Kompleks Olahraga Jakabaring Dilirik Menjadi Tempat Pelatnas

Pelatnas di daerah, seperti di Jakabaring, bisa menjadi solusi pemerataan pembinaan dan bagian dari upaya merawat fasilitas warisan ajang olahraga multicabang.

12 Feb 2025 20:12 WIB · Nusantara

Oleh Adrian Fajriansyah

PALEMBANG, KOMPAS – Kompleks Olahraga Jakabaring di Palembang dilirik menjadi tempat pemusatan latihan nasional atau pelatnas cabang olahraga. Dengan fasilitas yang lengkap, atlet diyakini dapat nyaman dan fokus berlatih di Jakabaring.

Rencana itu disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo saat meninjau kondisi terkini Kompleks Olahraga Jakabaring atau JSC, Rabu (12/5/2025). Dito mengatakan, peluang JSC menjadi lokasi pelatnas sangat besar. Pasalnya, JSC memiliki arena olahraga untuk latihan maupun bertanding yang cukup lengkap.

Sebagian besar arena di JSC sudah bertaraf internasional karena pernah digunakan untuk berbagai ajang berskala besar, khususnya Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Selain itu, JSC dilengkapi wisma atlet berdaya tampung ribuan orang. Arena dan wisma atlet itu berada dalam satu kompleks.

Dengan lingkungan yang tertutup, JSC semakin cocok untuk menjaga konsentrasi atlet. ”Kalau pelatnas di sini, atlet bisa fokus berlatih karena tempat latihan dan tempat tinggalnya (wisma atlet) tidak berjauhan. JSC pun berada di lokasi yang tertutup sehingga minim interaksi dengan faktor eksternal yang bisa mengganggu konsentrasi atlet,” ujar Dito.

Berdasarkan data Kompas, JSC memiliki 22 arena dari 325 hektar luas wilayahnya. Arena-arena itu, antara lain stadion sepak bola, stadion atletik, stadion akuatik, gedung bowling, dua gedung olahraga, kompleks lapangan tenis, arena panjat tebing, arena sepatu roda, arena skateboard, danau jetski, dan danau perlombaan dayung.

Kompetisi tenis berlangsung saat Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo (baju hitam bertopi hitam) meninjau kondisi terkini Kompleks Olahraga Jakabaring (JSC) di Kompleks Lapangan Tenis, JSC, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (12/2/2025). Selepas Asian Games Jakarta-Palembang 2018, kondisi sejumlah arena olahraga memprihantikan. Maka itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga berniat memboyong kejuaraan nasional maupun internasional ke Jakabaring untuk membangkitkan geliat olahraga di sana.

Sehabis mendampingi berkeliling JSC selama kurang lebih 45 menit, Direktur Pemasaran dan Operasional PT JSC Geri Radityo menuturkan, Menpora berkomitmen akan mengajak PB Pelti (tenis lapangan) untuk membuat kejuaraan rutin hingga melangsungkan pelatnas di JSC. Pasalnya, JSC memiliki 16 lapangan tenis berstandar internasional. ”Kami sangat siap kalau diberi kepercayaan untuk menjadi lokasi pelatnas tenis,” katanya.

Menurut Geri, kalau ada pelatnas di JSC, itu akan menambah pemasukan untuk perawatan arena. Itu karena bukan hanya arena yang digunakan, melainkan pula wisma atlet. ”Kalau banyak aktivitas di sini, seperti pelatnas, otomatis yang dipakai bukan hanya arena. Biasanya, wisma atlet ikut diisi,” tuturnya.

Geri menyampaikan, pihaknya sudah berpengalaman memfasilitasi kegiatan pelatihan di JSC. Setidaknya, sejumlah cabang olahraga melakukan pemusatan latihan daerah (pelatda) di sana, seperti panjat tebing, sepatu roda, dan atletik. ”Atlet squash juga aktif berlatih di sini, setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu per pekan,” ungkapnya.

Jangan hanya wacana

Pengamat olahraga Fritz E Simanjuntak berharap peluang JSC menjadi lokasi pelatnas tidak hanya menjadi wacana. Hal itu harus ditunjukkan dengan aksi nyata dari Kemenpora dengan menyiapkan perencanaan bersama pengurus cabang, terutama kepastian anggaran, jadwal pelatnas, dan target yang ingin dicapai dari pelatnas tersebut.

”Saya pribadi sangat setuju dengan rencana tersebut. Sejak lama, saya memang mengusulkan fasilitas olahraga di daerah digunakan untuk lokasi pelatnas ataupun pelatnas desentralisasi,” ujarnya.

Itu bisa menjadi solusi pemerataan pembinaan di daerah, serta bagian dari upaya merawat fasilitas warisan ajang olahraga multicabang agar tidak terbengkalai, seperti di JSC yang merupakan warisan Asian Games 2018 dan di Papua yang warisan PON 2021.

Quote

Sejak lama, saya memang mengusulkan fasilitas olahraga di daerah digunakan untuk lokasi pelatnas ataupun pelatnas desentralisasi.

Khusus di JSC, Fritz mengatakan, arena atau fasilitas yang ada tidak hanya memadai untuk pelatnas tenis, melainkan banyak cabang lainnya. Apalagi ekosistem olahraga di JSC sudah lengkap. Di samping ada arena untuk latihan maupun bertanding, JSC dilengkapi wisma atlet, dapur penyedia konsumsi atlet, dan hotel yang tidak jauh kalau harus menginap di luar wisma. ”Itu akan sangat memudahkan jalannya pelatnas di Jakabaring,” ujarnya.

Kondisi terkini Kompleks Olahraga Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/11/2024). Usai menggelar Asian Games 2018, Kompleks Olahraga Jakabaring seolah terlupakan. Kini, sejumlah arena megah di sana berlahan ditelan waktu.

Kalau ada pengurus cabang yang menilai pelatnas di JSC akan menyulitkan atlet mencari lawan latih tanding (sparing), Fritz menuturkan, itu bisa diatasi dengan menyelenggarakan kejuaraan di sana. Lagi pula, arena olahraga di JSC sudah bertaraf internasional sehingga memungkinkan menggelar ajang nasional maupun internasional.

”Sebenarnya, tidak ada alasan untuk pengurus cabang menolak pelatnas di JSC kalau memang pemerintah atau Kemenpora memintanya. Kalau memang ada yang menolak, biasanya karena faktor suasana di daerah tidak sehidup suasana di Jakarta,” tegas Fritz.


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase