengembangkan permainannya dan Barca pun kalah 1-2 dari Real Madrid. Hasil itu membuat Barca tertinggal lima poin dari musuh bebuyutan itu dalam persaingan gelar LaLiga.
Yamal juga menjadi sorotan karena komentarnya sebelum laga. Ia menyindir Madrid, ”mencuri (dan) mengeluh”, sehingga memicu kemarahan para pendukung ”Los Blancos” dan sebagian besar media Spanyol.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/06/3c8cde4b59308dbfbc400580780d5d27-TOPSHOT_FBL_ESP_LIGA_REAL_MADRID_BARCELONA_133626668.jpg)
Berbagai sorotan tersebut memicu kekhawatiran Hansi Flick, pelatih Barca. ”Kami berbicara dengannya. Kami sangat jujur, dia dengan saya dan saya dengan dia, dan ini adalah cara terbaik,” kata Flick dalam konferensi pers menjelang laga La Liga melawan Elche.
”Saya akan selalu melindungi dan mendukungnya. Dia pemain yang fantastis, pria yang fantastis. Dia masih sangat muda dan kami akan terus seperti ini,” ujar pelatih asal Jerman ini.
Beberapa pekan lalu Yamal memang menghadapi kesulitan di lapangan, terutama karena masalah cedera pangkal paha. Meski mampu menjadi pemain mula pada laga el clasico, ia masih terlihat terpengaruh dengan masalah tersebut.
”Tentu saja ada hari-hari di mana dia merasa sedikit sakit, tetapi sekarang dia benar-benar berlatih keras. Dia jauh lebih baik dalam hal-hal ini. Dia sedang dalam perkembangan yang baik. Jadi inilah yang bisa kami katakan,” ujar Flick.
Kekhawatiran Flick beralasan. Banyak pemain berbakat yang gagal mencapai potensi tertingginya, baik karena persoalan pribadi maupun masalah cedera. Untuk mencapai status Messi dan Ronaldo, Yamal harus bisa mengesampingkan segala sorotan dan menjaga tubuhnya. (AP/AFP)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Billy KhaerudinPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto