Latihan Bersama, Kapal Perang Rusia, China, hingga AS Berkumpul di Bali

Sesuai dengan kepentingan menjaga keamanan kawasan, TNI AL kembali mengadakan Latihan Angkatan Laut Multilateral Komodo.

04 Jan 2025 14:54 WIB · Politik & Hukum

Oleh Edna Caroline Pattisina

TNI Angkatan Laut terus berupaya mengambil peran penting dalam geopolitik kawasan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan kembali menghadirkan Multinational Naval Exercise Komodo (MNEK) di Bali, 15-22 Februari mendatang. Dari 58 negara yang diundang, sudah 37 negara yang menyatakan akan berpartisipasi.

”Sudah ada 21 kapal perang negara sahabat dan juga 17 KRI dari TNI AL,” kata Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali, Jumat (3/1/2025), di Wisma Elang Laut, Jakarta.

Kegiatan MNEK difokuskan untuk menjalankan misi kemanusiaan yang bisa dilakukan militer terhadap masyarakat sipil yang menghadapi bencana alam. Menurut Ali, kegiatan MNEK akan lebih banyak dilaksanakan di darat. Kegiatan yang akan dijalankan, antara lain, ialah memberikan pelatihan mitigasi bencana alam dan operasionalisasi bantuan.

Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhamad Ali menjelaskan pentingnya Latihan Multilateral Angkatan Laut Komodo, Jumat (3/1/2025).

 

Ali menjelaskan, latihan bersama MNEK tersebut bertujuan untuk membawa situasi damai dan menjaga stabilitas di kawasan. Terlebih saat ini, situasi di Laut China Selatan bisa dibilang cukup tegang.

”Harapannya, lewat latihan MNEK ini, kita bisa kumpulkan banyak angkatan laut dunia dan menunjukkan bahwa kita bisa saling bantu dalam hal operasi kemanusiaan,” ujar Ali.

Dalam latihan bersama itu, para perwira dari sejumlah negara bertukar wawasan dan pengalaman, dilanjutkan dengan International Maritime Security Symposium (IMSS). Untuk menambah keakraban, para pemimpin tertinggi AL dari negara-negara peserta MNEK akan turut serta dalam acara-acara yang sarat dengan kebersamaan. ”Nanti juga ada program bakti sosial yang disebut engineering civic action program (Encap),” kata Ali.

Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia memperlihatkan kapal corvet milik Angkatan Laut Rusia Velikiy Ustyug berlayar di Laut Kaspia, Selasa (10/9/2024). Kapal ini akan ikut ambil bagian dalam latihan gabungan Rusia-China hingga 16 September mendatang. In this grab taken from a handout footage released by the Russian Defence Ministry on September 10, 2024, Russian Navy Caspian Flotilla corvette Velikiy Ustyug sails in the Caspian Sea during the "Ocean-2024" naval drills. (Photo by Handout / Russian Defence Ministry / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Russian Defence Ministry / handout" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Sejumlah negara yang mengirimkan kapal perangnya, antara lain, ialah Australia, Perancis, India, Jepang, Malaysia, Pakistan, Filipina, Rusia, Singapura, Thailand, Inggris, Amerika Serikat, Vietnam, Iran, Korea Selatan, dan China. Tiap-tiap negara mengirimkan satu kapal, kecuali Rusia tiga kapal, Malaysia dua kapal, Iran dua kapal, Singapura dua kapal, dan India dua kapal.

Acara MNEK Ke-5 akan digelar 15-22 Februari di Bali. MNEK merupakan latihan nonkombatan yang rutin digelar dua tahun sekali sejak 2014 oleh TNI AL.

Komandan Satgas MNEK yang juga Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksamana Pertama TNI Amrin Rosihan Hendrotomo mengatakan, Encap digelar di Desa Antiga Kelod, Karangasem, Bali, selama 45 hari yang dimulai pada 6 Januari. Beberapa pekerjaan yang akan dilakukan adalah renovasi gudang peralatan nelayan, pembangunan fasilitas MCK, dan pengaspalan jalan sepanjang 1 kilometer.

Tampak di kejauhan sebuah kapal perang China (kiri) berpatroli tak jauh dari Pulau Pingtan, salah satu pulau terluar China yang paling dekat dengan wilayah teritorial Taiwan, Jumat (5/8/2022). Latihan militer China di sekeliling wilayah perairan Taiwan dikhawatirkan berdampak pada perekonomian global. (Photo by Hector RETAMAL / AFP)

Selain itu juga ada medical civic assistance program (Medcap) yang mencakup pemeriksaan kesehatan umum, donor darah, operasi katarak, dan operasi bibir sumbing.


Kerabat Kerja

Penulis:

Edna Caroline Pattisina
 | 

Editor:

Anita Yossihara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji