TIMUR TENGAH

Iran Janjikan Pembalasan terhadap Israel-AS atas Gugurnya Ayatollah Ali Khamenei

Melalui pesan di Telegram, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) bertekad akan melancarkan "operasi paling ganas dalam sejarah" terhadap Israel dan pangkalan AS.

01 Mar 2026 14:05 WIB · Internasional

AFP

Oleh Elsa Emiria Leba

DUBAI, MINGGU — Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bakal ada pembalasan ”paling ganas dalam sejarah” terhadap Israel dan Amerika Serikat menyusul gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel di Teheran. Serangan AS dan Israel itu juga menewaskan tujuh pejabat senior Iran di bidang keamanan dan pertahanan. Salah satunya adalah Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Jenderal Mohammad Pakpour.

Kematian Pakpour dilaporkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, Minggu (1/3/2026). Pakpour meninggal ketika serangan AS-Israel menyasar Khamenei yang sedang berada di kantor, Sabtu (28/2/2026).

Sebelumnya, stasiun televisi Iran dan IRNA mengonfirmasi Khamenei gugur dalam serangan itu dan mengumumkan masa berkabung selama 40 hari di seluruh negeri.

Pakpour menjadi pemimpin tertinggi IRGC setelah Israel membunuh Hossein Salami dalam perang Iran-Israel pada Juni 2025. Saat menjabat, Pakpour mendapat perintah untuk ”meningkatkan kemampuan, kesiapan, dan kohesi internal IRGC”. Bulan lalu, ia memperingatkan AS-Israel untuk tidak salah perhitungan karena Iran lebih siap.

”Korps Garda Revolusi Iran akan melancarkan operasi paling ganas dalam sejarah terhadap Israel dan pangkalan AS,” tulis IRGC di Telegram, Minggu (1/3/2026).

Kepulan asap membubung menyusul laporan ledakan di Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). Kementerian Pertahanan Israel menyatakan telah melancarkan serangan pendahuluan ke Iran sementara sirene peringatan berbunyi di Yerusalem serta berbagai wilayah Israel.
Komandan Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour menghadiri parade militer dalam rangka peringatan Hari Angkatan Darat Iran di Teheran, Iran, pada tanggal 17 April 2024. Pakpour kemudian menjabat sebagai panglima tertinggi IRGC setelah kematian Hossein Salami dalam perang Iran-Israel pada Juni 2025. Militer Israel kini menyatakan telah menewaskan tujuh pejabat senior Iran, termasuk Pakpour dalam gelombang serangan Amerika Serikat–Israel ke Iran pada Sabtu (282/2/2026).

Selain Pakpour, serangan AS-Israel membunuh tokoh penting lainnya. ”Di antara mereka yang tewas adalah Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Shamkhani dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh,” kata Juru Bicara Militer Israel Brigadir Jenderal Effie Defrin dalam sebuah pernyataan sambil menunjukkan foto beberapa orang yang tewas di televisi.

Shamkhani selama ini memimpin negosiasi Iran dengan AS mengenai program nuklir Teheran. ”Jika isu utama negosiasi bukanlah pembuatan senjata nuklir oleh Iran, ini sesuai dengan dekrit agama yang dikeluarkan pemimpin Iran dan doktrin pertahanan negara, dan kesepakatan segera dapat dicapai,” tuturnya beberapa hari sebelum serangan, menurut kantor berita Turki, Anadolu.

Media Israel, Ynetnews, melaporkan, Israel masih mengincar sejumlah pejabat pemerintahan Iran lainnya. Mereka termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani.

CIA terlibat

The New York Times (NYT) melaporkan, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) membantu untuk menentukan lokasi pertemuan para pemimpin Iran, khususnya Khamenei. Setelah itu, Israel langsung menyerang.

CIA telah melacak pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan untuk membaca lokasi dan pola perilakunya. Agen-agen CIA kemudian mengetahui para pejabat tinggi Iran akan mengadakan pertemuan di kompleks tempat kantor kepresidenan, pemimpin tertinggi, dan Dewan Keamanan Nasional Iran berada di Teheran, Sabtu pagi. Khamenei hadir dalam pertemuan.

”AS dan Israel memutuskan untuk menyesuaikan waktu serangan mereka, sebagian untuk memanfaatkan intelijen baru tersebut,” ujar para pejabat yang mengetahui keputusan tersebut.

Awalnya, Pemerintah AS-Israel berencana melancarkan serangan pada malam hari. Perubahan keputusan serangan terjadi untuk memanfaatkan informasi tentang pertemuan Khamenei dan rekan-rekannya pada pagi hari serta memberi efek kejutan.

Gabungan cuplikan video dari gambar buatan pengguna (UGC) yang diunggah di media sosial dan diverifikasi tim AFPTV di Paris, Perancis, ini menunjukkan dugaan ledakan di Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). Media Amerika Serikat melaporkan Amerika Serikat mulai melancarkan serangan ke Iran setelah Israel menyatakan telah menyerang musuh regional lamanya tersebut.

Operasi berlangsung sejak pukul 06.00 waktu setempat. Tel Aviv mengerahkan pesawat dengan amunisi jarak jauh yang menempuh perjalanan sekitar 2 jam 5 menit. Sekitar pukul 09.40 di Teheran, rudal jarak jauh menghantam kompleks itu. Khamenei sedang berada di gedung terpisah dari para pejabat keamanan Iran.

Intelijen Israel menyatakan, pertemuan itu mencakup pejabat pertahanan Iran, termasuk Pakpour, Nasirzadeh, dan Shamkhani. Hadir pula Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Seyyed Majid Mousavi, Wakil Menteri Intelijen Mohammad Shirazi, dan beberapa pejabat lain.

Dengan demikian, tujuan utama AS-Israel tercapai, yaitu kematian Khamenei dan para pejabat tinggi Iran. Keberhasilan operasi itu juga menunjukkan para pejabat Iran belum mengambil tindakan pencegahan yang memadai untuk tidak mengekspos diri. Sejauh ini, Gedung Putih dan CIA menolak berkomentar mengenai laporan NYT.

Pemimpin sementara

Dengan kematian Khamenei dan para pejabat tinggi militer Iran, muncul pertanyaan mengenai siapa sosok yang memimpin negara itu sekarang. Pemimpin tertinggi di Iran memiliki otoritas politik, agama, dan militer tertinggi di negara itu, termasuk terhadap IRGC.

Sistem politik Iran mencakup beberapa badan pengambilan keputusan. Majelis Pakar dengan 88 anggota bertanggung jawab memilih pemimpin tertinggi serta membentuk dewan kepemimpinan sementara untuk menjalankan negara sebagai pengganti pemimpin tunggal. Kandidat Majelis Pakar diseleksi oleh Dewan Penjaga. 

Majelis Pakar dapat memilih pengganti Khamenei dalam satu sesi atau beberapa pertemuan. Proses seleksi dapat memakan waktu satu hari atau berhari-hari. Akan tetapi, majelis ini mungkin saja telah memilih pengganti Khamenei kemarin sehingga bisa mengumumkannya pada Minggu.

Sampai pengumuman pengganti Khamenei, kekuasaan konstitusional dari Pemimpin Tertinggi Iran akan dijalankan oleh dewan beranggotakan tiga orang. Dewan itu terdiri dari presiden, ketua parlemen, dan kepala peradilan dari Dewan Penjaga.

Warga menghadiri aksi berkabung atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di sebuah alun-alun di Teheran, iran, Minggu (1/3/2026). Khamenei memimpin Iran sejak 1989 yang terkenal sebagai penentang keras Barat. Khamenei tewas akibat gelombang awal serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berupaya menggulingkan Republik Islam Iran.
Warga menghadiri aksi berkabung atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di sebuah alun-alun di Teheran, iran, Minggu (1/3/2026). Khamenei memimpin Iran sejak 1989 yang terkenal sebagai penentang keras Barat. Khamenei tewas akibat gelombang awal serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berupaya menggulingkan Republik Islam Iran.

Di Iran, banyak orang turun ke jalan di kota-kota di seluruh Iran sebagai tanggapan atas berita kematian Khamenei. Mereka membawa bendera Iran dan poster Khamenei sambil menyuarakan kesedihan mereka. Di Teheran, ratusan warga berkumpul di Lapangan Inkilap untuk berduka dan mengecam AS-Israel.

”Bertentangan dengan klaim bahwa Khamenei bersembunyi di bawah tanah, ia sedang menjalankan tugasnya, berada di tengah masyarakat,” tulis media Iran.

Selain Khamenei, beberapa anggota keluarganya juga dilaporkan tewas. Menurut sumber-sumber Iran, putri, menantu laki-laki, cucu, dan menantu perempuan Khamenei turut meninggal dalam serangan itu.

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji