Lavani keluar sebagai juara babak reguler Proliga 2025. Dominasi musim ini menegaskan konsistensi mereka di jajaran elite voli Indonesia dalam empat musim terakhir.
23 Feb 2025 12:15 WIB · Olahraga
Jakarta Lavani Livin Transmedia menutup babak reguler liga bola voli Proliga 2025 dengan sempurna. Dari delapan laga, mereka menyapu semuanya dengan kemenangan. Dominasi Lavani musim ini membuat klub milik Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono itu konsisten berada di jajaran elite voli Indonesia sejak debut tiga musim silam.
Dalam laga pamungkas mereka pada babak reguler Proliga 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (22/2/2025), Lavani sukses membungkam juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor telak 3-1 (20-25, 26-24, 25-17, 25-13). Kemenangan itu membuat klub yang menjadi lambang cinta SBY untuk mendiang istrinya, Ani Yudhoyono, tak terkalahkan sepanjang babak reguler.
Lavani nyaman sendiri di puncak klasemen babak reguler dengan 23 poin dari delapan laga. Mereka sangat dominan atas empat pesaingnya, antara lain unggul 5 poin atas Bhayangkara di urutan kedua dan 13 poin atas Surabaya Samator di peringkat ketiga.
Capaian Lavani musim ini semakin meneguhkan konsistensi mereka. Klub yang lahir pada 1 Desember 2019 itu langsung meraih gelar juara Proliga di musim debutnya pada 2022 dan sukses mempertahankan gelar juara di musim berikutnya.
Musim lalu, Lavani pun tetap mendominasi. Mereka menggapai puncak klasemen babak reguler dan klasemen babak final four dengan meyakinkan sebelum akhirnya takluk secara mengejutkan 1-3 (30-28, 22-25, 22-25, 23-25) dari Bhayangkara di grand final.
Dongen Lavani tidak hanya terjadi di Proliga. Mereka mengukir jejak yang tak kalah istimewa di kompetisi voli amatir Indonesia, Livoli. Mereka menjadi runner-up Livoli Divisi Utama di musim debutnya pada 2023 sebelum akhirnya juara pada musim lalu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/23/c3f6f38e-7c3e-4ba9-9fda-b07a5a046066_jpg.jpg)
Tak hanya di level nasional, Lavani sebagai perwakilan Indonesia membuktikan mampu bersaing di tingkat internasional saat menjuarai kompetisi voli Asia Tenggara, SEA VLeague, musim 2023. Kemunculan Lavani turut menjadi oasis pembinaan voli nasional karena ikut berkontribusi melahirkan dan mematangkan sejumlah pemain yang kelak menjadi tulang punggung timnas, seperti peraih gelar setter terbaik Proliga dua musim terakhir, Dio Zulfikri.
”Apa yang diraih Lavani selama ini tidak lepas dari dukungan penuh manajemen, khususnya Pak SBY. Mereka selalu memperhatikan kebutuhan kami sehingga terus memotivasi kami untuk memberikan yang terbaik,” ujar Dio yang ikut membawa Indonesia meraih emas dalam tiga edisi SEA Games terakhir.
Di Proliga musim ini, gelar juara babak reguler membuat Lavani lebih percaya diri menatap final four. Mereka ingin terus menjaga konsistensinya di babak yang menentukan tersebut. Kendati demikian, mereka pun tidak mau terlena karena semuanya bisa terjadi di final four. Apalagi tim bisa merombak pemain asing sebelum bergulirnya final four pada 17 April mendatang.
Asisten pelatih Lavani, Erwin Rusni, mengatakan, mereka harus lebih berhati-hati di final four musim ini. Berkaca dari musim lalu, mereka sangat dominan di babak reguler ataupun final four, tetapi akhirnya tergelincir sangat fatal di grand final.
Kisah miris di grand final musim lalu tidak menutup kemungkinan bisa terulang di final four kalau Lavani tidak waspada. ”Yang paling sulit adalah menjaga grafik permainan tim dalam semusim. Biasanya, kalau grafik menanjak di awal kompetisi, ada kecenderungan menurun menjelang akhir kompetisi. Itu yang terjadi pada Lavani musim lalu. Tetapi, itu jadi pengalaman berharga untuk kami agar tidak terulang di musim ini,” tegas Erwin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/23/e0987746-c500-4412-85f9-6e08cb21314d_jpg.jpg)
Agar grafik permainan Lavani terus terjaga hingga akhir kompetisi, Erwin menuturkan, pihaknya akan memberikan pemain waktu istirahat selama sepekan sebelum memulai persiapan final four. Meski seolah bermain tanpa celah sepanjang babak reguler, mereka pun akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh.
”Ada beberapa kelemahan tim yang mesti terus dibenahi, antara lain pengembalian bola pertama servis dan blok. Itu yang sering kali membuat kami kehilangan set dalam suatu pertandingan, seperti set pertama laga tadi (melawan Bhayangkara),” kata Erwin.
Dari sisi pemain, Dio menyampaikan, mereka harus menempah mental menjadi lebih kuat. Apalagi, selain persaingan lebih sengit, jadwal pertandingan pun akan lebih padat dibandingkan dengan babak reguler. Kalau tidak siap mental, mereka bisa tergelincir.
Ada beberapa kelemahan tim yang mesti terus dibenahi, antara lain pengembalian bola pertama servis dan blok.
”Kalau babak reguler, kami kadang main sekali dan kadang dua kali dalam sepekan. Tetapi, kalau babak final four, kami selalu main dua kali dalam sepekan. Kalau tidak siap mental menghadapi jadwal padat tersebut, itu bisa berakibat fatal untuk kami,” tuturnya.
Pelatih Bhayangkara asal Kuba, Reidel Toiran, mengatakan, sebagaimana musim lalu, mereka siap kembali membuat kejutan di musim ini, termasuk mengempaskan Lavani yang tampak sangat dominan. Selain membenahi kelemahan, mereka akan mencari pemain asing baru yang lebih berkualitas untuk mewujudkan target mempertahankan gelar juara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/23/f5fac7d9-c063-4c82-ad51-68559bf573e1_jpg.jpg)
”Sebenarnya, sepanjang babak reguler musim ini kami praktis hanya mengandalkan pemain lokal karena hanya diperkuat satu pemain asing, yakni opposite hitter asal Iran, Saber Kazemi. Namun, karena permainannya tidak sesuai ekspektasi, Kazemi juga jarang dimainkan. Memasuki final four, kami akan mencari pemain asing baru dan mengisi dua slot yang tersedia agar bisa membantu kami menjadi lebih baik,” ungkap Toiran yang membawa Bhayangkara juara musim lalu.
Sebagai ”bayi ajaib” dalam kompetisi voli Indonesia, ujian sesungguhnya bagi Lavani akan tersaji pada final four mendatang. Mungkinkah dominasi mereka di babak reguler akan terus menggoreskan tinta emas yang tak bertepi. Hanya waktu yang bisa menjawab konsistensi prestasi mereka.
Penulis:
Adrian FajriansyahEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .