RI Akuisisi Lahan di Kawasan Thakher, Kampung Haji di Mekkah Siap Dibangun

Indonesia resmi memiliki satu hotel di sekitar Masjidil Haram. Kapasitasnya 1.461 kamar.

07 Jan 2026 10:09 WIB · Politik & Hukum

Kompas/Reny Sri Ayu Arman

Oleh Nina Susilo

BOGOR, KOMPAS — Lahan untuk Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci siap dibangun tahun ini menyusul akuisisi lahan seluas 4,9 hektar di kawasan Thakher, Mekkah, Arab Saudi. Akuisisi juga mencakup sebuah hotel bintang empat berkapasitas 1.461 kamar yang siap digunakan di musim haji tahun depan.

Kepastian kepemilikan lahan ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2025). ”Untuk pertama kalinya, kita bisa memiliki kampung haji di Arab,” ujarnya kepada wartawan.

Dalam retret Hambalang yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Selasa sore hingga malam, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan P Roeslani melaporkan bahwa Pemerintah Indonesia memenangkan lelang atas lahan seluas 4,9 hektar di kawasan Thakher. Hal ini juga disebutnya sebagai buah diplomasi Presiden Prabowo sehingga untuk pertama kali Pemerintah Arab Saudi mengubah aturan dan dengan demikian sebuah negara dapat memiliki aset di Arab Saudi.

BPI Danantara memproses akuisisi lahan untuk kampung haji sejak Agustus 2025. Namun, proses akuisisi baru bisa dirampungkan pada Januari 2026 karena menanti pengesahan kepemilikan sejumlah aset oleh Pemerintah Arab Saudi.

Mengacu pada peraturan perundang-undangan Arab Saudi, pengurusan kepemilikan hotel dan lahan milik negara lain baru bisa dilakukan setidaknya pada Januari 2026 (Kompas.id, 17 Desember 2025).

infografik Kampung Haji Indonesia

Dengan rampungnya akuisisi tersebut, Pemerintah Indonesia memiliki lahan seluas 4,9 hektar yang akan dibangun menjadi kampung haji. Selain itu, hotel berkapasitas 1.461 kamar yang sudah siap digunakan juga resmi menjadi milik Indonesia.

Di lahan itu, menurut Rosan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, 17 Desember lalu, pemerintah berencana membangun hotel yang terdiri dari 13 menara serta sebuah mal dengan anggaran sekitar 700 juta-800 juta dolar AS. Dengan begitu, sebanyak 23.000 jemaah haji dari Indonesia bisa ditampung di sana.

”Kita akan menggambar dan akan mulai pembangunannya rencana pada Q-4 (triwulan IV) pada 2026 atau di tahun depan,” ujarnya.

Dalam rencana kerja Danantara, triwulan pertama 2026 akan dipilih kontraktor yang akan mengerjakan proyek ini. Rancang bangun kampung haji akan dilakukan sepanjang triwulan ketiga 2026. Adapun peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan dilangsungkan pada triwulan keempat 2026. Hotel pertama yang dibangun ini diperkirakan bisa beroperasi pada 2029.

Umat ​​Muslim berdoa di Gunung Arafat yang juga dikenal sebagai Jabal al-Rahma atau Gunung Rahmat selama puncak ibadah haji di Arab Saudi, Kamis (5/6/2025).

Selain kompleks hotel dan mal, pemerintah juga akan membangun terowongan yang menghubungkan Kampung Haji Indonesia dengan Masjidil Haram. Terowongan bernama ”Al-Hujun Tunnel” itu berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Jarak tersebut lebih dekat ketimbang terowongan lain yang kini paling dekat berjarak sekitar 4,5-6 kilometer dari Masjidil Haram.

Menurut Prasetyo, di kampung haji juga akan dibangun klinik, food court, serta beragam fasilitas lain yang menunjang jemaah Indonesia.

Quote

Kita akan menggambar dan akan mulai pembangunannya rencana pada Q-4 (triwulan IV) pada 2026 atau di tahun depan.

Adapun hotel berkapasitas 1.461 kamar yang sudah berdiri dan kini menjadi milik Pemerintah Indonesia di kawasan Thakher, menurut Rosan seusai Retret Hambalang, Selasa (6/1/2025), sedang disurvei oleh Kementerian Haji. Sebelumnya, hotel ini bernama Novotel Makkah Thakher City.

Terkait nama Kampung Haji Indonesia ini, menurut Prasetyo, Presiden Prabowo masih mempertimbangkannya. Selain itu, nama ini akan didiskusikan pula dengan Pemerintah Arab Saudi.

Suasana saat Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada semua anggota Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus evaluasi kinerja pemerintahan selama satu tahun terakhir. Kompas/Hendra A Setyawan

Selain kawasan Thakher, Pemerintah Indonesia juga sedang mengikuti lelang lahan di lokasi lain, yakni di Western Hindawiyah. Sama halnya dengan kawasan Thakher, lokasi itu juga berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Sampai saat ini, lelang lahan di Western Hindawiyah masih berlangsung.

Memudahkan Jemaah

Presiden Prabowo sejak awal berharap Indonesia memiliki kampung haji sendiri supaya bisa memfasilitasi jemaah haji ataupun jemaah umrah. Setiap tahun, lebih dari 220.000 anggota jemaah Indonesia menunaikan ibadah di musim haji. Jemaah umrah yang ke Tanah Suci pun mencapai 1,8 juta orang.

Gagasan membangun Kampung Haji Indonesia mulai direalisasikan pada Agustus 2025. Pemerintah berencana membangun kawasan terpadu yang menghadirkan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, serta fasilitas kesehatan untuk para anggota jemaah. Fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas mengingat pada musim haji 2025 terdapat 447 anggota jemaah haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada wartawan seusai Retret Hambalang, Selasa (6/1/2026) malam.

Keberadaan kampung haji juga diharapkan bisa memangkas biaya haji secara signifikan. Sebab, selama ini, jemaah tersebar di berbagai tempat yang terpisah dan jauh dari Masjidil Haram.

Presiden Prabowo pun sempat membicarakan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia saat bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman saat mengadakan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi, Juli lalu.

Pembicaraan diperkuat saat Prabowo berbincang dengan Mohammed bin Salman melalui sambungan telepon, 10 Desember lalu. Prasetyo melanjutkan, upaya untuk meningkatkan layanan dalam ibadah haji dilakukan pula dengan menambah frekuensi penerbangan dari Tanah Air ke Tanah Suci. ”Ini akan mengurangi waktu tunggu supaya tidak lagi 40 hari, tetapi bisa seperti Malaysia, setidaknya 31 hari.

”Memangkas waktu tunggu juga berarti mengurangi biaya,” ucap Prasetyo seusai Retret Hambalang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra