Kapal Motor Penumpang Tunu Pratama Jaya dilaporkan mengalami kebocoran di bagian mesin dan tenggelam di Selat Bali.
03 Jul 2025 09:16 WIB · Nasional
MALANG, KOMPAS — Kapal Motor Penumpang Tunu Pratama Jaya dilaporkan mengalami kebocoran di bagian mesin dan tenggelam di Selat Bali, Rabu (2/7/2025) malam. Kapal membawa 53 penumpang dan tengah dalam pelayaran dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Gilimanuk, Bali.
Hingga Kamis (3/7/2025) pagi, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan berupaya mencari korban. Berdasarkan data sementara yang diterima Kompas, kapal memuat 53 penumpang, 12 kru, dan puluhan kendaraan. Adapun jumlah penumpang selamat 23 orang, meninggal 4 orang, dan dalam pencarian 38 orang.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan, pencarian hari ini dilakukan dengan melibatkan unsur-unsur SAR yang ada di sekitar Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, yakni Basarnas, TNI, Polri, dan instansi lainnya.
Pencarian oleh tim dari Basarnas dilakukan menggunakan kapal karet berlambung kaku (rigid inflatable boat/RIB) dari Pos SAR Banyuwangi, Pos SAR Jembrana, dan Kapal Negara (KN) SAR 2249 Permadi yang saat ini dalam perjalanan dari Tanjung Perak, Surabaya, dan diperkirakan sampai di perairan Selat Bali pukul 14.30 WIB.
”Kantor SAR Denpasar rencananya juga akan mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu pencarian,” ujarnya saat dihubungi dari Malang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/03/d7bb15e12ff3cc4fce285d001790dcff-IMG_20250703_WA0005.jpg)
Sementara itu, menurut Nanang, empat penumpang ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Cekik, Bali. Mereka ditemukan pada Kamis sekitar pukul 05.15 Wita. Mereka berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci KMP Tunu Pratama Jaya.
Mereka adalah Saroji (47), Mansur (40), dan Romi Alga Hidayat. Ketiganya berasal dari Blimbingsari, Banyuwangi. Sementara satu orang lainnya, yakni Sandi (44), berasal Genteng, Banyuwangi. ”Saat ini empat penumpang selamat itu berada di kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Gilimanuk untuk dimintai keterangan,” ujarnya.
Hingga Kamis pukul 06.00 WIB, 15 korban selamat di perairan Gilimanuk telah dievakuasi. Mereka dibawa ke Pelabuhan ASDP Gilimanuk. Pada pukul 07.40 WIB, empat korban meninggal dievakuasi dari perairan dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Negara. ”Operasi SAR sampai saat ini sedang berlangsung,” kata Nanang.
Berdasarkan informasi yang diterima Kompas dari sejumlah sumber, KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Pelabuhan Ketapang pukul 23.05 WIB. Pada pukul 00.15 Wita, di radio Channel 16 dan 17 ada komunikasi antara tim Local Port Service Pelabuhan Gilimanuk dengan salah satu nakhoda kapal dan mengabarkan kode merah KMP Tunu Pratama Jaya (meminta tolong karena mengalami kebocoran mesin).
Pukul 00.19 Wita, KMP TPJ mengalami blackout dan pukul 00.22 kapal sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan dengan titik koordinat -80’09.371’LS dan 114’25,1569 BT.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/03/b269c937b93adb430f9105d721c912bb-20250703wer1.jpg)
Saat peristiwa, kapal jenis roll on roll off (roro) yang dibuat pada 2010 dengan panjang 63 meter dan lebar 12 meter itu mengangkut 53 penumpang dan 22 unit kendaraan.
Sementara itu, proses evakuasi empat jenazah dan sembilan korban selamat juga disampaikan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. ”Empat jenazah sudah terevakuasi ke kamar jenazah RSUD Negara dan sembilan orang selamat dibawa ke ASDP Gilimanuk. Pencarian sejak semalam hingga saat ini terus dilakukan,” kata Ida Bagus Indra Yoga, anggota staf Bidang Pelayanan Kesehatan dan Ambulans PMI Jembrana.
Yoga mengatakan, korban dievakuasi menggunakan satu ambulans PMI, dua ambulans Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, dan 1 ambulans puskesmas. Kondisi cuaca saat evakuasi berangin cukup kencang serta cerah dan berawan.
”Evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan. Semoga cuaca mendukung sehingga seluruh korban bisa ditemukan. Info dan data resmi akan disampaikan oleh Kepala Polres (Jembrana),” katanya.
Penulis:
Defri Werdiono, Dahlia IrawatiEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan