Kunjungan Pertama, Jasa Presiden Prabowo dan Harapan Masyarakat NTT

Kendati hanya beberapa jam di NTT, Prabowo telah menyerap banyak aspirasi dan mendengarkan harapan masyarakat.

04 Des 2024 14:41 WIB · Politik & Hukum

Oleh Fransiskus Pati Herin

 

Teriakan massa menyambut Presiden Prabowo Subianto yang tiba di gerbang kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (4/12/2024) sekitar pukul 09.00 Wita. Turun dari mobil, Presiden sempat menyalami warga yang berdiri menunggu sejak beberapa jam sebelumnya.

Tak sampai satu menit, ia lalu melangkah masuk ke halaman kampus tempat berlangsungnya acara Tanwir dan Milad Ke-112 Muhammadiyah, salah satu ormas Islam terkemuka di Indonesia. Warga terus berteriak gembira hingga Prabowo menghilang dari pandangan mereka.

Inilah untuk pertama kali Prabowo datang ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI. Masyarakat antusias menyambut dirinya. Ada yang datang membawa anak balita, bahkan ada warga yang menggunakan kursi roda ikut menunggu di depan kampus.

”Senang sekali bisa melihat beliau secara dekat. Semoga beliau sehat terus,” kata Noldi (26), seorang sopir. Pria yang berasal dari Kabupaten Belu itu kebetulan ada di dekat tempat itu karena menyopiri beberapa anggota Pasukan Pengamanan Presiden.

Arak-arakan kendaraan Presiden Prabowo Subianto tiba di kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (4/12/2024).

Satu hal yang paling diingat Noldi tentang sosok Prabowo adalah terkait selamatnya Wilfrida Soik, pekerja migran asal NTT, dari hukuman mati di Malaysia lebih dari 10 tahun silam. Prabowo menyewa pengacara untuk membebaskan Wilfrida dari vonis hukuman gantung. Wilfrida didakwa membunuh majikannya.

Prabowo yang waktu itu bukan pejabat negara beberapa kali pergi ke Malaysia untuk menemui Wilfrida. Wilfrida adalah pekerja migran nonprosedural yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Ia berasal dari salah satu desa terpencil di Kabupaten Belu.

Aktivis anti-TPPO,  Gabriel Goa, berpendapat, pembebasan Wilfrida Soik menjadi salah satu tonggak penting bagi pemberantasan TPPO di Indonesia. Kala itu, pemerintah berkomitmen menutup celah praktik TPPO berulang. Sayangnya, upaya itu belum berhasil. TPPO malah semakin masif dan diduga melibatkan oknum aparat negara.

NTT, kata Gabriel, masih menjadi sasaran rekrutmen pekerja migran nonprosedural. Para pelaku bebas berkeliaran tanpa tersentuh aparat penegak hukum. Masyarakat miskin dengan tingkat pendidikan rendah dengan mudah diperdaya.

Warga menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (4/12/2024).

Sepanjang tahun ini, hingga akhir Oktober 2024, NTT sudah menerima kiriman 109 jenazah pekerja migran dari beberapa negara, kebanyakan Malaysia. Hampir semuanya pergi tidak melalui prosedur yang benar. Mereka menjadi korban perdagangan orang.

”Oleh karena itu, Prabowo yang pernah menyelamatkan korban TPPO diharapkan dapat berbuat lebih saat ia kini menjadi orang nomor satu di Indonesia. Sebagai presiden, ia bisa melakukan banyak hal. Itu yang ditunggu para aktivis anti-TPPO,” katanya.

Kampus Ben Mboi

Tahun 2019 Prabowo bergabung dengan pemerintahan menjadi Menteri Pertahanan RI. Dengan kewenangannya, ia menghadirkan kampus Politeknik Ben Mboi, Universitas Pertahanan RI di Belu. Kampus diresmikan pada Maret 2022 dan kini telah meluluskan angkatan pertama. Jurusan yang tersedia adalah perikanan dan pertanian lahan kering.

Mayor Jenderal Agus Winarna, mantan Dekan Politeknik Ben Mboi, beberapa waktu lalu, mengatakan, Prabowo membangun kampus tersebut agar menjadi tempat belajar bagi generasi muda di perbatasan. Kampus itu berada di dekat perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Warga bersorak menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di gerbang kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (4/12/2024).

”Itulah bentuk kecintaan Pak Prabowo terhadap NTT. Beliau ingin akses pendidikan merata sampai di batas negeri, dan hari ini masyarakat NTT sudah menikmati manfaatnya,” kata Agus.

Linda Metom (45), salah satu orangtua mahasiswa Politeknik Ben Mboi, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Prabowo. Kampus berasrama itu tidak memungut biaya. Bahkan, setiap mahasiswa diberi uang saku.

Linda berharap lulusan dari kampus itu diberi kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan di lembaga pemerintah atau diberi jalur khusus jika ingin mendaftar sebagai prajurit TNI. ”Kualitas lulusan sangat bagus, terutama dari sisi karakter,” katanya.

Selepas membuka acara Tanwir dan Milad Ke-112 Muhammadiyah pada Rabu pagi, Prabowo langsung meninggalkan NTT. Kendati hanya beberapa jam di NTT, ia telah menyerap banyak aspirasi dan mendengarkan harapan masyarakat. NTT menunggu sentuhan lanjutan dari Prabowo.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Pati Herin
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan