KPK tangkap sejumlah pihak di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Bupati Kolaka Timur mengaku tidak tahu dan sedang mengikuti Mukernas Nasdem di Makassar.
07 Agt 2025 13:33 WIB · Politik & Hukum
KENDARI, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan menangkap sejumlah orang di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Sejumlah pihak ini dalam pemeriksaan di Polda Sultra. Sementara itu, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis mengaku belum tahu akan hal ini.
Hal ini dibenarkan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Kamis (7/8/2025). Meski begitu, ia belum mengungkap pihak yang terjaring operasi. ”Iya, benar. Tim masih di sana,” katanya, seperti dikutip dari Kompas.com.
Sementara itu, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis yang dihubungi mengaku tidak mengetahui hal ini. Ia sedang berada di Makassar, Sulawesi Selatan, mengikuti Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Nasdem.
”Belum tahu infonya. Saya masih di Makassar,” kata Azis, dihubungi dari Kendari.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/07/ecce2a09ac645d8c10fb1e007d6297fd-IMG_2358.jpeg)
Operasi tangkap tangan oleh KPK di Kolaka Timur bukan kali ini saja terjadi. Pada September 2021, Bupati Kolaka Timur saat itu, Andi Merya Nur, ditangkap KPK. Ia lalu ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek dana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain Merya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur Anzarullah juga ditetapkan sebagai tersangka.
Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur sebelumnya memperoleh dana hibah BNPB, yaitu hibah rehabilitasi dan rekonstruksi senilai Rp 26,9 miliar dan hibah dana siap pakai senilai Rp 12,1 miliar.
Berdasarkan penyelidikan KPK, keduanya menyepakati pemenang tender dari paket belanja jasa konsultasi perencanaan pembangunan jembatan dan rumah sebelum proyek dilelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Tender akan dimenangi perusahaan milik Anzarullah dan grup Anzarullah dengan imbalan bagi Merya dari Anzarullah sebesar 30 persen.
Merya sebelumnya menjabat posisi itu sebelum menjadi bupati menggantikan Samsul Bahri Madjid, bupati Kolaka Timur yang meninggal pada Maret 2021. Merya mengemban jabatan bupati definitif pada Juni 2021 sehingga posisi wakil bupati pun lowong. Tidak hanya itu, sekretaris daerah juga belum definitif.
Penulis:
Saiful Rijal YunusEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul