Latihan Beban Melindungi Kesehatan Otak Lansia dari Demensia

Latihan beban tak cuma bermanfaat bagi anak muda, tetapi juga lansia. Latihan beban membantu melindungi otak lansia dari demensia.

03 Apr 2025 10:34 WIB · Humaniora

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

JAKARTA, KOMPAS — Latihan beban punya banyak manfaat, seperti meningkatkan kekuatan dan massa otot, mengurangi lemak tubuh, dan berdampak pada kesehatan mental. Penelitian terbaru di State University of Campinas, Brasil, menyebutkan, latihan beban juga bermanfaat melindungi kesehatan otak lansia dari demensia.

Studi melibatkan sejumlah lansia dengan gangguan kognitif ringan. Setelah enam bulan latihan beban dua kali seminggu, terjadi peningkatan dalam memori dan anatomi otak. Laporan hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal GeroScience. Isadora Ribeiro menjadi penulis pertama dalam penelitian itu.

Ribeiro mengatakan, latihan beban berkontribusi dalam meningkatkan kekuatan fisik dan kognitif. Namun, pihaknya ingin melihat efeknya pada otak lansia dengan gangguan kognitif ringan yang rentan mengalami demensia.

Para lansia melakukan olahraga jalan pagi dengan memutari Taman Suropati dan Taman Lembang, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2011). Mereka rutin melakukan itu untuk menjaga kesehatan dan bersosialisasi dengan para pejalan kaki lainnya.

”Studi kami menunjukkan latihan beban merupakan sekutu yang kuat melawan demensia, bahkan bagi orang yang sudah berisiko tinggi mengalaminya,” ujarnya dilansir dari eurekalert.org, Kamis (3/4/2025).

Dalam studi itu, peserta penelitian dibagi dalam dua kelompok. Satu kelompok menjalani latihan beban dua kali seminggu dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kelompok lainnya tidak berolahraga selama periode penelitian dalam enam bulan.

Kelompok yang latihan beban memiliki kinerja memori episodik verbal lebih baik. Memori ini terkait dengan kemampuan mengingat pengalaman pribadi sehingga dapat mengidentifikasi waktu dan tempat terjadinya sebuah peristiwa.

Quote

Peningkatan kekuatan otot dikaitkan dengan penurunan risiko demensia.

Sementara kelompok kontrol atau peserta yang tidak melakukan latihan beban menunjukkan penurunan dalam parameter otak. Penelitian dilakukan di Institut Neurosains dan Neuroteknologi Brasil. Selain uji neuropsikologis, para peneliti juga melakukan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) di awal dan akhir penelitian.

Ribeiro menyebutkan, ciri khas orang dengan gangguan kognitif ringan adalah mengalami kehilangan volume di beberapa area otak yang terkait dengan perkembangan alzheimer. Namun, pada kelompok yang melakukan latihan beban, sisi kanan hipokampus dan precuneus (bagian otak yang terlibat dalam beberapa fungsi kognitif) terlindungi dari atrofi.

”Hasil ini membenarkan pentingnya latihan beban secara teratur, terutama bagi orang lanjut usia,” ucapnya.

Penulis lain dalam penelitian itu, Marcio Balthazar, mengatakan, penelitian tersebut sangat penting karena menunjukkan perlunya melibatkan lebih banyak pendidik jasmani dalam sistem kesehatan masyarakat di tingkat perawatan kesehatan primer. Sebab, peningkatan kekuatan otot dikaitkan dengan penurunan risiko demensia.

Seorang lanjut usia menggerakkan kakinya sambil berjemur di area parkir gedung pertemuan di kawasan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Jumat (4/6/2021). Kegiatan olahraga ringan sambil berjemur di pagi hari menjadi kegiatan rutin para lansia untuk menjaga kebugaran tubuh mereka. Kompas/Priyombodo (PRI) 04-06-2021

”Ini adalah perawatan yang tidak terlalu rumit dan lebih murah yang dapat melindungi orang dari penyakit serius,” ujarnya.

Sebagai gambaran, obat anti-amiloid baru yang disetujui di Amerika Serikat untuk pengobatan demensia menghabiskan biaya sekitar 30.000 dollar AS per tahun. Biaya tersebut sangat tinggi sehingga dapat membebani keuangan masyarakat.

”Tindakan non-farmakologis, seperti yang telah kami tunjukkan pada kasus latihan beban, efektif, tidak hanya dalam mencegah demensia, tetapi juga dalam memperbaiki gangguan kognitif ringan,” katanya.

Infografik Latihan Kekuatan Sederhana dengan Beban Tubuh

Manfaat berlatih beban tidak hanya mencegah demensia, studi sebelumnya juga menunjukkan keuntungan lain dari melatih otot-otot kita. Penelitian yang dilaporkan pada 2021 menunjukkan berlatih beban juga bisa membakar lemak tubuh, seperti halnya melakukan joging, berlari, dan kegiatan aerobik lain.

Hasil studi di University of New South Wales (UNSW) di Sydney, Australia, yang dipublikasikan pada 18 September di jurnal Sports Medicine tersebut dilakukan dengan meninjau secara sistematik dan metaanalisis. Peneliti menunjukkan bahwa kita dapat menghilangkan 1,4 persen seluruh lemak tubuh dengan hanya berlatih kekuatan. Ini setara dengan hasil yang bisa diperoleh melalui latihan kardio atau aerobik (Kompas.id, 24 September 2021).


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Ichwan Susanto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari