Lanjutkan Tinjauan Bencana ke Sumut dan Aceh, Wapres Tekankan Pemulihan Akses Jalan

Pembukaan akses jalan diyakini mampu mempercepat penanganan bencana secara keseluruhan.

04 Des 2025 20:35 WIB · Politik & Hukum

DOKUMENTASI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Oleh Nino Citra Anugrahanto

JAKARTA, KOMPAS — Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan, pemulihan akses jalan menjadi prioritas penanganan bencana banjir di Sumatera. Secara bersamaan, penyaluran bantuan terus dipercepat sampai ke wilayah-wilayah yang terisolasi. Para korban turut dijanjikan bantuan perbaikan rumah yang rusak diterjang banjir. 

Hal itu disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran seusai meninjau posko bencana di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2025). Lokasi itu menjadi titik kedua yang dikunjunginya seusai mengecek penanganan bencana di Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. 

”Bapak-Ibu, saya sampaikan dukacita yang mendalam untuk para korban bencana. Ini saya diperintah Pak Presiden bersama Pak Wamen (Dalam Negeri Bima Arya) untuk mempercepat penanganan dan pemulihan bencana,” kata Wapres, saat menemui para korban di posko pengungsian tersebut. 

Wapres meminta agar penyaluran distribusi bantuan dipercepat melalui berbagai jalur, terentang dari udara, laut, hingga darat. Ia ingin menjamin wilayah-wilayah yang terisolasi turut dijangkau. Dengan demikian, tidak ada lagi korban bencana yang terabaikan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyapa para warga yang menjadi korban bencana banjir, di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2025).

Di titik-titik pengungsian, Wapres juga memohon agar segenap warga benar-benar terpenuhi kebutuhannya. Terlebih lagi, warga kelompok rentan, seperti warga lansia, difabel, anak-anak, balita, dan ibu hamil. Layanan kesehatan dari dokter yang tersedia hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya. 

Salah satu fokus utama pemerintah, lanjut Wapres, adalah segera memulihkan infrastruktur utama, seperti jalan dan jembatan. Perbaikan fasilitas itu akan membuka akses wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Terbukanya akses bakal mempermudah dan mempercepat penanganan bencana selanjutnya.

”Ini nanti termasuk untuk jalur BBM akan segera dipulihkan. Ini perintah langsung dari Pak Presiden. Dan, rumah-rumah yang rusak, mohon nanti tolong diinventarisasi, akan kami bantu,” kata Wapres. 

Sebagaimana di lokasi sebelumnya, Wapres menyatakan kembali permintaan maaf kepada para korban bencana alam. Ia menegaskan para korban tidak berdiri sendiri. Pihaknya menjamin pemerintah akan sebisa mungkin memberikan bantuan dan memperoleh pelayanan terbaik. 

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyimak penjelasan tentang kejadian bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Kamis (4/12/2025).

Selepas dari Sumatera Utara, Wapres melanjutkan perjalanannya menuju ke Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Di titik itu, ia ingin mengecek infrastruktur-infrastruktur yang rusak akibat banjir termasuk melihat kondisi terkini aktivitas warga terdampak. 

Salah satu titik yang dikunjungi Wapres adalah Jembatan Anak Laut yang hancur diterjang banjir. Jembatan yang semula terbuat dari beton itu lenyap tak bersisa. Alhasil, pemangku kepentingan setempat menyiagakan dua sampan untuk menyeberang wilayah yang terpisah oleh sungai itu.

Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon menceritakan, hujan ekstrem terjadi di wilayahnya sejak 19 November 2025. Imbasnya, banjir dan longsor terjadi pada sembilan kecamatan dan 67 desa. Secara terperinci, sebanyak empat kecamatan banjir, satu kecamatan longsor, serta empat kecamatan lainnya mengalami banjir dan longsor. 

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau lokasi jembatan rusak, di Aceh Singkil, Aceh, Kamsi (4/12/2025). Jembatan itu rusak akibat banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera.

Total jumlah warga terdampak bencana mencapai 36.702 orang, sedangkan yang mengungsi 3.546 orang. Tetapi, saat ini, warga yang semula mengungsi disebut telah kembali ke kediamannya masing-masing. 

”Hari ini dan kemarin itu kami kembalikan karena rumahnya sudah tidak lagi tergenangi air dan tidak tenggelam,” kata Safriadi.

Selain itu, Safriadi juga melaporkan lahan-lahan pertanian di daerahnya. Ia menyebut sejumlah desa yang selama ini diandalkan sebagai penyokong pangan daerah terendam sawahnya. Padi yang ditanam berpotensi busuk dan tidak bisa lagi dipanen. 

”Kampung-kampung ini juga ternaknya banyak yang hanyut. Rata-rata sebelumnya mereka punya kerbau, lembu, dan kambing,” kata Safriadi.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima laporan soal kesiapan logistik yang disimpan di gudang Landasan Udara TNI AU Soewondo, Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2025).

Untuk membuka akses wilayah, Safriadi turut meminta bantuan alat berat. Jika semakin banyak alat berat yang bisa dikerahkan, ia meyakini akses yang selama ini terisolasi bisa segera dibuka. Ini akan membuat bantuan kian mudah disalurkan ke banyak warga terdampak bencana.

Titik terakhir yang dikunjungi Wapres adalah Pangkalan Udara TNI AU Soewondo di Medan, Sumatera Utara. Di tempat itu, ia mengecek kesiapan logistik yang akan disalurkan kepada warga. Sebagian besar barang-barang itu terdiri atas bahan pokok.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan kembali soal penyaluran bantuan yang mesti berjalan cepat, tertib, dan tepat sasaran. Ini sehubungan dengan mendesaknya kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Untuk itu, manajemen pergudangan dan bongkar muat didorongnya agar menjalin koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan terkait.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nino Citra Anugrahanto
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari