PERANG

Konflik Meluas, Pendukung Iran di Lebanon dan Irak Mulai Bergerak

Marah karena Khamenei terbunuh, Hizbullah Lebanon dan kelompok milisi di Irak meluncurkan rudal dan pesawat nirawak. Israel membalas dan minta warga mengungsi.

02 Mar 2026 15:45 WIB · Internasional

AP

Oleh Luki Aulia

BEIRUT, SENIN — Dampak serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran meluas. Kini, jaringan kelompok pendukung Iran yang dikenal sebagai Poros Perlawanan di Lebanon dan Irak mulai bergerak. Kelompok Hizbullah di Lebanon meluncurkan serentetan roket dan pesawat nirawak ke Israel sebagai balasan atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Kelompok milisi di Irak bernama Saraya Awliya al-Dam juga menyerang pasukan AS di bandara Baghdad, Irak, dengan pesawat nirawak. Mereka salah satu dari kelompok milisi yang beroperasi di Irak setelah AS menggulingkan Saddam Hussein.

”Serangan ke Israel sebagai balasan atas darah suci Ayatollah Imam Sayyid Ali al-Husseini Khamenei dan untuk membela Lebanon dan rakyatnya. Ini tanggapan atas serangan Israel yang berulang,” sebut pernyataan dari Hizbullah, Senin (2/3/2026).

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyebut serangan roket itu tidak bertanggung jawab dan justru membahayakan keamanan dan keselamatan rakyat Lebanon. Tindakan itu justru akan memberi Israel alasan untuk menyerang Lebanon.

A displaced family who fled their house from a village in south Lebanon, sit on a street in the southern port city of Sidon, early Monday, March 2, 2026. (AP Photo/Mohammed Zaatari)

Salam berjanji akan menghentikan para pelaku serangan dan melindungi rakyat Lebanon. Pada Sabtu, Lebanon telah diberi tahu AS bahwa Israel tidak akan meningkatkan serangannya terhadap Lebanon selama tidak ada tindakan permusuhan.

Para pejabat Pemerintah Lebanon sudah meminta Hizbullah untuk tidak ikut campur dalam mendukung Iran. Mereka khawatir akan terjadi perang lagi. Padahal, Lebanon belum pulih dari perang Israel-Hizbullah terakhir yang baru selesai dengan gencatan senjata pada November 2024. Sejak itu, Israel masih melancarkan serangan hampir setiap hari ke Lebanon untuk menghentikan Hizbullah agar tidak mengumpulkan kekuatan lagi.

Ini merupakan serangan pertama Hizbullah sejak gencatan senjata. Hizbullah melemah akibat konflik dengan Israel setelah ikut mendukung Hamas dalam perang yang pecah pada Oktober 2023. Hizbullah kian lemah ketika pemimpinnya, Hasan Nasrallah, terbunuh pada 2024.

Militer Israel mengatakan, ada beberapa proyektil yang ditembakkan dari Lebanon dan jatuh di area terbuka. Tidak ada korban luka atau kerusakan apa pun. Kepala Militer Israel Eyal Zamir mengatakan, Hizbullah menyerang lebih dahulu. Ini dianggap mereka mengajak perang Israel.

Infografik Serangan AS-Israel ke Iran

Pemerintah Lebanon sudah berulang kali mengatakan tidak mau terlibat dalam konflik di Timur Tengah. Namun, terlambat. Israel sudah melancarkan serangan balasan ke Lebanon, termasuk ke ibu kota Beirut, dan menyasar Hizbullah.

Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan, serangan Israel menyasar seluruh Lebanon, dimulai dari pinggiran selatan Beirut tempat Hizbullah berkuasa. NNA juga melaporkan ”pengungsian besar-besaran” di Lebanon bagian selatan karena penduduk berusaha menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Militer Israel memerintahkan penduduk di sekitar 50 kota dan desa di Lebanon untuk segera mengungsi. Israel memperingatkan akan adanya serangan besar-besaran yang segera terjadi terhadap Hizbullah. ”Demi keselamatan, segera evakuasi rumah Anda dan pindah setidaknya 1.000 meter dari desa Anda ke area terbuka,” sebut pengumuman dari Israel.

Belasan ledakan mengguncang Beirut. Ini serangan paling intensif di pinggiran selatan Beirut sejak perang Israel-Hizbullah pada 2024. Orang-orang mengungsi dengan berjalan kaki dan menggunakan mobil, memenuhi jalan-jalan, setelah serangkaian serangan dimulai sekitar pukul 02.40 waktu setempat.

Cars sit in traffic as residents flee Israeli airstrikes in Dahiyeh, a southern suburb of Beirut, Lebanon, early Monday, March 2, 2026. (AP Photo/Bilal Hussein)

Hizbullah didirikan Garda Revolusi Iran pada 1982 dan salah satu sekutu utama Iran di Timur Tengah. ”Kepemimpinan perlawanan selalu menekankan bahwa kelanjutan serangan Israel dan pembunuhan para pemimpin, pemuda, dan rakyat kami memberi kami hak untuk membela diri dan menanggapi pada waktu dan tempat yang tepat,” sebut Hizbullah. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar