Kompak Alami Badai Cedera, Napoli dan AC Milan Alami Hasil Kontras

Napoli menampilkan kemampuan untuk mencari solusi dari situasi krisis pemain. Di sisi lain, performa AC Milan mulai menukik seiring absennya bintang utama.

29 Okt 2025 10:16 WIB · Olahraga

LaPresse via AP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LECCE, SELASA — Kehilangan sejumlah pemain penting belum menghentikan laju kemenangan Napoli. Membawa pulang skor minimalis 1-0 dari kandang Lecce, Stadion Via del Mare, Rabu (29/10/2025) WIB, memastikan ”Si Keledai Kecil” tetap berada di puncak jelang pergantian bulan.

Napoli mengunci tiga poin pada gim pekan kesembilan Liga Italia melalui sontekan gelandang Frank Anguissa memanfaatkan umpan dari David Neres pada menit ke-69. Itu adalah gol keempat pemain asal Kamerun itu. Dua gol tercipta secara beruntun pada laga kontra Lecce dan Inter Milan, akhir pekan lalu.

Napoli menutup bulan Oktober dengan mengoleksi 21 poin. Mereka sudah berjarak tiga poin dari pesaing terdekat, AC Milan dan AS Roma. Milan ditahan Atalanta 1-1, Rabu WIB, sedangkan Roma akan menghadapi Parma, Kamis (30/10/2025) WIB. Berkat superioritas selisih gol, Si Keledai Kecil bakal tetap di posisi pertama seandainya Roma menang dengan selisih tiga gol atas Parma.

Pelatih Napoli Antonio Conte mengatakan, gim menghadapi Lecce tidak berjalan mudah. Apalagi, mereka mengalami pertandingan yang menguras energi kontra Inter dengan berjarak tiga hari.

Italy Soccer Serie A

”Saya pikir kami seharusnya mengontrol masa akhir laga lebih baik, meskipun tidak melakukan banyak risiko. Paling penting dan paling utama, saya melihat mentalitas dari seluruh pemain,” kata Conte kepada DAZN seusai pertandingan.

Kekuatan mental itu ditunjukkan Napoli yang sempat mengalami titik terendah pada menit ke-54 ketika Lecce mendapatkan penalti. Eksekusi Francesco Camarda bisa diantisipasi oleh kiper Napoli, Vanja Milinkovic-Savic. Penyelamatan itu menjadi titik balik bagi Si Keledai Kecil hingga mencetak gol penentu tiga poin 15 menit berselang.

Rotasi

Kevin De Bruyne yang cedera, lalu Scott McTominay diistirahatkan demi melakukan rotasi. Billy Gilmour dan Eljif Elmas melengkapi susunan trio gelandang bersama Anguissa.

Tiga gelandang itu membantu Napoli bisa mengontrol pertandingan pada mayoritas pertandingan. Namun, tanpa De Bruyne dan McTominay, daya gedor Napoli dari lini kedua tidak terasa. Gilmour yang berperan sebagai gelandang bertahan, lalu Elmas yang bertugas sebagai pemain nomor 10 gagal mengkreasi satu peluang besar.

Italy Soccer Serie A

Ditambah lagi, performa trisula penyerang kurang menggigit. Lorenzo Lucca, penyerang tengah jangkung, yang menempati pos Rasmus Hojlund, hanya menciptakan dua tembakan selama satu jam tampil.

Setelah penalti itu, Conte melakukan tiga pergantian di menit ke-61. McTominay, Hojlund, dan Leonardo Spinazzolla dimasukkan untuk meningkatkan serangan. Perubahan pemain itu menghasilkan sebuah serangan berbahaya yang berbuah gol tunggal Anguissa.

”Orang-orang melupakan bahwa kami harus melakukan (rotasi) itu. Tetapi, ketika orang-orang menyebut kami mengalami keuntungan dengan cedera (Romelu) Lukaku dan De Bruyne, itu benar-benar hal absurd yang saya dengar,” kata Conte.

Setelah menang dua beruntun atas Inter dan Lecce, Napoli akan menjalani awal November yang tidak kalah berat. Mereka ditunggu enam pertandingan yang bakal menentukan nasib mereka di dua kompetisi, Liga Italia dan Liga Champions.

Si Keledai Kecil akan ditantang tim yang tengah naik daun, Como, Sabtu (1/11/2025), kemudian dilanjut menjamu tim asal Jerman, Eintracht Frankfurt, di Liga Champions. Bologna dan Atalanta adalah rival selanjutnya Napoli. Laga menghadapi dua tim kuda hitam itu akan diselingi laga internasional.

Italy Soccer Serie A

Qarabag dan AS Roma adalah penantang Napoli di pengujung November. Dua laga itu akan menjadi penentu nasib Napoli untuk lolos ke fase gugur Liga Champions serta mempertahankan posisi puncak klasemen Liga Italia.

”Kami butuh gol dari semua pemain. Gol tidak peduli berasal dari penyerang, gelandang, atau bek,” kata Conte.

”Saya membutuhkan semua pemain di masa-masa sulit saat ini. Hal terpenting adalah kami tidak pernah kehilangan semangat yang tepat,” tambahnya.

Nasib berbeda

Sementara itu, AC Milan mengalami nasib berbeda dibandingkan Napoli di tengah situasi badai cedera yang serupa. Tampil di Arena New Balance, markas Atalanta, Milan hanya membawa pulang satu poin.

Keunggulan lewat gelandang Samuelle Ricci pada menit keempat bisa disamakan Ademola Lookman pada 10 menit akhir sebelum turun minum babak pertama. Nirmenang menyebabkan ”Si Merah Hitam” gagal mempertahankan selisih satu poin dengan Napoli.

Atalanta's goalkeeper Marco Carnesecchi punches the ball away during the Serie A soccer match between Atalanta and AC Milan in Bergamo, Italy, Tuesday, Oct. 28 , 2025. (Spada/LaPresse via AP)

”Kami memiliki banyak pemain absen, tetapi secara keseluruhan tim beraksi dengan baik,” kata Pelatih Milan Massimiliano Allegri dilansir La Gazzetta dello Sport.

Milan kehilangan empat pemain utama, yaitu Christian Pulisic, Pervis Estupinan, Ardon Jashari, dan Adrien Rabiot. Badai cedera juga semakin menghujam Milan akibat masalah fisik dialami penyerang, Santiago Gimenez, sehingga hanya bisa bermain selama satu jam.

”Gimenez mengalami benturan, itu seharusnya tidak terlalu serius. Rafael Leao juga tidak dalam kondisi terbaik karena memiliki masalah di pangkal paha. Itu membuat dia kesulitan berlari cepat sehingga saya memutuskan menggantinya pada babak kedua,” ucap Allegri.

Ia menambahkan, ”Saya berharap setelah jeda laga internasional, semua pemain sudah bisa kembali.”


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari