Krisis Bek Kanan, Percayakah Kluivert kepada Asnawi dan Sayuri Bersaudara?

Ketika Sandy Walsh dan Eliano Reijnders absen, lalu Kevin Diks kurang fit, saatnya Patrick Kluivert mencoba pemain lain. Tiga pemain tampil apik di musim ini.

30 Mei 2025 20:15 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Jelang menghadapi China pada laga Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025), otak pelatih tim nasional Indonesia, Patrick Kluivert, cukup pening. Pasalnya, Kluivert harus menghadapi setidaknya dua masalah taktik yang dihadapi akibat krisis pemain utama.

Di lini depan, absennya Marselino Ferdinan akibat akumulasi kartu kuning dan Ragnar Oratmangoen karena cedera menyebabkan Kluivert harus mencari pengganti sepadan. Tidak hanya sepadan, duo substitusi Marselino dan Ragnar juga harus cepat nyetel dengan Ole Romeny yang berperan sebagai ujung tombak utama.

Krisis terbaru muncul untuk pos bek sayap kanan. Pilihan utama, Kevin Diks, baru saja merampungkan musim pamungkasnya bersama FC Copenhagen. Diks mempersembahkan trofi Piala Liga Denmark, Jumat (30/5/2025) dini hari WIB.

Pesepak bola Timnas Indonesia Kevin Diks (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Bahrain Mahdi Humaidan (kanan) pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Pemain yang musim depan berlabuh ke Jerman bersama Borussia Moenchengladbach langsung bergabung dengan skuad di Jakarta per Minggu (1/6/2025). Dengan kondisi itu, kans Diks langsung bermain menghadapi China berisiko tinggi.

Selain masa persiapan yang kurang bersama rekan setimnya, Diks juga baru sembuh cedera hamstring. Dua laga terakhir untuk Copenhagan dilalui bek berusia 28 tahun itu dengan tidak bermain penuh.

Adapun dua calon kuat pengganti Diks, yakni Sandy Walsh dan Eliano Reijnders, juga tidak bisa bergabung dengan skuad ”Garuda”, Juni ini, akibat alasan berbeda. Sandy dibekap cedera dalam laga Liga Jepang, sedangkan Eliano meminta izin tidak bergabung untuk menemani istri jalani persalinan anak keduanya.

”Kami (tim pelatih) akan melakukan penyesuaian skuad. Kami tetap optimistis dengan kekuatan tim yang tersedia,” ujar Kluivert dalam keterangan pers.

Pelatih Indonesia Patrick Kluivert berbincang dengan trio asistennya, yakni Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, dan Alex Pastoor (kiri-kanan), pada sesi latihan di Pusat Latihan Bali United, Gianyar, Bali, Senin (26/5/2025). Kluivert menargetkan Indonesia mengalahkan China.

Dengan situasi itu, siapa yang paling pantas untuk mendapat kepercayaan sebagai bek sayap kanan inti kontra China?

Performa mumpuni

Tanpa Sandy dan Eliano serta Diks yang kurang fit, kesempatan terbaik bagi pemain-pemain binaan lokal untuk memperebutkan tempat utama pada pertandingan kontra China. Asnawi Mangkualam, Yance Sayuri, dan Yakob Sayuri bisa menjadi opsi bagi Kluivert untuk mengisi pos bek sayap kanan dalam formasi 3-4-2-1.

Pilihan kepada tiga pemain itu cukup realistis. Sebab, kekuatan China berada di bawah Indonesia saat ini sehingga Kluivert memiliki potensi untuk mencoba pemain lain. Alhasil, Diks bisa lebih fokus dipersiapkan untuk bermain penuh menghadapi Jepang, 10 Juni nanti, di Stadion Suita, Osaka, Jepang.

Asnawi dan Sayuri bersaudara tidak dipanggil Kluivert pada dua laga bulan Maret kontra Australia dan Bahrain. Jika memperhatikan data performa mereka di klub masing-masing selama kampanye kompetisi 2024-2025, ketiganya sangat layak mendapat cap timnas Indonesia.

Kapten Indonesia Asnawi Mangkualam mencetak gol dari titik penalti saat melawan Vietnam di penyisihan Grup D Piala Asia 2023 di Stadion Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Jumat (19/1/2024).Indonesia menang 1-0 atas Vietnam dan membuka peluang lolos ke babak selanjutnya. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN (SET) 19-01-2024

Misalnya, Asnawi adalah pilihan utama di Port FC untuk pos bek sayap. Ia menjadi andalan klub Thailand itu di kancah Liga Thailand dan Liga Champions Asia Dua dengan catatan 34 pertandingan dan sumbangan dua kontribusi gol. Tidak hanya bermain di pos kanan yang menjadi habitat utamanya, Asnawi juga terbiasa mengisi posisi bek sayap kiri.

Khusus di level kontinental, utama Liga Champions Asia Dua, Asnawi tak tergantikan di Port. Enam laga dilaluinya sebagai pemain utama. Akurasi operan per laga ialah 82 persen, akurasi umpan silang juga sejumlah 45 persen, dan ia juga memiliki tingkat kemenangan empat duel per laga yang cukup baik.

Dari sisi bertahan, Asnawi melakukan rerata 2,5 tekel sukses, 1,7 intersep, 3 kali pemulihan bola, dan 1,8 sapuan sukses di setiap laga yang dijalaninya di kompetisi antarklub level dua di Asia itu.

Perpanjangan kontrak hingga musim 2028-2029 pun merupakan sinyal berharganya pemain asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu untuk Port. Jangan dilupakan pula, Asnawi adalah kapten skuad Garuda ketika menciptakan catatan historis untuk kali pertama menembus fase gugur Piala Asia di Qatar, awal 2023.

Sayap tersubur

Pesaing Asnawi adalah dua bersaudara yang menjadi pemain lokal paling cemerlang untuk tim promosi, Malut United, di BRI Liga 1 2024-2025. Dalam skala nasional, hanya Egy Maulana Vikri dan Beckham Putra berstatus pemain lokal yang mampu menyaingi kontribusi dan pengaruh Yance dan Yakob di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Yance sudah mengakhiri satu tahun tidak dipanggil timnas sejak Mei 2024. Kala itu, ia juga gagal bermain akibat cedera ketika melakukan latihan perdana di Lapangan B Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.

Perbandingan pergerakan Asnawi Mangkualam dan Yance Sayuri di klubnya masing-masing selama musim 2024-2025.

Pada musim perdananya di Stadion Kie Raha, Ternate, Maluku Utara, Yance memainkan 32 pertandingan. Ia mencatatkan tujuh gol dan tiga asis. Memasukkan Yance ke dalam daftar pemain pun setara Kluivert memiliki dua pemain. Sebab, ia bisa bermain sama baiknya di posisi bek sayap kanan dan sayap kiri.

Bahkan, Yance mengoleksi hattrick perdana dalam karier profesionalnya ketika membantu Malut melibas PSIS Semarang 5-1, 16 Mei lalu.

Performa apik itu membuat laman statistik, Sofascore, memberikan rating sempurna alias 10 kepada Yance. Ia adalah satu-satunya pemain lokal yang mendapat nilai paripurna di Liga 1 musim ini.

Hanya ada empat pemain di Liga 1 2024-2025 yang pernah diberi nilai 10 oleh Sofascore untuk satu pertandingan. Selain Yance, mereka ialah Mariano Peralta (Borneo FC), Alex Martins (Dewa United), dan Moussa Sidibe (Persis Solo).

Yance mampu mencatakan delapan pemulihan bola per laga, dua sapuan per laga, dan enam kemenangan duel per pertandingan. Dalam sisi menyerang, Yance ciptakan satu umpan kunci per laga dan lakukan dua dribel sukses per laga.

Di sisi lain, saudara kembar Yance, Yakob, lebih bermain menyerang untuk Malut. Ia dipercaya Pelatih Malut Imran Nahumarury untuk mengisi tempat penyerang sayap. Meski begitu, Yakob juga tidak kaku bermain lebih bertahan.

Merujuk catatan Transfermarkt, Yakob pernah bermain masing-masing satu pertandingan sebagai bek sayap kanan dan bek sayap kiri sejak sepak mula kala membela PSM Makassar. Di era Pelatih Shin Tae-yong, Yakob juga dua kali bermain sebagai bek sayap kanan untuk timnas Indonesia.

Pemain-pemain timnas Indonesia berlatih di Pusat Latihan Bali United, Gianyar, Bali, Senin (26/5/2025). Yakob Sayuri (ketiga dari kiri) berpeluang menjadi andalan skuad ”Garuda” di sisi sayap.

Dalam pengamatan Kompas di Piala Asia Qatar 2022, Yakob diberikan tugas sebagai bek sayap pada pertengahan babak kedua ketika Indonesia menghadapi Irak, Vietnam, dan Australia.

Meskipun berstatus pemain lokal dengan jumlah gol terbanyak kedua (10 gol) di belakang Egy serta sumbang empat asis, Yakob juga memiliki koleksi statistik apik dalam bertahan. Ia catatkan enam kemenangan duel per laga, lima kali pemulihan bola per laga, serta satu sapuan per pertandingan.

Melawan China sudah saatnya Kluivert berani memberikan kepercayaan kepada pemain-pemain lokal yang tampil cemerlang selama musim ini. Beranikah, Kluivert?


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan