Pasangan A Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi memenangi Pilgub Sulawesi Selatan. Dari pihak rivalnya, Ramdhan-Azhar melaporkan dugaan adanya pemilih palsu.
09 Des 2024 16:37 WIB · Politik & Hukum
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/11/a8e7ad87-0b7a-4fa5-bae8-28793e48c40d_jpeg.jpg)
MAKASSAR, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan telah mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara pemilihan gubernur. Pasangan A Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi dinyatakan sebagai pemenang.
Hasil rekapitulasi menunjukkan pasangan Sudirman-Fatmawati memperoleh 3.014.255 suara. Raihan itu mengungguli rivalnya, pasangan M Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad, yang memperoleh 1.600.029 suara.
Pengumuman rekapitulasi suara dilakukan KPU Sulsel, Minggu (8/12/2024) malam. Saksi kedua tim hadir dan menandatangani berita acara rekapitulasi.
”Hasilnya sudah diumumkan. Kami sudah melakukan seluruh tahapan pilkada. Jika masih ada tim yang ingin menggugat hasilnya, itu ada prosedurnya. Bisa ke Gakkumdu atau ke MK,” kata Ketua KPU Sulsel Hasbullah, Senin (9/12/2024).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/09/2c24d9958ca6e04f9c457ac09dd6d312-IMG_6477.jpeg)
Terkait partisipasi pemilih yang hanya 71,4 persen, jauh di bawah pemilu lalu yang mencapai 80 persen, Hasbullah mengatakan hal itu tak bisa dibandingkan.
”Memang target kami tingkat partisipasi setidaknya sama dengan pemilu lalu, tapi ternyata hasilnya di bawah. Namun, tentu saja pilkada dan pemilu tak bisa dibandingkan. Jika dibandingkan dua pilkada sebelumnya yang ada di angka 68 dan 69 persen, pilkada ini berarti naik,” katanya.
Tingkat partisipasi pemilih di sejumlah daerah beragam. Ada pula yang tinggi, yakni Enrekang, yang mencapai 80 persen. Namun, di Makassar, persentasenya hanya 57,76 persen. Angka partisipasi pemilih di Makassar 599.092 dari jumlah pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), yakni 1.037.164.
”Jika dipersentasekan, berada pada angka 57,76 persen atau jika dibulatkan menjadi 58 persen,” kata Muh Abdi Goncing, Komisioner KPU Makassar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/02/2d31067606916eb67fb0ef6c8fce1103-IMG_7403.jpeg)
Dia mengatakan, awalnya KPU Makassar hanya menarget partisipasi pemilih 65 persen. Namun, melihat masifnya sosialisasi KPU hingga ke tingkat bawah, targetnya dinaikkan menjadi 70 persen.
”Tapi fakta di lapangan seperti itu. Tentu ini akan menjadi salah satu bahan evaluasi kami ke depan,” katanya.
Tim Ramdhan-Ashar melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan pemilih yang terjadi di hampir semua tempat pemungutan suara (TPS) di Sulsel. Laporan dugaan kecurangan ini dilakukan di Mapolrestabes Makassar, Senin.
”Kalau dicermati, hampir di setiap TPS pasti ada tanda tangan yang serupa dan sangat mirip. Ada yang jumlahnya puluhan, bahkan ada yang sampai ratusan, tanda tangan serupa hanya di satu TPS saja. Jika dikalkulasi, dari total 14.548 TPS di Sulsel, terdapat jutaan tanda tangan pemilih yang diduga telah dipalsukan alias bodong,” kata Asri Tadda, juru bicara tim pemenangan Ramdhan-Azhar.
M Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makassar yang juga menjadi calon gubernur pada pilgub ini, mengatakan, pelaporan ini bukan soal menang kalah.
”Bukan soal suara besar atau kecil. Ini persoalan kita menyadari demokrasi. Contoh, ditemukan dugaan tanda tangan palsu hampir ratusan ribu di Makassar. Apakah saya biarkan seperti itu, kan tidak. Sekali lagi ini bukan persoalan kalah menang, besar kecil, tapi persoalan harus kita menjaga demokrasi di jalan yang lurus,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/469acadc49a652a2f465324990cc754a-IMG_7391.jpeg)
Penulis:
Reny Sri AyuEditor:
C. Wahyu Haryo P