Indonesia memastikan partisipasi di Kejuaraan Voli Asia (AVC Cup) 2026. Pemain senior, seperti Megawati Hangestri, kembali dikombinasikan dengan pemain yunior.
04 Feb 2026 13:36 WIB · Olahraga
KOMPAS/RIAN SEPTIANDI
JAKARTA, KOMPAS — Kombinasi kekuatan pemain yunior dan senior akan kembali menjadi pilihan Indonesia ketika membentuk timnas untuk Kejuaraan Voli Asia (AVC Cup) 2026. Timnas bola voli putri akan segera menggelar seleksi, sedangkan timnas putra akan lebih dulu menunggu penunjukan pelatih baru.
Indonesia memastikan partisipasi pada kategori putra dan putri di AVC Cup 2026 pada Juni mendatang. Kepastian partisipasi itu diketahui setelah Konfederasi Bola Voli Asia (AVC) mengumumkan daftar peserta, Senin (2/2/2026) malam.
Wakil Kepala Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Loudry Maspaitella menyatakan, proses pembentukan tim masih berjalan. Hal yang pasti, kata Loudry, PP PBVSI akan kembali mendorong kombinasi kekuatan pemain senior dan yunior seperti saat SEA Games Thailand 2025.
”Kami tetap akan mengombinasikan kekuatan senior dan yunior. Namun, terkait komposisi berapa persen pemain senior dan yuniornya, hal itu masih akan dikoordinasikan dengan pelatih,” kata Loudry, Rabu (4/2/2026).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/16/9e000c30a6193ddb8f89d129d820ce25-RAN07839.JPG)
Di SEA Games, komposisi pemain yunior lebih besar dari senior dengan 65 persen. Para pemain yunior pun terbukti mampu menunjukkan sinarnya meskipun timnas putra gagal mempertahankan status gelar juara dan timnas putri meraih perunggu.
Saat itu, keputusan mengombinasikan pemain senior dan yunior tak hanya bagian dari upaya regenerasi. Kombinasi ini menggabungkan pengalaman pemain senior, seperti Megawati Hangestri di sektor putri dan Rivan Nurmulki di sektor putra, dengan pemain-pemain muda potensial, seperti Syelomitha Wongkar dan Boy Arnez Arabi.
”Untuk pemain putri sudah ada namanya, sekitar 32 pemain. Nanti ada seleksi lagi. Sudah disampaikan ke Ketua Umum PP PBVSI dari pelatih. Yang putra belum ditentukan, tunggu pelatih baru,” ujar Loudry.
Loudry menambahkan, pembentukan tim biasanya akan mulai mengerucut menjelang final four atau grand final Proliga, kompetisi kasta tertinggi bola voli Indonesia. Proliga 2026 baru saja menyelesaikan babak reguler putaran pertama, sedangkan final four dan grand final akan dihelat pada April.
Pada sektor putra, timnas memang belum mendapatkan pelatih pengganti setelah Jeff Jiang Jie diberhentikan selepas kegagalan di SEA Games. Pelatih asal China itu sebelumnya mempersembahkan dua medali emas, yaitu di SEA Games Kamboja 2023 dan Vietnam 2021.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/19/6405af4c1645a65a2a3500e5c678ad4c-DSC09614.JPG)
Turnamen AVC Cup 2026 kategori putri akan lebih dulu digelar di Filipina pada 6 hingga 14 Juni 2026. Sebanyak 12 negara akan bersaing memperebutkan gelar juara Asia.
Tim yang ambil bagian ialah Filipina sebagai tuan rumah, Australia, Hong Kong, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Korea Selatan, Kirgistan, Lebanon, Taiwan, Uzbekistan, dan Vietnam.
Sementara tim putra Indonesia dijadwalkan berlaga India, 20- 28 Juni 2026. Kompetisi ini juga diikuti 12 negara dari kawasan Asia. Negara peserta sektor putra meliputi India sebagai tuan rumah, Australia, Bahrain, Indonesia, Kazakhstan, Korea Selatan, Selandia Baru, Oman, Pakistan, Qatar, Taiwan, dan Thailand.
Setelah meraih emas di SEA Games tiga edisi beruntun, timnas putra terpaksa pulang dengan raihan perak dari SEA Games Thailand 2025 setelah takluk dari tuan rumah pada partai final. Kapten tim, Jasen Kilanta, mengatakan, mereka sebenarnya datang dengan optimisme tinggi.
Terlebih, mereka menjalani persiapan matang, termasuk pemusatan latihan di China. Kerja sama pemain senior dan yunior pun tanpa kendala.
”Namun, dalam permainan memang ada sistem yang tidak berjalan. Sementara Thailand mendapatkan tambahan kepercayaan diri karena dapat dukungan penonton,” kata Jasen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/18/d5ce7d5478397e140283b1a7ed290288-FAK_7715.jpg)
Asisten pelatih Erwin Rusni mengatakan, laga tersebut menunjukkan bagaimana pentingnya peran pemain-pemain senior yang berpengalaman untuk meredam ketegangan dan mengatasi tekanan laga final. Di laga itu pula, kata Erwin, terlihat bagaimana sosok pemain senior, seperti Rivan Nurmulki, masih sangat dibutuhkan tim.
Rivan sebelumnya mengatakan akan pensiun dari timnas setelah SEA Games Thailand 2025. Namun, kata Erwin, sosok seperti Rivan dengan pengalaman bertahun-tahun memperkuat timnas dan berkarier di Thailand hingga Jepang akan sangat berguna untuk tim.
”Memang kita butuh regenerasi, tetapi sosok seperti Rivan dengan senioritasnya juga dibutuhkan untuk memperlancar proses regenerasi tersebut,” ujar Erwin.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji