Kualifikasi Piala Asia 2026, ”Garuda Pertiwi” Tak Gentar Target Tinggi

Meskipun akan hadapi lawan berat, timnas sepak bola putri Indonesia tak gentar dengan target tinggi jadi juara grup demi lolos ke Piala Asia 2026 di Australia.

28 Jun 2025 21:06 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

TANGERANG, KOMPAS — Timnas sepak bola putri Indonesia bertekad tampil kembali di Piala Asia yang pada edisi 2026 akan digelar di Australia. Kendati tantangannya berat karena harus menjadi juara grup, tim ”Garuda Pertiwi” tak gentar menghadapinya.

Timnas putri bersaing di Grup D kualifikasi Piala Asia 2026 bersama Taiwan, Kirgistan, dan Pakistan, mulai Minggu (29/6/2025) hingga Sabtu (5/7/2025). Seluruh pertandingan di grup ini bakal dihelat di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten.

Indonesia datang ke kualifikasi dengan harapan tinggi. Apalagi, pada edisi sebelumnya, Garuda Pertiwi sukses mengakhiri penantian selama 33 tahun untuk kembali tampil di level Asia. Mereka lolos lewat babak kualifikasi setelah menyegel posisi puncak grup.

Satoru Mochizuki, pelatih timnas putri Indonesia, mengatakan, pihaknya menargetkan tim kembali juara grup agar bisa lolos lagi ke Piala Asia. Sebab, seperti kualifikasi edisi sebelumnya, hanya ada delapan tiket tersedia untuk ke Piala Asia.

Delapan tiket itu diperebutkan 34 tim di delapan grup. Artinya, hanya tim terbaik di grup masing-masing yang bisa melaju ke turnamen empat tahunan level Asia ini.

Para kiper timnas sepak bola putri Indonesia berlatih di Dewa United Arena, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/6/2025) menjelang Kualifikasi Piala Asia Putri 2026.

Pada kualifikasi Piala Asia 2022, Indonesia bisa dibilang beruntung karena salah satu lawan di Grup C, Korea Utara, mengundurkan diri akibat kondisi pandemi Covid-19. Padahal, Korea Utara merupakan salah satu tim terkuat yang saat itu menyandang predikat juara edisi 2001, 2003, dan 2008.

Selain Korea Utara, Irak juga mundur 16 hari sebelum dimulainya babak kualifikasi. Alhasil, Indonesia hanya perlu menumbangkan Singapura dalam dua laga untuk mengunci posisi puncak Grup C. Indonesia sukses menuntaskan tugas tersebut.

Pada kualifikasi kali ini, Indonesia mendapatkan keuntungan sebagai tuan rumah. Selain tidak perlu banyak adaptasi, para pemain bisa mendapatkan suntikan motivasi dari dukungan publik sendiri.

”Memang, kami targetnya juara grup. Untuk Kirgistan, Pakistan, dan Taiwan, kami belum pernah bertemu sebelumnya, jadi kami hanya bisa melakukan analisis melalui video. Namun, kami membangun tim untuk bisa menghadapi lawan mana pun,” ucap Mochizuki.

Pemain Tim Putri Indonesia U-17 Syafia Chorlienka (kiri) salim kepada pelatihnya Satoru Mochizuki setelah digantikan saat melawan Tim Putri Filipina U-17 dalam pertandingan Grup A Piala Asia Putri U-17 2024 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Senin (6/5/2024). Tim Putri Indonesia harus mengakui keunggulan Tim Putri Filipina U-17 dengan skor telak 1-6. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 06-05-2024

Di atas kertas, Indonesia sebenarnya unggul atas Kirgistan dan Pakistan yang menjadi dua lawan pertama. Shafira Ika dan kawan-kawan bakal lebih dahulu menghadapi Kirgistan pada Minggu (29/6/2025), lalu melawan Pakistan pada Rabu (2/7/2025).

Berdasarkan peringkat dunia per 12 Juni 2025, Indonesia, yang menempati posisi ke-95, berada di atas Kirgistan (136) dan Pakistan (157). Peringkat timnas putri Indonesia dalam tiga tahun terakhir atau setelah Piala Asia 2022 juga bisa dibilang lebih progresif dari kedua lawannya.

Quote

Memang, kami targetnya juara grup.

Setelah sempat terpuruk pada awal 2024 dengan menempati peringkat ke-109, posisi Indonesia perlahan naik kembali berkat beberapa kemenangan pada pertandingan dalam kalender FIFA. Sementara itu, Kirgiztan justru mencapai titik terendah dalam tiga tahun terakhir pada Juni 2025 ini setelah kalah dalam beberapa laga, termasuk dua pertemuan dengan Kazakhstan dengan skor 1-2 dan 1-3 pada Mei lalu.

Adapun posisi Pakistan cenderung stagnan. Pakistan belum aktif lagi melakoni laga-laga resmi FIFA pada tahun ini. Pertandingan terakhir mereka ialah pada 2024 ketika imbang 1-1 dengan Arab Saudi dan Bangladesh.

Pemain timnas sepak bola putri Indonesia, Viny Silfianus, diapit pemain yang trial di timnas, Isabelle Nottet, dan pemain naturalisasi Isa Warps, saat berlatih di Dewa United Arena, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/6/2025) menjelang Kualifikasi Piala Asia Putri 2026.

Taiwan lawan terberat

Hanya Taiwan yang bisa dibilang bakal menjadi lawan terberat Indonesia. Mengacu peringkat dunia, Taiwan merupakan tim dengan posisi terbaik (42) di grup. Pada 2023, mereka bahkan pernah menembus peringkat ke-37, posisi terbaik mereka dalam delapan tahun.

Walakin, Indonesia tak gentar dengan tantangan itu. Mochizuki mengatakan, pertemuan dengan Taiwan yang jadi laga pamungkas Indonesia pada Sabtu (5/7/2025) akan menjadi laga kunci bagi tim asuhannya. Namun, dia menekankan kembali bahwa mereka harus bisa mengatasi Taiwan demi target menjadi juara grup.

Pelatih asal Jepang ini pun akan melakukan rotasi pemain agar tim bisa tampil apik dalam tiga laga. ”Kami mempersiapkan tim yang bisa melawan tim mana pun, tapi juga pastinya kalau pemain bermain berturut-turut pasti akan berat. Jadi, kami akan coba rotasi dengan baik juga untuk bisa menghadapi tiga lawan dengan baik,” ucapnya.

Mochizuki membawa 23 pemain hasil pilihan dari 38 pemain yang dipanggil. Beberapa pemain merupakan pemain kelompok umur yang pernah memperkuat Indonesia di Piala Asia U-17 2024, seperti Claudia Scheunemann, Gadhiza Asnanza, dan Nabila Divany. Dua nama terakhir juga mengantarkan tim U-19 meraih peringkat ketiga Piala AFF 2025 pertengahan bulan ini.

Para kiper timnas sepak bola putri Indonesia, Iris Joska De Rouw (paling kiri), Gadhiza Asnanza, Alleana Ayu, dan Laita Roati Masykuroh berlatih di Dewa United Arena, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/6/2025) menjelang Kualifikasi Piala Asia Putri 2026.

Selain para pemain muda, ada pula pemain yang berpengalaman membela timnas, salah satunya adalah Viny Silfianus yang turut tampil di Piala Asia 2022.

Viny mengatakan, chemistry di antara mereka sudah terbentuk meski baru berlatih bersama mulai 10 Juni. Alasannya, Pelatih Mochizuki kerap menekankan soal chemistry tersebut di lapangan.

Adapun Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, pihaknya tidak mau memberi tekanan berlebih kepada timnas putri. Apalagi, sebagian besar pemain masih berusia muda.

”Jadi, saya tidak mau kasih tekanan walau dari manajemen timnas putri punya target. Tentu saya senang kalau memang bisa mencapai targetnya,” tutur Erick.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul