”Drone” buatan Korea Utara meniru ”drone” bunuh diri buatan Rusia dan Israel yang banyak digunakan dalam perang di Eropa dan Timur Tengah.
15 Nov 2024 10:25 WIB · Internasional
SEOUL, JUMAT — Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan pembuatan pesawat nirawak (drone) bunuh diri dalam skala besar. Perintah Kim diwartakan kantor berita Korea Utara, KCNA, Jumat (15/11/2024), setelah ia melihat keberhasilan Korut merakit drone bunuh diri yang diyakini akan menjadi salah satu senjata pamungkas.
Kim sudah beberapa kali mengawasi uji coba pesawat serang nirawak seiring meningkatnya kerja sama militer dengan Rusia. Banyak pihak menduga Korut mendapat bantuan teknis dari Rusia dalam mengembangkan drone serang tersebut.
Drone bunuh diri itu dijuluki sebagai munisi yang gentayangan, banyak digunakan dalam perang di Ukraina dan Timur Tengah. Drone tersebut dapat mengincar dan mengejar sasaran.
Dikutip KCNA, Kim mengingatkan pentingnya membuat rantai produksi dan memproduksi drone bunuh diri secara massal. Korut juga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kecanggihan drone yang sedang mereka kembangkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/15/edc663e5c87d435c53cdc189cd0dc8a1-000_36MH9VU.jpg)
Para pengamat menilai, drone buatan Korut mirip dengan drone bunuh diri HAROP dan HERO 30 buatan Israel serta Lancet-3 buatan Rusia.
Korut diduga mendapatkan teknologi dari Rusia ataupun Iran. Diduga Iran meretas data Israel untuk mengembangkan drone mereka yang kemudian diadopsi oleh Korut.
”Drone bunuh diri yang mirip HAROP memiliki jangkauan jelajah hingga 1.000 kilometer,” kata Cho Sang-keun, Guru Besar Institut Sains dan Teknologi Maju Korea.
Menurut Cho, Korut unjuk gigi dengan menampilkan drone bunuh diri yang mampu menghantam sasaran pada tingkat taktis dan strategis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/05/17/PALESTINIAN-ISRAEL-CONFLICT_96305649_1621237207.jpg)
”Jika ada provokasi atau konflik internasional, militer Korea Selatan akan mengalami kerugian besar dari penggunaan drone bunuh diri Korea Utara,” kata Cho.
Diawali tahun 2022, Korut mulai mengirimkan drone serang ke Korsel. Upaya melumpuhkan drone tersebut sulit dilakukan karena ukurannya kecil.
Menyikapi ancaman tersebut, Korsel pada 2023 membentuk Komando Operasi Drone untuk menghadapi ancaman perang drone.
Sebaliknya, Korut juga menuduh Korsel sengaja mengirim drone ke wilayah Korea Utara. Drone Korsel membawa selebaran propaganda yang disebarkan di Korut. Pyongyang mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan wilayah Korea Utara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/10/29/54c1d7a4c8bdca412e47de252cb69cb6-000_36KL8A2.jpg)
Kementerian Pertahanan Korea Utara pada akhir Oktober 2024 memeriksa drone Korsel yang berhasil dijatuhkan. Dari analisis puing drone itu, Korut menuduh para gerombolan Korsel menyusup ke ibu kota Pyongyang.
Tayangan gambar dari KCNA menampilkan jalur penerbangan drone Korsel dari Pulau Baengnyeong di dekat kota Incheon, Korea Selatan, ke kota Pyongyang setelah melintasi Laut Kuning. Pulau Baengnyeong adalah pulau paling barat Korsel yang memilik jarak lebih dekat ke Pyongyang daripada ke Seoul.
Kementerian Pertahanan Korut menyebut tindakan itu provokasi yang melewati batas kesabaran mereka. Kementerian Pertahanan Korsel menyanggah tuduhan Korut. Namun, berselang beberapa saat, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan tidak bisa membenarkan ataupun menyanggah tuduhan Korut.
Terkait produksi drone bunuh diri, KCNA menyebutkan, persenjataan itu segera diproduksi massal. Kim Jong Un mengingatkan, persaingan dalam menggunakan drone oleh seluruh organisasi militer sedang terjadi di dunia. Para petinggi militer menyadari tingkat keberhasilan penggunaan drone dalam perang pada berbagai tingkatan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/26/8a3dcf54-8dbd-402e-a5a0-f08747114beb.jpg)
”Kita harus mengubah teori militer, praktik, dan pendidikan dengan adanya perang drone ini,” kata Kim.
Korut telah mengirimkan beragam drone ke Korsel di berbagai wilayah, termasuk Seoul. Bahkan, mereka mengirimkan drone ke daerah steril dari penerbangan di dekat Istana Presiden Korea Selatan.
Korut dan Rusia telah menandatangani kemitraan strategis menyeluruh sejak Juni 2024 yang mencakup pakta pertahanan. Saat ini ribuan serdadu Korea Utara disebut-sebut telah ditempatkan di garis depan pertempuran menghadapi Ukraina di Kursk wilayah Rusia.
Korsel dan Amerika Serikat mengatakan, para prajurit Korut itu diketahui sudah terlibat dalam pertempuran bersama prajurit Rusia menghadapi Ukraina. (AFP/REUTERS)
Penulis:
iwan santosaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan