Korban Tewas Longsor Majenang Jadi Tiga Orang, Pencarian Dioptimalkan

Sejauh ini, longsor Majenang di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyebabkan 3 orang tewas dan 20 orang masih hilang. Pencarian terus dioptimalkan.

14 Nov 2025 15:55 WIB · Lingkungan

DOKUMENTASI BNPB

Oleh Adrian Fajriansyah

JAKARTA, KOMPAS — Tim SAR gabungan kembali menemukan korban longsor Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pada Jumat (14/11/2025) pukul 10.43 WIB, korban bernama Yuni ditemukan tewas di Dusun Tarukahan, salah satu dari dua dusun yang terdampak. Dengan ini, total korban tewas menjadi 3 orang, sedangkan 20 orang masih dicari.

”Korban Yuni berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Majenang pada pukul 10.56 WIB setelah tim membersihkan material yang cukup banyak menimpa korban,” ujar Kepala Kantor SAR Cilacap Muhamad Abdullah, Jumat.

Sebelumnya, longsor menerjang Desa Cibeunying di Kecamatan Majenang, Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 20.00. Ada dua dusun terdampak, yaitu Tarukahan dan Cibuyut.

Di awal penanganan, data SAR Cilacap menyebutkan, peristiwa itu menyebabkan dua warga Tarukahan tewas dan tujuh orang masih dicari. Adapun di Cibuyut, belum ada laporan korban tewas, tetapi 14 orang belum ditemukan.

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban hilang akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/11/2025).

Setelah Yuni ditemukan pada Jumat siang, jumlah korban tewas menjadi tiga korban. Sementara itu, 20 orang masih hilang, meliputi 6 orang di Dusun Tarukahan dan 14 orang di Dusun Cibuyut.

”Proses pencarian dan penyelamatan terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri atas berbagai unsur terkait. Keselamatan dan ketepatan tetap diutamakan dalam proses evakuasi,” kata Abdullah.

Penanganan darurat

Peristiwa itu mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Karena itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto akan meninjau langsung penanganan darurat bencana di lokasi terdampak pada Jumat petang. ”Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, kunjungan ini membawa misi memastikan seluruh penanganan darurat bencana berjalan optimal, terpadu, dan menyeluruh,” ujarnya.  

Sebelumnya, BNPB melalui Deputi Bidang Penanganan Darurat (Deputi 3) Budi Irawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah berangkat lebih awal ke lokasi terdampak. Setibanya di sana, mereka langsung meninjau lokasi dan memberikan dukungan logistik serta peralatan. Budi juga memimpin koordinasi awal dengan lintas instansi terkait.

Dari laporan sementara, Suharyanto mengatakan, pencarian dan penyelamatan tetap menjadi prioritas utama. Ada 20 orang belum ditemukan. Mereka diduga tertimbun material longsoran.

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban hilang akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/11/2025).

Proses itu melibatkan sekitar 200 personel, meliputi Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tagana, PMI, TNI, Polri, dan sukarelawan serta masyarakat sekitar. Para personel itu diperkuat dengan dukungan logistik dan peralatan, antara lain alat berat serta pompa alkon. ”Semoga semua warga yang hilang bisa segera ditemukan,” ujar Suharyanto.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, selain 3 korban tewas dan 20 korban masih hilang, 23 jiwa selamat dari longsor tersebut. Warga yang selamat itu telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Quote

Di samping menimbulkan korban, longsor itu menyebabkan kerugian materiil. Ada 12 rumah yang rusak berat karena tertimbun material longsor dan 16 rumah yang tersebar di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut dalam status terancam longsor.

Di samping menimbulkan korban, longsor itu menyebabkan kerugian materiil. Ada 12 rumah rusak berat karena tertimbun material longsor dan 16 rumah yang tersebar di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut dalam status terancam longsor.

Peristiwa itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Kamis siang dan kondisi tanah yang tidak stabil. Hingga kini, cuaca yang tidak bersahabat dan tanah yang masih labil menjadi tantangan proses pencarian serta penyelamatan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar