Kuba-Indonesia Rayakan 65 Tahun Hubungan Diplomatik

Diawali perjalanan penting ”Che” Guevara ke Jakarta tahun 1959, Kuba dan Indonesia menjalin hubungan erat sejak 1960.

23 Jan 2025 07:08 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia dan Kuba merayakan peringatan 65 tahun hubungan diplomatik. Sebagai sahabat lama dengan sejarah panjang, kedua negara terus menekankan kerja sama dalam berbagai bidang di tengah tantangan global.

Perayaan hubungan kedua negara berlangsung di Aston Priority Simatupang Hotel and Conference, di Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2025) malam. Selain memperingati hubungan bilateral, acara ini juga untuk merayakan peringatan Hari Revolusi Kuba dan Hari Kelahiran Pahlawan Nasional, Jose Marti.

”Hari ini, 65 tahun lalu, Kuba dan Indonesia secara resmi menjalin hubungan diplomatik. Perjalanan yang sangat penting ini dimulai ketika Komandan Ernesto ’Che’ Guevara tiba di Jakarta pada Juli 1959 sebagai Utusan Khusus untuk Perdana Menteri Republik Kuba Fidel Castro Ruz,” kata Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau, di Aston Priority Simatupang Hotel and Conference, Jakarta.

Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau, berbicara kepada tamu di saat perayaan 65 tahun hubungan diplomatik antara Kuba-Indonesia, hari Revolusi Kuba, dan hari Kelahiran Pahlawan Nasional, Jose Marti di Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, Jakarta, Rabu (22/1/2025), malam.

Dalam acara itu, hadir CEO Archipelago John Flood, Direktur Amerika II Kementerian Luar Negeri RI Epiphania Riris Wusananingdyah, dan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto. Pengamat militer dan Duta Besar Dunia Pendidikan dan Iptek untuk Universitas Saint Petersburg, Connie Rahakundini Bakrie, turut kelihatan.

Hubungan diplomatik kedua negara resmi terjalin pada 22 Januari 1960. Sejak itu, Indonesia dan Kuba bekerja sama dalam berbagai bidang, seperti bioteknologi, kesehatan, pariwisata, olahraga, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia. Kuba turut mengirim misi kemanusiaan saat terjadi bencana di Aceh pada 2004 dan di Yogyakarta pada 2006.

Menurut Grau, beberapa perjanjian kerja sama masih aktif sampai sekarang. ”Tetapi, kita harus berusaha untuk membangun berdasarkan fondasi ini dengan mengimplementasi strategi inovatif yang melampaui batasan geografis,” ujarnya.

Grau melanjutkan, perayaan tersebut turut memperingati dua tanggal penting dalam kalender nasional Kuba, yaitu Revolusi Kuba dan kelahiran Jose Marti. ”Kami berharap acara hari ini akan merawat apresiasi mendalam untuk budaya Kuba sembari Anda menikmati sejarah, musik, tarian, pemandangan, dan tradisi kuliner Kuba,” tuturnya.

Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau, berbicara kepada tamu di saat perayaan 65 tahun hubungan diplomatik antara Kuba-Indonesia, hari Revolusi Kuba, dan hari Kelahiran Pahlawan Nasional, Jose Marti di Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, Jakarta, Rabu (22/1/2025), malam.

Komitmen dukung

Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi RI Velix Vernando Wanggai, sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia, mengatakan, kerja sama Kuba dan Indonesia berdasarkan tujuan bersama dan rasa saling menghormati.

”Indonesia mendukung berakhirnya embargo terhadap Kuba yang membebani rakyat khususnya. Ikatan antara Indonesia dan Kuba membawa dampak yang bermakna, seperti pembebasan visa untuk paspor diplomatik serta kerja sama teknologi, kesehatan, olahraga, dan penanggulangan narkoba,” ujar Velix.

Velix berterima kasih atas kontribusi Kuba di masa-masa sulit Indonesia saat bencana alam terjadi. Selanjutnya, kedua negara bisa mengembangkan kerja sama di bidang pengembangan kapasitas dan kontak antarmasyarakat.

Selain itu, Velix menuturkan, investasi di antara kedua negara perlu ditingkatkan. ”Di masa depan ada potensi untuk memperdalam hubungan di antara kedua negara sehingga kita bisa menghadapi tantangan global dan menginspirasi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .