BerandaHiburanKembalinya Legenda Pemana...

Kembalinya Legenda Pemanah Rajawali

Menjadi pendekar berilmu kungfu dan bertenaga dalam tinggi tak membuat Guo Jing lupa mencintai dan membela tanah airnya dari ancaman serangan bangsa Mongol.

09 Mar 2025 08:45 WIB · Hiburan

Oleh Wisnu Dewabrata

Legends of the Condor Heroes: The Gallants -- Salah satu adegan film. (Arsip Foto Sony Pictures)

Sutradara spesialis film laga pendekar dan kepahlawanan khas negeri Tiongkok (wuxia), Tsui Hark, kembali mencoba menunjukkan tajinya. Kali ini lewat film adaptasi kisah pertama dari trilogi ”Pendekar Pemanah Burung Rajawali” karya klasik novelis Jin Yong alias Louis Cha.

Dalam film laga wuxia, Legends of the Condor Heroes: The Gallants (2025), sutradara yang malang melintang selama lebih dari empat dekade itu memberikan sentuhan baru.

Pada kebanyakan versi film adaptasi terdahulu, baik berformat layar lebar maupun serial televisi, plot cerita yang disajikan sarat dengan kisah-kisah drama dan romansa.

Sepasang jagoan utama di film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants",  Guo Jing (di Indonesia dikenal juga dengan panggilan Kwee Ceng) diperankan Sean Xiao Zhan, dan kekasihnya Huang Rong (Oey Yong) diperankan Sabrina Zhuang Dafei.
Sepasang jagoan utama di film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants",  Guo Jing (di Indonesia dikenal juga dengan panggilan Kwee Ceng) diperankan Sean Xiao Zhan, dan kekasihnya Huang Rong (Oey Yong) diperankan Sabrina Zhuang Dafei.

Akan tetapi, pada pendekatan versi Tsui kali ini, film berfokus pada sepak terjang sepasang jagoan utama, Guo Jing (di Indonesia lebih dikenal dengan ejaan Kwee Ceng) yang diperankan Sean Xiao Zhan dan kekasihnya, Huang Rong (Oey Yong), diperankan Sabrina Zhuang Dafei.

Dengan berfokus pada bab ke-34 hingga ke-40 novel karya Jin Yong, Tsui menjadikan filmnya kali ini lebih berbau nasionalisme dan patriotisme.

Guo Jing dan Huang Rong bekerja sama mencoba mencegah ancaman serangan bangsa Mongol terhadap Kekaisaran Dinasti Song di China. Film ini berlatar waktu saat Mongol yang dipimpin Genghis Khan ingin menaklukkan wilayah China di bagian selatan.

Genghis Khan (Bayaertu), pemimpin besar bangsa Mongol yang juga diceritakan menjadikan Guo Jing sebagai anak angkatnya.
Salah satu adegan "Legends of the Condor Heroes: The Gallants". Sutradara Tsui Hark menggunakan Bahasa Mongol asli dalam dialog di filmnya.
Salah satu adegan film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants". Sutradara Tsui Hark menggunakan bahasa Mongol asli dalam dialog di filmnya.
Salah satu adegan film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants". Sutradara Tsui Hark menggunakan bahasa Mongol asli dalam dialog di filmnya.

Pada saat itu digambarkan Mongol ingin menguasai China dengan mengalahkan dua dinasti besar, Jin dan Song. Dinasti Song digambarkan saling berperang di dalam dan berada dalam tekanan penjajahan Dinasti Jin.

Pihak Song memiliki militer lemah dan berada di bawah pemimpin yang korup dan jahat. Khan ingin menaklukkan Song karena dari wilayah itu dia bisa menjepit Jin dari dua arah.

Walau dikisahkan telah dibesarkan dan bahkan menjadi anak angkat sekaligus calon menantu Genghis Khan, Guo Jing ternyata tak bisa melupakan Song sebagai tanah airnya.

Dengan sekuat tenaga, Jing dibantu kekasihnya, Huang Rong, merayu Khan agar membatalkan niatnya. Jika Mongol menyerang dan menaklukkan Benteng Siang Yang, bisa dipastikan rakyat dan bangsa Song akan habis ditumpas kekuatan militer Mongol, yang ketika itu sangatlah besar.

Sean Xiao Zhan memerankan Guo Jing (Kwee Ceng) dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".
Sean Xiao Zhan memerankan Guo Jing (Kwee Ceng) dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".
Sean Xiao Zhan memerankan Guo Jing (Kwee Ceng) dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".
Sean Xiao Zhan memerankan Guo Jing (Kwee Ceng) dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".
Sean Xiao Zhan memerankan Guo Jing (Kwee Ceng) dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".

Penggambaran maksimal

Dalam menggambarkan adegan peperangan dan kekuatan bangsa Mongol, Tsui Hark tampak tak mau main-main. Dia menghadirkan kekuatan pasukan Mongol secara kolosal dan megah dalam adegan peperangan.

Mengutip laman www.jaynestars.com, Tsui dipuji mampu menghadirkan penggambaran peperangan besar tak kalah dengan film-film Hollywood seperti trilogi The Lord of the Rings (2001-2003) karya Peter Jackson dan Kingdom of Heaven (2005) karya Ridley Scott.

Tsui juga menggunakan efek spesial computer generated imagery (CGI) dengan bagus dalam adegan duel klimaks antara Guo Jing dan Si Racun Barat Ouyang Feng (Auwyang Hong) yang diperankan Tony Leung Ka-fai.

Si Racun Barat Ouyang Feng (Auwyang Hong) diperankan Tony Leung Ka-fai dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".
Si Racun Barat Ouyang Feng (Auwyang Hong) diperankan Tony Leung Ka-fai dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".

Penggambaran efek visual tenaga dalam berupa bola-bola pusaran energi, yang mengelilingi setiap pendekar saat beradu olah kanuragan, tidak kalah mengagumkan dibandingkan dengan adegan-adegan di Semesta Sinematik Marvel.

Ouyang Feng adalah satu dari lima pendekar besar yang menguasai dunia persilatan di daratan China. Dalam versi novel, Feng diceritakan bergabung dan membantu Dinasti Jin untuk memerangi Mongol dan membunuh pemimpin besarnya.

Selain Feng, di Legends of the Condor Heroes: The Gallants juga dimunculkan Pengemis Utara Hong Qi Gong (Ang Cit Kong) yang diperankan Jun Hu. Hong adalah pendiri Partai Pengemis (Kay Pang). Hong berjasa mengajarkan kepada Jing ilmu tenaga dalam ciptaannya, 18 Tapak Penakluk Naga.

Jing diajari ilmu pamungkas tadi setelah Hong, yang terkenal doyan makan enak, berhasil dirayu Rong untuk menjadikan kekasihnya itu sebagai murid. Adegan itu adalah salah satu plot cerita ikonik yang tetap dipertahankan oleh sang sutradara.

Rong adalah anak semata wayang salah satu pendekar besar di kisah Jin Yong, Si Sesat Timur penguasa Pulau Persik. Selain cantik, cerdas, dan penuh akal, Rong juga digambarkan jago memasak.

 Sabrina Zhuang Dafei memerankan Huang Rong (Oey Yong) dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".
Sabrina Zhuang Dafei memerankan Huang Rong (Oey Yong) dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".
Sabrina Zhuang Dafei memerankan Huang Rong (Oey Yong) dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".

Keputusan Tsui memilih aktris Sabrina Zhuang Dafei sebagai pemeran Huang Rong dinilai tepat. Aura Sabrina mengingatkan para penggemar fanatik epos ini pada pemeran Huang Rong versi serial TV tahun 1983, mendiang Barbara Yung Mei-ling, yang kerap dijadikan standar sosok dan karakter putri penguasa Pulau Persik itu.

Dalam film ini, sutradara juga tetap menyisipkan unsur romansa, yang menjadi tema dan plot cerita utama di versi novel karya Jin Yong. Kisah asmara berupa cinta segitiga antara Jing, Rong, dan Putri Hua Zheng, anak perempuan satu-satunya Gengis Khan, yang diperankan Zhang Wenxin.

Di sisi lain, keseriusan Tsui Hark dalam menggambarkan ikatan emosional Jing pada bangsa Mongol dan ayah angkatnya juga ditunjukkan secara tepat dengan penggunaan dialog dalam bahasa Mongol.

Untuk original soundtrack utama filmnya ini, Tsui juga tetap menghadirkan lantunan lagu ”The Iron Blood and Loyal Heart”, yang legendaris dan menjadi soundtrack versi serial TV tahun 1983.

Salah satu adegan "Legends of the Condor Heroes: The Gallants" melibatkan kisah cinta segitiga antara Guo Jing (Kwee Ceng) diperankan Sean Xiao Zhan, Huang Rong (Oey Yong) diperankan Sabrina Zhuang Dafei, dan putri satu-satunya penguasa Mongol, Gengis Khan, Putri Hua Zheng diperankan Zhang Wenxin’s.
Salah satu adegan "Legends of the Condor Heroes: The Gallants" melibatkan kisah cinta segitiga antara Guo Jing (Kwee Ceng) diperankan Sean Xiao Zhan, Huang Rong (Oey Yong) diperankan Sabrina Zhuang Dafei, dan putri satu-satunya penguasa Mongol, Gengis Khan, Putri Hua Zheng diperankan Zhang Wenxin’s.
Salah satu adegan "Legends of the Condor Heroes: The Gallants" melibatkan kisah cinta segitiga antara Guo Jing (Kwee Ceng) diperankan Sean Xiao Zhan, Huang Rong (Oey Yong) diperankan Sabrina Zhuang Dafei, dan putri satu-satunya penguasa Mongol, Gengis Khan, Putri Hua Zheng diperankan Zhang Wenxin’s.

Novel mendunia

Novel trilogi karya Jin Yong sebagai sumber film Legends of the Condor Heroes: The Gallants sudah terjual sebanyak 300 juta kopi di seluruh dunia. Kisah itu juga telah diadaptasi menjadi puluhan film dan serial TV di Hong Kong, Taiwan, dan China sejak tahun 1958.

Film Legends of the Condor Heroes: The Gallants adalah adaptasi film terbesar dari novel tersebut hingga saat ini, yang berhasil menembus 10 besar box office di China. Karya Tsui Hark ini juga disebut-sebut menjadi film terlaris di Tahun Baru Imlek 2025 berkat basis massa penggemarnya yang sangat besar, terutama di kawasan Asia.

Zhang Wenxin’s memerankan karakter Putri Hua Zheng, anak perempuan satu-satunya Gengis Khan, dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".
Zhang Wenxin’s memerankan karakter Putri Hua Zheng, anak perempuan satu-satunya Gengis Khan, dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".
Zhang Wenxin’s memerankan karakter Putri Hua Zheng, anak perempuan satu-satunya Gengis Khan, dalam film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".

Pihak Sony Pictures telah memperoleh hak di seluruh dunia untuk mendistribusikan film ini, yang rilis di bioskop-bioskop Amerika Serikat pada 21 Februari 2025.

Nama Tsui Hark sudah lama menjadi semacam jaminan sukses karya-karya film wuxia. Beberapa karya hebatnya seperti waralaba Once Upon a Time in China, yang berhasil membawa nama aktor laga Hong Kong, Jet Li, mendunia. Juga film-film The Chinese Ghost Stories, Detective Dee, dan film-film sejarah perang besar daratan China masa lalu.

Salah satu adegan "Legends of the Condor Heroes: The Gallants".
Salah satu adegan "Legends of the Condor Heroes: The Gallants"
Salah satu adegan "Legends of the Condor Heroes: The Gallants"


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Dewabrata
 | 

Editor:

Dahono Fitrianto