Konsistensi Menyalakan Prestasi Pemanjat Desak Made Rita

Desak Made Rita menyabet medali emas pertama dalam format baru perlombaan panjat tebing di World Games 2025. Konsistensi jadi kunci Desak raih podium ketiga kalinya.

16 Agt 2025 07:04 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Jangan tanya betapa sulitnya menjaga konsistensi, apalagi dalam olahraga yang penuh kejutan seperti panjat tebing. Namun, jika konsistensi itu bisa dicapai, prestasi akan mengikuti. Pemanjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, telah membuktikannya dengan menyabet medali emas di World Games 2025 lewat penampilan konsisten. 

Medali emas itu diraih Desak Made Rita Kusuma Dewi setelah menjadi pemanjat tercepat di antara tiga atlet lain dalam perlombaan disiplin speed empat jalur di Tianfu Park, Chengdu, China, Jumat (15/8/2025). Selepas menyentuh tombol finis dan melihat catatan waktu, Desak menangkupkan kedua tangan ke wajah. Ia bersyukur telah mempersembahkan medali emas pertama panjat tebing Indonesia di World Games 2025, ajang olahraga multicabang level dunia. 

Pencapaian tersebut juga sekaligus mengantar Desak naik podium untuk ketiga kalinya tahun ini. Pemanjat tebing asal Buleleng, Bali, ini mengawalinya dengan medali emas di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Krakow, Polandia, 6 Juli lalu. Ia lantas menyabet perak sepekan kemudian di seri Chamonix, Perancis. 

Perjalanan dari Krakow ke Chamonix lalu ke Chengdu selama sebulan terakhir ini merekam penampilan konsisten Desak. Sepanjang tiga ajang itu, Desak terhitung hanya dua kali finis melebihi enam detik. Pertama saat pemanjatan pertama kualifikasi di Krakow, yang tidak terlalu signifikan karena dibayar pada pemanjatan selanjutnya. Momen kedua terjadi semifinal perlombaan speed di Chengdu pada Kamis (14/8/2025). 

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi (tengah), meraih medali emas dalam perlombaan nomor speed empat jalur di World Games 2025, Chengdu, China, Jumat (15/8/2025) malam. Pemanjat Indonesia lain, Rajiah Sallsabillah (kanan), meraih perunggu.

Selebihnya, Desak konsisten mencapai finis dalam waktu enam detik. Di perlombaan speed putri, catatan waktu 6 detik, berapa pun angka di belakang koma, merupakan batas persaingan perebutan medali. Sulit bagi atlet putri untuk menembus minimal perempat final jika catatan waktu masih melebihi 6 detik. 

Pada perlombaan final speed empat jalur, Desak bersaing dengan sesama pemanjat Indonesia, Rajiah Sallsabillah. Selain itu, mereka juga berlomba dengan pemanjat China, Qin Yu Mei, dan Natalia Kalucka (Polandia). 

Sejak aba-aba pemanjatan berbunyi, Desak langsung melesat di dinding panjat dan memimpin hingga mencapai puncak. Ia finis dalam waktu 6,35 detik, disusul Qin 6,42 detik, dan Rajiah 6,951 detik. Kalucka harus puas tak naik podium setelah finis 6,956 detik. 

Konsistensi Desak ini tak lepas dari upayanya bangkit setelah kekalahan dramatis di Olimpiade Paris 2024. Saat itu, Desak kalah hanya 0,006 detik dari lawannya, Deng Lijuan (China). Padahal, hampir sepanjang perlombaan di dinding 15 meter itu, Desak dan Deng berada dalam posisi seimbang, bahkan hingga pegangan terakhir menuju puncak.

Quote

Bertanding di lintasan empat jalur lebih sulit, karena membutuhkan konsentrasi lebih. Selain itu, di World Games ini kami memiliki tiga nomor, padahal biasanya hanya satu.

(250815) -- CHENGDU, Aug. 15, 2025 (Xinhua) -- Qin Yumei (2nd L) of China falls as Zhou Yafei (2nd R) of China, Desak Made Rita Kusuma Dewi (1st R) of Indonesia and Takeuchi Ai of Japan compete during the Sport Climbing Women's Speed Single 4 Qualification Round at The World Games 2025 in Chengdu, southwest China's Sichuan Province, Aug. 15, 2025. (Xinhua/Chen Cheng)

Meski masih sesekali teringat momen yang membuatnya tak berhasil melaju ke semifinal Olimpiade, Desak perlahan mulai percaya diri setelah keberhasilan meraih emas perdana di Piala Dunia saat seri Krakow. Terlebih, catatan waktunya kian menajam dengan rekor personal 6,27 detik. 

Saat ditemui sebelum berangkat ke Chengdu sepekan lalu, Desak masih menunjukkan kepercayaan diri itu. Ia optimistis, kerja kerasnya saat latihan akan berbuah hasil. Kerja keras itu menghasilkan konsistensi dan konsistensi berbuah prestasi. 

Format empat jalur

”Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Chengdu atas dukungannya, serta kepada tim dan para pesaing saya. Bertanding di lintasan empat jalur lebih sulit karena membutuhkan konsentrasi lebih. Selain itu, di World Games ini kami memiliki tiga nomor, padahal biasanya hanya satu,” tutur Desak kepada IFSC. 

World Games memang menampilkan format perlombaan berbeda dengan seri Piala Dunia. Biasanya, pemanjat speed hanya berlomba pada nomor tunggal dengan dua jalur pemanjatan. Perlombaan selesai dalam waktu sehari dengan jeda antara babak kualifikasi dan babak final atau perlombaan dibagi dalam dua hari. 

Di World Games, ada pula nomor speed tunggal empat jalur dan nomor beregu relay. Perlombaan empat jalur ini merupakan inovasi baru yang mulai diperkenalkan Oktober 2024. Dengan format ini, sesuai dengan namanya, ada empat jalur yang tersedia untuk pemanjatan. 

(250815) -- CHENGDU, Aug. 15, 2025 (Xinhua) -- (L to R) Martyna Stokowiec of Poland, Sophia Marie Curcio of the United States, Amanda Narda Mutia of Indonesia and Piper Lauren Kelly of the United States compete during the Sport Climbing Women's Speed Single 4 Qualification Round at The World Games 2025 in Chengdu, southwest China's Sichuan Province, Aug. 15, 2025. (Xinhua/Chen Cheng)

Artinya, dalam sekali pemanjatan, akan ada empat peserta sekaligus beradu kecepatan di dinding panjat. Dinding panjat yang digunakan tetap memiliki ketinggian 15 meter berbentuk rata dengan kemiringan sekitar 5 derajat. Setiap jalur terdiri dari 20 poin atau pegangan besar dan 11 pegangan kecil dengan letak permanen.

Pada format biasa, dinding panjat ini hanya dibuat dua jalur untuk dua peserta. Kedua pemanjat akan berlomba menjadi atlet yang tercepat menyentuh tombol finis pada ujung dinding.

Penggunaan format baru diharapkan bisa lebih memantik daya tarik panjat tebing. Dengan tambahan dua jalur pada dinding panjat, perlombaan panjat tebing semakin terasa seperti perlombaan lari dalam atletik, khususnya lomba lari 100 meter. 

Bagi Desak dan Rajiah, format ini bukan sesuatu yang asing. Selain saat latihan di pemusatan latihan nasional juga menggunakan dinding empat jalur, mereka juga pernah berlomba dengan format serupa dalam ajang uji coba pertama speed empat jalur di IFSC 4 Speed di Spanyol, Oktober 2024. 

Saat itu, Desak keluar sebagai juara setelah mengalahkan tiga pemanjat putri lain, termasuk Rajiah. Adapun Rajiah menempati posisi ketiga. 

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Rajiah Sallsabillah (kiri) dan Desak Made Rita Kusuma Dewi (dua dari kiri), bertarung pada babak final nomor speed empat jalur IFSC 4 Speed di Madrid, Spanyol, 19 Oktober 2024. Desak keluar sebagai juara.

Di World Games, nomor speed empat jalur dan dua nomor lain dilombakan tiga hari beruntun sejak Kamis (14/8/2025). Alhasil, atlet harus menjaga stamina untuk berlomba setiap hari. 

Wajar jika kemudian tak ada euforia berlebihan dari Desak ataupun Rajiah ketika mereka memastikan medali. Pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, juga meminta kedua anak asuhannya itu tetap mengontrol emosi, tidak terlalu meluapkan kegembiraan. 

Sebab, pada Sabtu (16/8/2025), Desak dan Rajiah akan kembali berlomba. Kali ini untuk nomor speed relay atau estafet dengan setiap tim melibatkan dua atlet. Desak dan Rajiah jadi tim Indonesia 1. 

Sebelumnya, Hendra Basir juga menekankan, tidak ada target khusus yang ditetapkan untuk anak-anak asuhannya di World Games. ”Kami hanya menargetkan mereka untuk menikmati perlombaan. Namun, dengan hasil ini, saya sangat bangga dengan raihan para atlet,” ucap Hendra. 

Selain Desak dan Rajiah, panjat tebing meraih medali lain lewat pemanjat putra Kiromal Katibin. Pada nomor speed empat jalur, Kiromal meraih perak. Medali emas diraih tuan rumah lewat Long Jian Guo. 

Pemanjat tebing Indonesia, Kiromal Katibin (kiri), meraih medali perak dalam perlombaan nomor speed empat jalur putra di World Games 2025, Chengdu, China, Jumat (15/8/2025).

Di World Games, Indonesia berkekuatan empat pemanjat putra dan empat pemanjat putri. Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, turut berlomba. Namun, langkahnya terhenti pada perempat final setelah false start. 

Selain Veddriq dan Kiromal, Indonesia juga diperkuat Raharjati Nursamsa yang menempati peringkat keempat. Adapun Alfian Muhammad Fajri terhenti pada babak eliminasi untuk ke perempat final. Pada sektor putri, Puja Lestari dan Amanda Narda Mutia juga terhenti pada babak eliminasi untuk ke perempat final.

World Games 2025 yang berlangsung 7-17 Agustus mulanya melombakan cabang olahraga dan disiplin yang tidak termasuk dalam program Olimpiade. Seiring perkembangannya, banyak olahraga dan disiplin World Games yang juga telah dilombakan di Olimpiade.

Semua atlet yang berpartisipasi adalah atlet terbaik di dunia dalam disiplin masing-masing serta lolos kualifikasi melalui beberapa ajang terpilih dari Federasi Internasional. Indonesia menjadi bagian dari 11 negara yang lolos untuk berlaga di ajang tersebut dengan mengirimkan total 28 atlet yang tersebar di cabang olahraga duathlon, karate, kickboxing, panjat tebing, dan wushu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul