Laga klasik Persija Jakarta melawan Persib Bandung kembali digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (16/2/2024). Pertandingan ini sarat gengsi.
15 Feb 2025 20:00 WIB · Olahraga
Pekan ke-23 BRI Liga 1 2024/2025 menjadi salah satu momen paling dinanti penggila bola Tanah Air. Salah satu pemicunya adalah laga yang mempertemukan Persija Jakarta dengan Persib Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (16/2/2025). Adu gengsi tingkat tinggi bakal mewarnai laga klasik ini.
Seperti laga kedua tim sebelumnya, pertandingan kali ini juga diprediksi bakal ketat. Persija boleh jadi berstatus tuan rumah. Stadion Patriot, berkapasitas 30.000 orang, berpotensi dipenuhi Jakmania, pendukung Persija.
Namun, Persija sedang tidak dalam tren terbaik. ”Macan Kemayoran” belum pernah menang dalam tiga laga terakhir. Dalam laga melawan Persib di putaran pertama, Persija juga kalah 0-2.
Sebaliknya, meski berstatus tamu, Persib kini nyaman di puncak klasemen sementara Liga 1 atau unggul 10 angka atas Persija yang ada di peringkat ketiga. ”Maung Bandung” bahkan belum pernah kalah di kandang lawan musim ini.
Akan tetapi, statistik kerap hanya angka bila kedua tim bertemu. Kualitas mental kedua tim justru berpotensi besar menentukan hasil akhir laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/15/7176619a4468a508b1151bca481703a2-persib_bobotoh.jpg)
Mental itu juga yang coba dipompa ribuan bobotoh atau pendukung Persib di sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Kamis (13/2/2025). Sesi itu adalah latihan terakhir sebelum tim pergi ke Bekasi.
Spanduk bertuliskan nama punggung pemain dibentangkan. Suar putih-biru dinyalakan. ”Fight Without Fear…,” begitu kata bobotoh.
Kiper Persib asal Filipina, Kevin Ray Mendoza, sangat terkesan dengan suntikan semangat itu. Ia menyebut, sepanjang kariernya baru kali ini mendapat cinta dari pendukung tim. ”Mereka menjadi alasan kami untuk terus berjuang,” kata Kevin Ray.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/09/19/950bc8fa-cb78-46c0-adad-54231e804298_jpg.jpg)
Jakmania juga melakukan hal serupa pada Jumat (14/2/2025). Mereka ramai-ramai datang mendukung tim kesayangannya saat berlatih di Training Ground Persija di Depok.
Bendera Persija dan kelompok suporter dari berbagai daerah dibentangkan. Di pinggir lapangan ada nyala suar oranye, warna khas Jakmania. Yel-yel agar mereka jangan sampai kalah diteriakkan. Mereka berjanji datang lebih banyak saat laga digelar nanti.
Tidak ada data pasti mengapa laga kedua tim penuh gengsi. Keduanya bukan rival satu kota. Jarak di antara keduanya pun lebih dari 150 kilometer.
Akan tetapi, aura laga keduanya selalu membara. Akibatnya, banyak hal spesial yang mesti dilakukan berbagai pihak saat kedua tim bertarung.
Salah satu yang unik adalah penggunaan kendaraan taktis (rantis). Hanya di laga Persib-Persija, pemain dan ofisial tim tamu masuk stadion memakai rantis. Bahkan, dengan alasan keamanan, pernah ada pemain dan ofisial diminta memakai rompi antipeluru.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2018/06/29/0fd97d40-4569-4491-a053-78a33e353857_jpg.jpg)
Pendukung kedua tim juga sudah lama tidak berada di dalam satu stadion yang sama. Pendukung tim tamu dilarang datang demi mencegah pertikaian dengan suporter tuan rumah.
Tidak hanya itu, persaingan pendukung kedua tim juga tergambar lewat sinema. Pada 2009 sempat muncul film berjudul ”Romeo & Juliet”. Isinya kisah cinta pendukung Persija dan Persib.
Meski berbagai mitigasi dilakukan, tetap tidak mudah mengendalikan nafsu dan emosi jutaan orang di dalam dan di luar stadion. Masih ada pendukung tim tamu yang nekat datang. Berhadapan dengan reaksi berlebihan suporter tuan rumah, nyawa tidak jarang jadi taruhannya.
Nama Haringga Sirla, Lazuardi, dan Ricko Andrean, misalnya, bisa jadi mulai dilupakan. Namun, sejarah akan terus mengingat mereka sebagai korban fanatisme sempit pendukung sepak bola.
Kini, menjelang laga perdana Persija-Persib di tahun 2025, rantis masih akan tetap digunakan. Pendukung tim tamu kembali dilarang datang demi mencegah perselisihan.
Sebagai gantinya, Persib menggelar acara nonton bareng dari bioskop hingga markas koramil. Persija juga meminta Jakmania menjaga ketertiban di lapangan.
Cinta dan antusiasme pada tim kesayangan diminta tidak ditunjukkan dengan tindakan berpotensi sanksi. Itu termasuk di antaranya intimidasi berlebihan hingga menyalakan suar di lapangan.
Tidak hanya pendukung yang antusias, pemain dan ofisial tim juga tidak sabar berlaga.
Kemenangan bakal berarti ganda. Selain menjaga posisi di klasemen, kemenangan pasti ampuh mengangkat moral tim melewati 12 sisa pertandingan musim ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/30/2fb1cd6c2b37c813b5010226b93f516b-antarafoto_persib_bandung_menang_atas_malut_united_1735550570.jpg)
Gelandang Persib, Marc Klok, misalnya, antusias menanti pertandingan itu. Dia bahkan sengaja membuat video khusus yang diunggah di media sosialnya. Isinya tentang latihan hingga persiapan mental jelang laga.
”Kami ingin menjaga tren positif belum pernah kalah di kandang lawan,” kata eks pemain Persija ini.
Akan tetapi, Klok sadar itu tidak akan mudah. Persija punya banyak pemain berkualitas.
Di belakang, ada trio Ondrej Kudela, Muhammad Ferarri, dan Rizky Ridho. Di depan, Persija juga punya pemain tajam seperti Marko Simic dan Gustavo Almeida.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/07/20/0b11d670-104b-49ef-83cd-4fc5148ca710.jpg)
Pelatih Persib Bojan Hodak mengatakan tidak berada dalam kondisi tertekan menjelang laga melawan Persija. Menurut dia, tekanan justru berada di Persija. Tuan rumah pasti dituntut menang di kandang.
”Akan tetapi, kami akan tetap berjuang untuk menang. Kemenangan adalah hal yang fantastis,” kata Hodak.
Pelatih Persija Carlos Pena paham kemenangan patut diperjuangkan. Tidak hanya mendapat poin, menang melawan Persib dibutuhkan untuk merayakan perjuangan bersama Jakmania.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/04/0613fc97-9dfc-4d68-b948-d08d94ccb162_jpg.jpg)
”Kami akan mengumpulkan energi untuk mendapatkan tiga poin. Tetap fokus, lakukan pekerjaan dengan baik, dan harus dapat kemenangan di kandang,” ujar juru taktik berusia 41 tahun tersebut.
Persija-Persib dinantikan menghadirkan laga terbaik untuk para pendukungnya. Namun, persaingan seharusnya hanya ada di lapangan saat laga berlangsung. Selepas itu, semuanya bersaudara, sama-sama mencintai sepak bola.
Penulis:
Cornelius Helmy HerlambangEditor:
Mukhamad Kurniawan