Kualifikasi Piala Dunia 2026, Bagaimana Peta Kekuatan Indonesia Vs Arab Saudi dan Irak?

Putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 menempatkan Indonesia di Grup B bersaing dengan Arab Saudi dan Irak. Sejauh mana peluang Timnas Indonesia?

18 Jul 2025 11:01 WIB · Olahraga

Oleh Andreas Yoga Prasetyo

Tim nasional Indonesia telah memastikan diri lolos menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan mengoleksi 12 poin dari 10 laga. Pada laga putaran ketiga, tim Garuda berhasil mencatatkan tiga kali kemenangan, tiga kali hasil seri, dan empat kali kekalahan. Secara produktivitas, timnas Indonesia berhasil membukukan sembilan gol dan 20 kali kebobolan.

Capaian ini merupakan rekor bagi Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara karena telah melangkah jauh sejak putaran pertama hingga putaran ketiga. Timnas Indonesia menjadi satu-satunya negara dengan peringkat FIFA di luar 100 besar dunia yang lolos ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Setelah memastikan lolos, Indonesia akan bertanding ke putaran keempat kualifikasi. Hasil undian menempatkan Indonesia di Grup B bersaing dengan Arab Saudi dan Irak. Undian ini diselenggarakan pada Kamis, 17 Juli 2025. Undian dilaksanakan sesuai pembagian pot yang telah ditentukan.

Seperti babak kualifikasi sebelumnya, pembagian pot ditentukan berdasarkan peringkat FIFA. Di antara lima negara yang berhasil lolos pada kualifikasi putaran keempat, Indonesia menjadi satu-satunya negara dengan peringkat FIFA di luar 100 besar dunia. Akibatnya, Indonesia harus rela berada pada pot terakhir bersama Oman yang menduduki peringkat 79 dunia.

Dalam putaran keempat ini, tim yang berhasil meraih peringkat pertama pada setiap grup secara otomatis akan lolos pada putaran final Piala Dunia 2026. Sementara tim yang berada pada peringkat kedua pada kedua grup akan saling berhadapan untuk meraih tiket play-off antarkonfederasi.

Laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan digelar pada Oktober 2025 di Arab Saudi. Indonesia akan bertemu Arab Saudi pada 8 Oktober 2025 dan bertanding melawan Irak pada 11 Oktober 2025. Lantas, bagaimana peta kekuatan negara-negara pesaing Indonesia, yakni Arab Saudi dan Irak?

kaptem timnas Indonesia, Jay Idzes (kanan), berusaha menghadang bola yang dilepaskan pemain Arab Saudi, Marwan Al Sahafi, pada pertandingan keenam Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/11/2024). Indonesia menang 2-0.

Peluang kemenangan timnas Indonesia vs Arab Saudi

Saat ini, timnas Arab Saudi berada di peringkat 59 dunia dan peringkat 7 Asia. Tim Arab Saudi  sempat terseok pada putaran ketiga sebelum akhirnya mengunci satu tiket pada babak kualifikasi putaran keempat.  

Indonesia sebenarnya nyaris tidak memiliki masalah saat berhadapan dengan Arab Saudi saat kualifikasi putaran ketiga. Tim Garuda berhasil membukukan satu kemenangan dan satu hasil seri saat berhadapan dengan Arab Saudi. Bahkan, permainan Arab Saudi terlihat tidak berkembang saat dijamu oleh Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada November 2024.

Arab Saudi menjadi tim dengan jumlah gol paling sedikit di antara lima negara lainnya yang lolos pada putaran keempat babak kualifikasi. Dengan catatan 7 gol dari 10 pertandingan, Arab Saudi banyak menuai kritikan saat berhadapan dengan lawan karena kehilangan sentuhan di lini depan.

Meski demikian, Arab Saudi tampil dengan pertahanan yang cukup baik. Arab Saudi menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit (delapan gol) di antara kontestan lainnya pada putaran keempat.

Inkonsistensi permainan Arab Saudi menjadi peluang bagi Indonesia. Kurang rapatnya lini tengah Arab Saudi yang kerap berhasil ditembus menjadi catatan penting untuk dapat dimanfaatkan oleh para pemain timnas Indonesia untuk mendapatkan poin kemenangan atas Arab Saudi.

Apalagi, secara statistik, dalam lima pertandingan terakhir (2011-2024), Indonesia mampu menahan imbang dua kali dan memetik satu kali kemenangan saat berhadapan dengan Arab Saudi. Kondisi ini tentu menjadi peluang berharga yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.  

Pemain Timnas Indonesia Thom Haye (kanan) mempertahankan bola dari kawalan pemain Irak Ahmed Yahya dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (6/6/2024). Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Peluang kemenangan timnas Indonesia vs Irak

Selain Arab Saudi, Indonesia juga dipastikan akan bertemu Irak. Timnas Irak berada pada peringkat 8 Asia. Irak menjadi negara yang harus diwaspadai Indonesia. Kekalahan telak Indonesia 5-1 pada November 2023 dan 2-0 pada Juni 2024 lebih dari cukup untuk membuktikan kekuatan Irak. Pada kualifikasi putaran ketiga, Irak juga tampil cukup stabil dengan catatan 9 kali mencetak gol dan 9 kali kebobolan.

Jika melihat dari segi permainan, Irak memiliki kekuatan berimbang antarlini pada hampir setiap pertandingan. Penampilan solid dan kekuatan fisik mumpuni menjadi kekuatan utama Irak. Guna menghadapi pola permainan yang ditawarkan Irak, Indonesia harus memiliki kekuatan fisik untuk mengantisipasi taktik high pressing dan man marking yang kerap diterapkan oleh Irak.

High pressing adalah taktik penjagaan ketat sejak lini serang hingga lini pertahanan pada pemain lawan. Sementara man marking adalah taktik penjagaan individu agar pemain tidak kalah jumlah sehingga trik lawan untuk menumpuk pemain pada satu area permainan sulit dilakukan.

Guna menunjang permainan menekan dan menyerang, Irak memiliki Ayman Hussein, pemain berusia 29 tahun yang layak diwaspadai. Catatan empat gol yang dibukukan menempatkan Ayman dalam deretan top skor bersama pemain top Asia lainnya dalam putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2025.

infografik Performa Timnas Indonesia, Irak, dan Arab Saudi di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Jika melihat peta kekuatan dan pola permainan sebelumnya, Indonesia perlu sangat mewaspadai Irak. Pasalnya, Irak memiliki pola permainan yang lebih menekan. Berdasarkan statistik pertandingan, Indonesia selalu kesulitan saat berhadapan dengan negara-negara Timur Tengah yang menerapkan strategi high pressing dan man marking.

Indonesia juga memiliki catatan rekor pertandingan yang tidak begitu baik saat berhadapan dengan Irak. Menurut catatan 11vs11, timnas Indonesia belum pernah sekali pun memetik kemenangan saat berhadapan dengan Irak sejak tahun 1973. Dalam sembilan kali pertemuan, Indonesia mencatatkan delapan kali kekalahan dan satu kali hasil imbang. Hingga kini, Irak selalu konsisten bermain dengan taktik high pressing dan man marking yang menyulitkan Indonesia.

Jarak peluang Indonesia mengikuti Piala Dunia 2026 semakin dekat. Namun, Indonesia harus mampu menjadi juara grup agar lolos secara otomatis pada putaran final Piala Dunia 2026. Syarat ini harus dipenuhi dengan berjuang mati-matian mengalahkan Arab Saudi dan Irak.

Berbekal pemain yang memiliki jam terbang di kompetisi Eropa, Asia, ataupun domestik, Indonesia harusnya mampu menyaingi negara-negara di Timur Tengah. Apalagi, Indonesia merupakan negara kedua dengan nilai pasar tertinggi dibandingkan negara kontestan lainnya dalam putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. (Litbang Kompas)


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Yoga Prasetyo
 | 

Editor:

Yohan Wahyu
 | 

Infografik:

Dicky Indratno
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto