Pembatasan terutama untuk pesawat penerbangan jarak jauh itu berlaku sejak Selasa (10/2/2026) dan diperkirakan dapat berlangsung hingga satu bulan ke depan.
10 Feb 2026 18:35 WIB · Internasional
AFP/YAMIL LAGE
Krisis energi berkepanjangan ditambah tekanan dan sanksi dari Amerika Serikat membuat Pemerintah Kuba semakin kewalahan dalam mencukupi kebutuhan energi bagi warganya. Pemadaman listrik berjam-jam dan SPBU tidak memiliki stok bahan bakar menjadi rutinitas sehari-hari yang dijalani warga di Kuba.
Tidak hanya transportasi darat, sektor penerbangan juga mulai terimbas krisis energi di Kuba.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/fc837d5b-8244-4eb6-885b-0b48d94749d6.jpg)
Pada Minggu (8/2/2026), Pemerintah Kuba menerbitkan pemberitahuan kepada maskapai penerbangan dan pilot bahwa bahan bakar pesawat atau avtur tidak akan tersedia di sembilan bandara di seluruh Kuba, termasuk Bandara Internasional José Martí di Havana.
Pembatasan avtur terutama untuk pesawat penerbangan jarak jauh berlaku sejak Selasa (10/2/2026) dan diperkirakan dapat berlangsung hingga satu bulan ke depan.
Para pejabat penerbangan Kuba telah memperingatkan maskapai penerbangan bahwa tidak ada cukup bahan bakar untuk pesawat di Kuba. Langkah itu merupakan upaya terbaru Kuba menghemat bahan bakar karena pemerintahan Trump telah memutus akses sumber daya energi ke negara Karibia itu.
Tekanan politik dari Presiden AS Donald Trump terhadap Amerika Latin secara efektif telah memutus akses Kuba ke sumber minyak utamanya di Venezuela dan Meksiko.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/e62af82d-257c-41a6-835e-84adbb67fdf5.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/e78b6d55-505a-4b1d-be5f-a12d3363f11a.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/fe050118-4a67-46af-9b86-068ee73cb7ca.jpg)
Akhir Januari lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang akan mengenakan tarif pada barang apa pun dari negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba. Langkah Trump diyakini semakin melumpuhkan Kuba.
Penjatahan bahan bakar mungkin tidak mengganggu penerbangan regional jarak pendek. Namun, hal ini menjadi tantangan signifikan untuk rute jarak jauh dari negara-negara seperti Rusia dan Kanada yang selama ini menjadi pilar penting ekonomi Kuba dari sektor pariwisata.
Menyikapi pembatasan itu, maskapai Air Canada telah mengumumkan penangguhan penerbangan ke Kuba mulai Senin (9/2/2026). Sementara sejumlah maskapai lain juga mengumumkan penundaan dan memilih transit di Republik Dominika sebelum penerbangan dilanjutkan ke Havana.
Meskipun masalah pembatasan pengisian bahan bakar pesawat pernah terjadi sebelumnya, pengumuman resmi dalam skala sebesar ini termasuk luar biasa bahkan untuk pulau yang terbiasa dengan krisis terus-menerus. Terakhir kali pembatasan bahan bakar terjadi lebih dari satu dekade lalu. Saat itu, pesawat yang akan menuju Eropa mengisi bahan bakar di Nassau, Bahama.
Dalam situasi saat ini, maskapai rute regional dapat menghindari masalah terkait pengisian bahan bakar dengan membawa bahan bakar tambahan, atau mengisi bahan bakar di Cancun, Meksiko, dan di Republik Dominika.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/03792480-7f01-48a0-a302-6c7e8e23340b.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/f657b4c2-0565-484b-9c89-e7010149aa0a.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/8e552d0d-2b40-4c63-9dd0-63bc9e913e4c.jpg)
Kekurangan bahan bakar ini jelas memberikan pukulan bagi negara yang sangat bergantung pada sektor jasa pariwisata. Industri pariwisata Kuba pernah menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 3 miliar dolar AS dan berfungsi sebagai penopang ekonomi yang vital.
Untuk semakin berhemat dalam situasi krisis energi, Pemerintah Kuba juga telah mengurangi jam operasional bank dan menangguhkan acara-acara budaya. Di ibu kota Havana, sistem operasional bus umum terhenti. Antrean panjang warga untuk mendapatkan bahan bakar juga telah mencapai titik kritis.
Perusahaan distribusi bahan bakar mengatakan mereka tidak akan lagi menjual bensin dalam peso Kuba. Penjualan akan dilakukan dalam dolar AS dan dibatasi hingga 20 liter per pengguna.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/23084c48-0565-4161-bbae-a751182b63a5.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/6fa42e7e-5031-40a0-950f-44e3aa4341a8.jpg)
Sanksi AS terhadap Kuba telah berlaku selama lebih dari enam dekade dan telah lama menghambat perekonomian Kuba. Namun, situasi ini mencapai titik puncak baru setelah operasi militer AS menggulingkan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ditambah sikap Trump mulai mengambil langkah yang lebih konfrontatif terhadap Amerika Latin.
Bagi banyak warga Kuba, krisis ini telah menyebabkan pemadaman listrik hingga 10 jam, kekurangan bahan bakar untuk kendaraan, dan kekurangan makanan atau obat-obatan yang banyak dibandingkan dengan depresi ekonomi parah pada tahun 1990-an setelah Kuba tidak lagi menerima bantuan dari Uni Soviet saat itu. (AP)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/10/c2d8133b-3389-47a8-a81b-a2851d7cfe85.jpg)
Penulis:
Raditya Helabumi JayakarnaEditor:
Hamzirwan .Penyelaras Bahasa:
Didik Durianto