Kisah Para Petarung Hidup di Jalanan China

Drama kehidupan para kurir makanan yang mengaduk perasaan.

03 Jan 2025 14:00 WIB · Hiburan

Oleh Dwi As Setianingsih

Dalam hidup, setiap orang memiliki perangnya masing-masing. Upstream, film China besutan sutradara Zheng Xu, menuturkan kisah para petarung di jalanan China demi memenangi hidup yang kejam. Drama kehidupan para kurir makanan yang mengaduk perasaan.

Upstream berpusat pada karakter Gao Zhilei (Zheng Xu). Gao adalah seorang eksekutif di perusahaan teknologi di Beijing, China. Dengan gajinya, Gao bisa hidup layak. Ia bahkan bisa mendaftarkan anak semata wayangnya di sekolah internasional, juga mencicil rumah layak huni untuk keluarganya.

Quote

Hidup yang semula tampak sempurna dan baik-baik saja mendadak jungkir balik karena Gao dipecat.

Tak diduga, situasi berubah. Hidup yang semula tampak sempurna dan baik-baik saja mendadak jungkir balik karena Gao dipecat. Usia yang tak lagi muda, dengan gaji yang kepalang tinggi, membuat Gao rentan terkena perampingan.

Ia memberontak, tak mau di-PHK begitu saja. Tapi tak ada kompromi. Nasib Gao sudah di ujung tanduk, tak bisa diselamatkan.

-

Malangnya, uang pesangon yang seharusnya lumayan pun terpangkas gara-gara sistem remunerasi yang dikembangkan oleh Gao dan timnya. Sungguh celaka dua belas. Meski murka, Gao angkat kaki meninggalkan kantor yang telah menjadi tempatnya bekerja selama belasan tahun itu.

Merasa malu, Gao berupaya menyembunyikan statusnya yang pengangguran dari istri dan keluarganya. Di rumah, Gao dan istrinya tinggal bersama anak semata wayangnya, juga kedua orang tuanya. Dia terpaksa menelan kenyataan pahit bahwa dengan situasinya yang tanpa penghasilan itu, kewajiban-kewajiban finansial tetap menanti untuk dipenuhi.

Toh sepandai-pandainya ia menutupi rahasia, akhirnya ketahuan juga. Ayah Gao  (Yongdai Ding) akhirnya mengetahui perihal pemecatannya. Kemarahan yang tak terkendali membuat sang ayah stroke hingga dilarikan ke rumah sakit. Pesangon yang menjadi gantungan hidup sementara pun terpaksa diambil untuk biaya rumah sakit.

Sang istri, Zhilei Xin (Xiao Ni), akhirnya juga mengetahui situasi Gao. Meski awalnya shock, Xiao tetap memberi dukungan. Keduanya berupaya mencari jalan keluar, terutama demi membayar cicilan-cicilan yang harus dilunasi setiap bulan. Xiao memutuskan untuk kembali memberi les musik untuk membantu keuangan keluarga.

Di tengah kebuntuan untuk kembali mencari pekerjaan baru, opsi menjadi kurir makanan daring seperti yang banyak berkeliaran di sekitar kota tampak menjadi jalan keluar menjanjikan. Gao pun menantang peruntungannya sebagai kurir makanan daring.

Meski awalnya ditolak karena dianggap tak layak—ia dianggap berkasta pekerja kerah putih yang tak akan mampu bekerja keras—Gao akhirnya diterima. Pertarungan Gao menjadi kurir mengantar makanan pun dimulai.

Potret pekerja

Film berdurasi lebih kurang dua jam ini disutradarai oleh Zheng Xu yang di film juga berperan sebagai karakter utama, yaitu Gao. Meski peran penting di belakang layar dan di depan layar sama-sama dikerjakan oleh Zheng Xu, Upstream tak tampak kedodoran. Kedua peran penting itu dikerjakan dengan baik oleh Zheng Xu, nyaris tanpa cela. Hanya ada beberapa detail yang terasa mengganggu, seperti emosi sang ayah yang tampak berlebihan di awal, hingga akting sang istri yang tampak kurang pas, kurang menyatu.

-

Kisah Gao di film ini diangkat dari kisah para kurir makanan daring yang ada di sekeliling mereka. Film ini memotret kehidupan para kurir, kegembiraan dan kesedihan mereka, juga bahaya yang harus dihadapi para pekerja yang setiap hari harus bertempur di jalanan ini.

Di Tanah Air, fenomena kurir makanan juga tak asing. Pasukan kurir berseragam hijau dan oranye berseliweran di sudut-sudut kota menjadi penyokong kehidupan sehari-hari masyarakat urban.

Sedikit banyak, situasi yang mereka hadapi sama dengan situasi yang digambarkan di film. Profesi sebagai ojek daring, termasuk di dalamnya kurir pengiriman makanan, menjadi salah satu profesi ”pilihan” ketika kehilangan pekerjaan. Fenomena ini juga terjadi di Tanah Air. Saat gelombang PHK menerjang, menjadi ojek daring adalah salah satu jalan keluar.

Di film, perbedaannya terletak pada latar belakang budaya di mana di China nyaris segala sesuatu dituntut serba cepat. Sementara di Tanah Air tidak seperti itu, sedikit lebih longgar. Tentu ada unsur drama sebagai bumbu sebuah tontonan.

-

Meski bernuansa muram, film ini apik menggambarkan perjuangan Gao yang mencoba sekuat tenaga melakoni profesi barunya sebagai kurir makanan. Dalam waktu singkat, dia dituntut siap. Harus menguasai aplikasi, belajar mengendarai sepeda motor listrik, hingga menghafal alamat pengiriman. Kadang nomornya tidak berurutan atau lokasinya sulit dijangkau dengan tepat seperti di sekolah atau kampus. Bila pengantarannya terlambat, sudah pasti berbuah ulasan buruk.

Belum lagi persoalan kompetisi, dengan kurir sesama perusahaan ataupun kurir perusahaan lain yang luar biasa kerasnya. Intinya, Gao dipaksa masuk ke medan pertempuran para kurir makanan yang buas, meninggalkan semua kenyamanan dan kemudahan hidup sebelumnya, berjuang untuk hidup barunya setelah PHK.

Quote

Bahwa semua orang mendambakan hidup bahagia. Kuncinya adalah menerima dan meneguhkan diri sendiri bahwa betapapun sulitnya, selalu melihat harapan.

Tergambar bagaimana Gao tertatih-tatih melewati detik demi detik pekerjaan barunya dalam ritme berkecepatan tinggi dan medan perang baru yang tak pernah dia pahami sebelumnya. Penonton akan dibawa pada perasaan miris, haru, juga tertawa menyaksikan komedi satir dalam drama kehidupan seorang kurir makanan.

Semua tergambar detail di dalam film dengan sudut-sudut pengambilan gambar yang menarik dan unik. Kamera banyak memperlihatkan gambar-gambar dekat, membuat penonton menjadi lebih intim dengan kisah para karakter. Kamera juga gesit berpindah dari satu sudut ke sudut lain, menggambarkan level kecepatan yang intens pada adegan-adegan yang memacu adrenalin. Akting Zheng Xu sebagai karakter utama tak dimungkiri amat memikat.

-

 

Pengalaman imersif

Untuk mendapatkan akurasi dalam menggambarkan kondisi riil para kurir ke layar lebar, Zheng Xu dan para kru melakukan riset mendalam di tahap-tahap awal pengembangan film. Para kru juga mewawancarai banyak sekali kurir dengan latar belakang berbeda.

”Ada orang yang akrab dengan industri pengiriman makanan ada pula yang tidak. Saya sering memesan, tapi biasanya hanya melibatkan interaksi singkat dengan kurir makanan. Di film ini saya berharap bisa memberikan pengalaman imersif, membawa penonton bersama dalam proses pengiriman untuk melihat seperti apa sebuah hari dalam hidup seorang kurir makanan,” tutur Zheng Xu di acara pemutaran perdana Upstream di Beijing, China, pada Agustus 2024, seperti dikutip situs China.org.cn.

Aktor Bing Feng yang berperan sebagai Black, kurir veteran di film itu, misalnya, mempraktikkan metode pendekatan akting untuk perannya dengan benar-benar menjajal mengirimkan makanan. Itu adalah caranya untuk mendalami karakter yang baik, bersikap proaktif.

Quote

Pertarungan satu orang di dalam keluarga, sejatinya juga pertarungan bagi seluruh anggota keluarga.

Begitu pula dengan Zhilei yang sebelumnya berakting di serial Blossoms Shanghai. Ia ditantang oleh sang sutradara untuk tampil serealistik mungkin tanpa riasan. ”Karakterku mewakili tipikal perempuan kuat yang ada dalam kehidupan nyata yang pantas untuk juga dilihat oleh semua,” ungkapnya.

Ungkapan Zhilei tersebut seolah mewakili pesan yang juga ingin disampaikan Upstream bahwa pertarungan satu orang di dalam keluarga sejatinya juga pertarungan bagi seluruh anggota keluarga. Semua saling menjaga, tidak ada yang saling meninggalkan demi memenangi pertarungan.

Zheng Xu mengatakan, lewat Upstream, ia berharap dapat menyampaikan harapan dan kehangatan melalui cerita yang berhubungan dengan semua orang. ”Saya berharap dapat menyampaikan energi positif melalui film ini. Menunjukkan bahwa baik di rumah maupun di luar rumah, dalam hal ini tempat pengiriman, semua orang saling melindungi dan menjaga satu sama lain. Bahwa semua orang mendambakan hidup bahagia. Kuncinya adalah menerima dan meneguhkan diri sendiri bahwa betapapun sulitnya, selalu melihat harapan,” ungkap Zheng Xu.

Para petarung, sejatinya adalah para pemenang kehidupan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Dwi As Setianingsih
 | 

Editor:

Moh. Hilmi Faiq
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .