Kunjungi Maluku, Wapres Ingin Pastikan Pemerataan Pembangunan di Timur Indonesia

Pemerataan pembangunan merupakan salah satu agenda utama dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Kunjungan kerja ke daerah dilakukan untuk memastikan visi itu dijalankan.

14 Okt 2025 20:12 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nino Citra Anugrahanto

JAKARTA, KOMPAS — Wakil Presiden Gibran Rakabuming melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku, Selasa (14/10/2025).

Dua titik proyek strategis dikunjunginya, yakni Bendungan Way Apu di Buru dan pembangkit listrik terapung di Maluku Tengah. Kedatangannya bertujuan untuk memastikan pembangunan berlangsung merata hingga ke wilayah timur Indonesia. 

Titik pertama yang dikunjungi Wakil Presiden (Wapres) Gibran dalam kunjungan kerjanya itu ialah Bendungan Way Apu. Bendungan itu termasuk sebagai salah satu proyek strategis nasional. Keberadaan infrastruktur itu menjadi bagian dari upaya melakukan pemerataan pembangunan.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden, kedatangan Wapres Gibran sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong terjadinya pemerataan pembangunan. Ia pun meminta agar proyek itu mampu diselesaikan tepat waktu dan segera memberi manfaat bagi masyarakat setempat. Sejumlah manfaat itu antara lain peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, serta mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. 

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau progres pembangunan Bendungan Way Apu, di Buru, Maluku, Selasa (14/10/2025). Kunjungan kerjanya kali itu ingin memastikan pembangunan berlangsung merata sampai ke wilayah Timur Indonesia.

”Jadi, harapan beliau ini agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Kementerian Pekerjaan Umum Fery Moun Hepy, yang ikut mendampingi Wapres Gibran selama meninjau Bendungan Way Apu.

Fery menjelaskan, bendungan itu ditargetkan rampung dikerjakan pada September 2026. Ia menyatakan, pemantauan perkembangan pengerjaan proyek bakal dipantau ketat oleh Wapres Gibran. Pihaknya pun akan selalu berupaya agar progres pembangunan berlangsung sesuai tenggat yang ditentukan.

Jika kelak rampung dibangun, Bendungan Way Apu diproyeksikan mampu mengairi sekitar 10.000 hektar sawah. Sejalan dengan itu, kecukupan air bersih juga terjamin. Ancaman banjir pun diyakini akan berkurang. 

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau progres pembangunan Bendungan Way Apu, di Buru, Maluku. Kunjungan kerjanya kali itu ingin memastikan pembangunan berlangsung merata sampai wilayah Timur Indonesia.

Lebih dari itu, Bendungan Way Apu juga dilengkapi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 8 megawatt. Keberadaan fasilitas itu akan menjadi sumber energi ramah lingkungan bagi wilayah tersebut. 

”Proyek ini diharapkan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru dan memperkuat peran Maluku dalam menopang ketahanan pangan nasional,” sebut keterangan tertulis dari BPMI Sekretariat Wakil Presiden. 

Selepas dari Bendungan Way Apu, Wapres Gibran melanjutkan kunjungan kerjanya ke proyek strategis lainnya, yakni Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 1 Ambon, di Desa Waai, Maluku Tengah. Infrastruktur berupa pembangkit listrik terapung itu berkapasitas 60 megawatt. 

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau operasional Barge Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 1 Ambon, di Desa Waai, Maluku Tengah. Infrastruktur berupa pembangkit listrik terapung itu memiliki kapasitas 60 Megawatt. Keberadaan infrastruktur itu menjamin stabilitas pasokan listrik di wilayah Ambon dan sekitarnya.

Menurut Wapres, pengelolaan BMPP tidak hanya berorientasi terhadap ketersediaan daya. Hendaknya infrastruktur itu juga diarahkan pula guna memperkuat aktivitas perekonomian masyarakat. Kestabilan pasokan listrik diyakininya akan membuat denyut nadi perekonomian daerah setempat. 

”Listrik yang stabil menjadi fondasi bagi geliat usaha rakyat di pasar, warung, ataupun sektor jasa, sekaligus membuka peluang investasi di daerah,” demikian keterangan tertulis itu.

General Manager PLN Maluku dan Maluku Utara Noer Soeratmoko menyampaikan, seiring beroperasinya BMPP Nusantara 1, pasokan listrik semakin aman dan mencukupi di wilayah Ambon. Adapun operasional pembangkit listrik itu telah berlangsung sejak 2022. Kini, ia bersama jajarannya terus berupaya mengoptimalkan fasilitas itu guna menjamin kebutuhan warga atas pasokan listrik. 

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau operasional Barge Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 1 Ambon, di Desa Waai, Maluku Tengah. Infrastruktur berupa pembangkit listrik terapung itu memiliki kapasitas 60 Megawatt. Keberadaan infrastruktur itu menjamin stabilitas pasokan listrik di wilayah Ambon dan sekitarnya.

”Ini kalau dioptimalkan sangat bagus sekali karena kita masih banyak cadangan daya yang bisa dioptimalkan. Jadi, kalau ada investor mau masuk ke Ambon, jangan khawatir degnan listriknya,” kata Noer. 

Kehadiran Wapres Gibran, sebut Noer, memberikan motivasi besar baginya dan segenap timnya untuk senantiasa memberikan layanan listrik terbaik. Terlebih lagi, para pekerja yang sehari-harinya menyambungkan listrik pada wilayah terjauh untuk mewujudkan pemerataan pembangunan itu turut ditemui Wapres. Ini menjadi semacam penghargaan atas kerja-kerja mereka selama ini.

”Ini menjadi motivasi bagi teman-teman, bahwa teman-teman yang ada di daerah. Apalagi mendapat dukungan dan penghargaan dari Bapak Wapres sehingga ini juga akan menambah semangat kami untuk melistriki negeri ini,” kata Noer.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nino Citra Anugrahanto
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra