Kompleksitas Alexander Isak Melawan Waktu dan Fleksibilitas Liverpool

Seandainya bisa mengulang waktu berkali-kali dan kembali ke masa lalu seperti dalam film, Alexander Isak pasti akan mengambil pilihan berbeda dari sepekan lalu.

25 Jul 2025 08:42 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Jika ada satu hal yang paling dibutuhkan penyerang Newcastle United, Alexander Isak, saat ini, mungkin itu adalah mesin waktu. Masa depan sang pemain kemungkinan besar sudah jelas seandainya bergerak aktif mencari solusi pada pekan lalu, tidak seperti sekarang yang penuh ketidakpastian.

Teka-teki ketidakhadiran Isak dalam tur pramusim Newcastle sudah terjawab. Menurut The Athletic, striker 25 tahun itu bukan sedang pemulihan cedera paha seperti yang dijelaskan oleh pihak klub. Isak menolak ikut serta dalam tur Asia karena ingin hengkang dari klub.

Kabar tersebut agak mengejutkan. Sebab, pekan lalu, Newcastle baru saja menutup pintu terhadap tawaran Liverpool untuk Isak. Sang penyerang tidak menunjukkan keinginan pindah klub. Liverpool pun berpindah target dan mendatangkan penyerang Eintracht Frankfurt, Hugo Ekitike.

Isak sangat pasif karena masih dilema. Agennya sempat melakukan pembicaraan perpanjangan kontrak dengan Newcastle. Dia meminta gaji sekitar 250.000-300.000 poundsterling, tetapi Newcastle tidak bisa memfasilitasi. Merasa pantas diupah lebih tinggi, Isak memantapkan hati untuk hengkang.

Seandainya Isak sudah menentukan sikap pada pekan lalu, jalan cerita mungkin akan berbeda. Dia kemungkinan besar sudah berseragam Liverpool. Ekitike yang sempat ditawar Newcastle, beberapa hari sebelum Liverpool, juga berpotensi menjadi pengganti Isak. Skenario itu berantakan.

Masalahnya, Liverpool merupakan tujuan paling pas untuk Isak. Pemain tim nasional Swedia itu ingin pindah ke klub yang bisa bersaing dalam gelar juara. Saat bersamaan, ”Si Merah” mampu memenuhi gaji dan uang transfernya. Situasi menjadi lebih kompleks saat ini bagi Liverpool, seusai Ekitike datang.

Pemain Newcastle United Alexander Isak (tengah) menyundul bola di pertahanan Tottenham Hotspur pada laga Liga Inggris di Stadion St James' Park, Newcastle, Sabtu (13/4/2024). Newcastle menang 4-0 pada laga itu

Ekitike dibeli dengan mahar 79 juta pounds (Rp 1,73 triliun). Selain sudah punya striker, Liverpool juga sudah mengeluarkan 295 juta pounds pada jendela transfer musim panas ini. Mereka menjadi klub dengan pengeluaran terbesar di Liga Inggris hingga saat ini.

Alan Shearer, mantan penyerang Newcastle, berkata, Isak tidak bisa pergi dengan harga normal. ”Tentu Eddie Howe (Pelatih Newcastle) bisa berusaha menahannya untuk semusim lagi. Jika tidak bisa, Anda harus bisa mendapatkan setidaknya 150 juta pounds jika dia benar-benar ingin pergi,” ujarnya kepada BBC Sport.

Sebagai konteks, Liverpool memecahkan rekor transfer Liga Inggris saat mendatangkan gelandang serang Florian Wirtz (116 juta pounds) pada Juni 2025. Artinya, jika ingin memboyong Isak, tim asuhan Pelatih Arne Slot akan memperbarui rekor tersebut dengan harga jauh lebih fantastis.

Fleksibilitas Liverpool

Menariknya, Liverpool dikabarkan masih tertarik untuk mendatangkan Isak. Mereka tidak khawatir walaupun harus mengeluarkan total 450 juta pounds dalam satu jendela transfer. Adapun jumlah tersebut akan menjadi rekor pengeluaran terbesar dalam sejarah klub.

Tanda tanya terbesar bagi Liverpool, bagaimana mereka mengatasi aturan keuntungan dan keberlanjutan Liga Inggris (PSR) dengan pengeluaran semasif itu? Beberapa klub yang tidak terlalu jorjoran saja, seperti Leicester City dan Everton, pernah dihukum karena melanggar aturan itu.

Menurut Sky Sports, setelah berkonsultasi dengan ahli finansial sepak bola, Liverpool ternyata berada dalam posisi yang sangat aman. Mereka bahkan bisa mengeluarkan 500 juta pounds di jendela kali ini dan tetap masih mematuhi PSR. Kuncinya adalah pengelolaan baik dalam beberapa tahun terakhir.

Musim lalu, misalnya, Liverpool hanya mengeluarkan 12,5 juta pounds untuk membeli Federico Chiesa. Mereka justru mengalami surplus berkat penjualan pemain yang mencapai 60 juta pounds. Artinya, mereka masih memiliki jatah uang transfer dari musim lalu yang belum digunakan.

Liverpool yang sudah mendapatkan lebih dari 60 juta pounds dari penjualan di jendela ini juga masih membuka penawaran dari klub lain. Mereka berpotensi mendapatkan 150 juta pounds tambahan dari penjualan Darwin Nunez, Luis Diaz, dan Harvey Elliott.

Penyerang Eintracht Frankfurt, Hugo Ekitike, merayakan gol ke gawang Ajax Amsterdam pada laga babak 16 besar Liga Europa di Frankfurt, Jerman, 13 Maret 2025. Ia kini direkrut Liverpool.

Problem utamanya, bersama Isak, Liverpool akan memiliki dua striker utama yang sama-sama butuh menit bermain. Ekitike yang masih ”mentah” hampir pasti akan kehilangan banyak jam terbang. Itu bukan skenario terbaik untuk pertumbuhan penyerang 23 tahun tersebut.

Dana sangat besar itu juga bisa digunakan untuk memperbaiki kualitas di lini lain, seperti pertahanan. Mereka membutuhkan bek tengah baru untuk mengawal masa depan klub. Virgil van Dijk sudah berusia 34 tahun. Sementara Ibrahima Konate akan habis kontrak pada tahun depan.

Tentu, kepindahan Isak ke Liverpool akan jauh lebih kompleks walaupun hanya berbeda sepekan. Newcastle tidak akan tergesa-gesa dalam negosiasi, sebab Isak masih terikat kontrak selama tiga tahun ke depan. Adapun penawaran terakhir Liverpool, 120 juta pounds, masih jauh dari valuasi Newcastle.

Howe masih berharap anak asuhnya itu akan bertahan meskipun Newcastle mulai melirik sosok pengganti. ”Kami punya beberapa pemain yang tidak tergantikan di klub ini. Alex salah satunya. Kami mengakui bakat dan kemampuannya. Kami akan sebisa mungkin mempertahankannya,” ujarnya.

Isak tidak bisa berbuat banyak saat ini, selain menunggu kepastian masa depan. Akibat salah pemilihan waktu, dia hanya bisa bergantung terhadap Newcastle dan klub-klub peminat. Isak mustahil memperbaiki kesalahan pilihan pada pekan lalu, sebab dia bukan karakter utama di film Sore: Istri dari Masa Depan. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto