Sampai pukul 16.00 Wita, jumlah korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang meninggal tercatat enam orang. Sebanyak 130 korban lain masih dicari.
13 Sep 2026 17:08 WIB · Nasional
ANTARA/BAYU PRATAMA S
BALIKPAPAN, KOMPAS — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin mencatat, hingga Minggu (13/9/2026) pukul 16.00 Wita, jumlah korban kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang sudah dievakuasi berjumlah 113 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang dinyatakan meninggal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, para penumpang dievakuasi oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi kecelakaan. Menurut data sementara, ada empat kapal yang membantu evakuasi.
”Jumlah penumpang yang dievakuasi kapal TB TCP berjumlah 6 orang, 1 orang selamat, 5 orang meninggal. MT Mauhau IX mengevakuasi 16 orang, terdiri atas 15 orang selamat, 1 meninggal dunia,” katanya, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/13/e80834ddc7883e4e557284c08ee02c6a-antarafoto_posko_evakuasi_kecelakaan_kapal_motor_di_banjarmasin_1789288506.jpg)
MT Mauhau adalah kapal milik Pertamina Patra Niaga yang tengah berlayar dari Banjarmasin menuju Tuban. VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, dari 16 korban yang dievakuasi di kapal itu, salah satu korban dilaporkan mengalami luka pada bagian kaki.
Dua kapal lainnya yang berada di sekitar lokasi kecelakaan juga membawa penumpang yang mengapung di perairan. Kapal MV Haida membawa 69 orang dengan kondisi semuanya selamat dan KMP Cahaya Bahari Jaya membawa 22 orang selamat.
Berdasarkan data Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, KMP Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang. Mereka terdiri dari 30 anggota kru, 27 mitra kerja, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Adapun jumlah kendaraan di atas kapal berjumlah 89 unit.
Data evakuasi sementara mencatat, total korban yang telah dievakuasi 113 orang. Sebanyak 130 orang lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/13/b90788e4fe237b2b2f5a395d69c80b6f-cropped_image.jpg)
Menurut data di situs vesselfinder.com, KMP Virgo Transport terakhir tercatat berlayar dengan kecepatan 5,9 knot. Kapal ini tercatat sebagai kapal penumpang yang dibuat pada 1987 atau berusia 39 tahun.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengungkapkan, data manifes mencatat kapal itu milik PT Virgo Karya Shipping. Kapal bertolak dari Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2026) pukul 06.52 WIB, menuju Banjarmasin.
Kapal berukuran 8.540 GT yang dinakhodai Arief Yunianto ini dikabarkan mengalami kemiringan (listing) dan hilang kontak pada Minggu sekitar pukul 02.00 WIB di perairan Masalembo. Kapal sempat mengabarkan mengalami cuaca buruk di perairan yang berjarak sekitar 80 mil laut (sekitar 148 km) dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/13/540c18177821c2ad72dcb6aa2c7245d9-antarafoto_posko_evakuasi_kecelakaan_kapal_motor_di_banjarmasin_1789288535.jpg)
”Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan semua pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi,” kata Heri.
Pihak KSOP Kelas I Banjarmasin telah mendirikan posko tanggap darurat di Terminal Penumpang Bandarmasih Pelabuhan Trisakti untuk koordinasi intensif bersama keluarga korban dan instansi terkait.
Data evakuasi sementara mencatat, total korban yang telah dievakuasi 113 orang. Sebanyak 130 orang lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.
Hingga saat ini, penyebab pasti insiden masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang. Operasi pencarian korban lainnya masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di perairan Laut Jawa.
Untuk menyisir sisa korban yang belum ditemukan, operasi pencarian melibatkan armada laut dan udara. Selain Kantor SAR Banjarmasin, bantuan operasi juga datang dari Kantor SAR Balikpapan dan Kantor SAR Surabaya.
Penulis:
Sucipto .Editor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Retma Wati