Ambisi Vincent Kompany memberikan gelar ganda domestik untuk Bayern Muenchen sirna. Xabi Alonso berjarak tiga gim untuk ciptakan sejarah baru bagi Leverkusen.
04 Des 2024 11:12 WIB · Olahraga
MUENCHEN, RABU — Dua musim Xabi Alonso menangani Bayer Leverkusen memastikan kegagalan Bayern Muenchen menancapkan dominasi tak tertandingi di kancah domestik Jerman. Seusai mengakhiri superioritas ”Die Roten” selama 11 musim di Liga Jerman musim lalu, Leverkusen dan Alonso menyingkirkan Muenchen di Piala Liga Jerman edisi 2024-2025.
Gol tunggal melalui sundulan pemain pengganti, Nathan Tella, yang menerima umpan Alex Grimaldo di menit ke-69 memastikan keunggulan Leverkusen. Tim berjuluk ”Die Werkself” itu pun melaju ke babak perempat final Piala Liga Jerman berkat menang 1-0, Rabu (4/12/2024) dini hari WIB, di Stadion Allianz Arena.
Kemenangan Leverkusen itu juga menggagalkan ambisi Pelatih Muenchen Vincent Kompany untuk menorehkan gelar ganda domestik ke-14, yaitu Liga Jerman dan Piala Liga Jerman. Hingga pekan ke-12 Liga Jerman musim ini, Muenchen unggul empat poin dari pesaing terdekat, Eintracht Frankfurt. Mereka meninggalkan Leverkusen di peringkat ketiga dengan gap tujuh poin.
Namun, Leverkusen yang justru lebih dekat menciptakan sejarah baru dalam sejarah klub. Alonso berpeluang membantu Die Werkself meraih gelar Piala Liga Jerman beruntun setelah meraih gelar ganda domestik pada musim 2023-2024.
”Ini adalah malam yang penting bagi kami. Menang atas Muenchen, yang sangat kuat musim ini, adalah hal yang istimewa. Kami sangat senang,” ujar Alonso dilansir laman klub.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/04/265d29ab72ffcb6cc77cd0d8c5d0311c-Germany_Soccer_Cup_125920827.jpg)
Selain dominasi Muenchen yang sulit ditandingi di Liga Jerman musim ini, keuntungan bermain di kandang sendiri dalam duel gugur juga membuat Muenchen lebih diunggulkan. Namun, Alonso meramu taktik yang membantu Leverkusen membuat Muenchen kehabisan akal untuk mengejar kemenangan.
Leverkusen bermain reaktif untuk membiarkan Muenchen menekan lebih dominan. Tim tuan rumah dibiarkan menguasai bola lebih banyak dengan 58 persen penguasaan dan mencatatkan 420 umpan akurat.
Meskipun mencatatkan 14 tembakan, Muenchen hanya torehkan 0,79 expected goals (xG) dan satu peluang besar. Sebaliknya, Leverkusen, yang bermain lebih menunggu dan mengutamakan proses transisi cepat, menghasilkan 11 tembakan dengan 1,07 xG. Dua peluang besar juga mampu dikreasikan Granit Xhaka dan kawan-kawan.
Robert Andrich, gelandang bertahan Leverkusen, tidak peduli dengan performa timnya yang gagal tampil dominan seperti biasanya. Koleksi 42 persen penguasaan bola di Allianz Arena amat jauh dari rerata 61 persen penguasaan bola per laga Leverkusen di musim ini. Akurasi umpan mereka dengan rata-rata 86 persen juga menurun menjadi hanya 82 persen kontra Bayern.
”Kami memang tidak menyajikan gim bagus dalam hal permainan, tetapi yang paling utama akhirnya kami menang. Kami melaju ke babak berikutnya,” kata Andrich kepada Sky.
”Dalam Piala Liga Jerman, penting untuk memprioritaskan hasil akhir,” ujarnya menambahkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/04/379107dee0bbc241084c3b8b3e90ef6e-Germany_Soccer_Cup_125920537.jpg)
Leverkusen hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk tampil pada partai puncak di Berlin, Mei 2025. Mereka pun terpisah tiga laga untuk meraih gelar Piala Liga Jerman ketiga dalam sejarah.
Apabila bisa mencapai prestasi itu, Alonso juga bakal mencetak sejarah baru. Mantan gelandang tim nasional Spanyol itu sudah mencatatkan kemenangan di sembilan gim perdana Piala Liga Jerman sebagai pelatih.
Alonso hanya tertinggal satu kemenangan untuk menyamai rekor milik Louis van Gaal dan Pep Guardiola. ”Saya bangga kami bisa melaju ke fase selanjutnya setelah menjalani pertandingan sangat berat,” ucap Alonso.
Gejala rencana permainan Leverkusen berjalan lancar sudah terlihat ketika gim berjalan 17 menit.
Kiper sekaligus kapten Muenchen, Manuel Neuer, diganjar kartu merah karena menabrakkan diri kepada penyerang sayap Leverkusen, Jeremie Frimpong. Pemain asal Belanda itu lolos dari jebakan offside Muenchen untuk menerima umpan jauh di sepertiga akhir pertahanan tim tuan rumah.
Gaya Neuer yang berdiri menjauh dari gawang menyebabkannya memutuskan untuk memotong aliran bola itu. Namun, Neuer justru menabrakkan diri kepada Frimpong. Wasit Harm Osmers tanpa ragu merogoh kartu merah dari sakunya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/04/c0df39d7b75ebf6a910b2dd27b973188-FBL_GER_CUP_BAYERN_MUNICH_LEVERKUSEN_125918808.jpg)
Itu adalah kartu merah pertama dalam karier profesional Neuer yang telah menjalani 864 pertandingan.
”Hukuman itu sangat melukai saya. Sejatinya itu bukan situasi yang aktif karena dia (Frimpong) berlari ke arah saya, tetapi akhirnya saya tidak punya kuasa dan harus menerima keputusan wasit,” kata Neuer seusai laga dilansir Kicker.
Neuer mengakhiri rekor 10 tahun Muenchen untuk hukuman kartu merah kepada kiper mereka. Kiper Muenchen terakhir menerima kartu merah adalah Pepe Reina pada musim 2014-2015.
Kompany mengakui, bermain dengan 10 orang dalam lebih dari 70 menit membuat situasi menyulitkan timnya. Ia pun berterima kasih kepada suporter Muenchen yang tanpa henti memberikan dukungan kepada pemainnya.
”Anak-anak memberikan segalanya. Kami memiliki kesempatan untuk mencetak gol, tetapi sayangnya gagal memanfaatkan itu. Usaha pemain impresif dan menunjukkan karakter luar biasa,” ujar Kompany dilansir laman klub.
Dengan gugur di Piala Liga, Kompany hanya menyisakan Liga Jerman dan Liga Champions untuk mempersembahkan trofi pada musim perdana mengasuh Die Roten.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra