Lawan Bahrain, Timnas Indonesia Setia Bersama Total Football

Pendekatan total football yang diperagakan timnas Indonesia saat kalah dari Australia kemungkinan besar akan tetap dipertahankan untuk melawan Bahrain.

22 Mar 2025 17:39 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

JAKARTA, KOMPAS — Timnas Indonesia kemungkinan besar tidak akan meninggalkan pakem sepak bola menyerang atau total football untuk meladeni Bahrain. Meski filosofi tersebut menjadi bumerang saat menghadapi Australia, kebutuhan untuk mencuri poin dari Bahrain membuat ide tersebut dinilai layak dipertahankan. 

Meski tampil lebih dominan dari Australia, tim ”Garuda” pulang dengan tangan hampa seusai kalah 1-5. Ide menekan lawan sejak membangun serangan dari bawah berakhir antiklimaks akibat kepiawaian Australia dalam transisi serangan balik. Pelatih Indonesia Patrick Kluivert pun panen kritik karena strategi yang dipilihnya itu. Kluivert dinilai terlalu memaksakan filosofi menyerang yang dibawanya semasa masih aktif menjadi pemain. 

Menghadapi Bahrain dalam laga krusial yang mungkin akan menentukan keberlanjutan kiprah Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026, pendekatan itu kemungkinan besar akan tetap dipertahankan. Hal itu diungkapkan oleh bek Calvin Verdonk pada sesi latihan tim di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (22/3/2025) sore. 

Verdonk menilai Indonesia bermain sangat baik dengan terus mampu menekan Australia. Hanya saja, kesalahan sendiri di lini pertahanan mengacaukan momentum tersebut. 

Skuad timnas Indonesia saat berdoa menjelang berlatih di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, untuk laga menghadapi timnas Bahrain untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, Sabtu (22/3/2025). Pertandingan timnas Indonesia melawan Bahrain akan digelar Selasa (25/3/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Indonesia bersaing ketat dengan Bahrain di Grup C babak kualifikasi ini dan sama-sama memperebutkan kemenangan untuk lolos Piala Dunia 2026. Pada laga sebelumnya, timnas Indonesia kalah telak dari Australia 1-5.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
22-5-2025

”Kami mampu mengontrol jalannya laga. Akibat kesalahan kami sendiri, mereka bisa mencetak gol. Kami harus mempertahankan energi serta karakter seperti melawan Australia dan berharap hasil yang lebih baik saat melawan Bahrain,” tutur Verdonk. 

Total football yang akan diperagakan Indonesia saat menghadapi Bahrain pada Selasa (25/3/2025) akan sedikit diperbaiki atau dimodifikasi. Penekanan utama menyasar aspek bertahan saat mendapat serangan balik. Verdonk dan kapten Jay Idzes terpancing naik untuk menekan pemain Australia sehingga meninggalkan lubang di lini belakang. Hal itu tidak bisa dibiarkan terulang. 

Perbaikan turut menyasar lemahnya antisipasi tim Garuda terhadap set piece atau eksekusi bola mati. Tiga dari lima gol Australia berawal dari situasi set piece. 

Untuk mengatasinya, keempat kiper Indonesia, yaitu Maarten Paes, Emil Audero, Ernando Ari, dan Nadeo Argawinata, menjalani latihan mengantisipasi umpan silang dan bola udara. Pada sesi latihan kiper, mereka dilatih memotong jalur umpan di udara sembari mendapatkan tekanan dari lawan. Setelah bola dikuasai, para kiper itu diinstruksikan segera mendistribusikan bola ke depan untuk skema serangan balik. 

Sementara itu, pemain yang bermain penuh melawan Australia menjalani latihan terpisah dengan mereka yang duduk di bangku cadangan. Idzes, Haye, dan Verdonk yang tampil penuh lebih banyak berlatih peregangan otot. Sementara para pemain yang tidak mendapatkan kesempatan bermain berlatih kelincahan serta penguatan fisik.

Kiper timnas Indonesia Martin Paes saat berlatih dengan skuad timnas Indonesia di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, untuk laga menghadapi timnas Bahrain untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, Sabtu (22/3/2025). Pertandingan timnas Indonesia melawan Bahrain akan digelar Selasa (25/3/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Indonesia bersaing ketat dengan Bahrain di Grup C babak kualifikasi ini dan sama-sama memperebutkan kemenangan untuk lolos Piala Dunia 2026. Pada laga sebelumnya, timnas Indonesia kalah telak dari Australia 1-5.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
22-5-2025

Menurut Verdonk, latihan mengantisipasi set piece perlu dilakukan meski Bahrain tidak seberbahaya Australia. ”Meski Bahrain tidak terlalu berbahaya (dalam set piece), tentunya kami harus lebih baik dalam antisipasi,” katanya. 

Ada tiga pemain yang absen pada sesi latihan pertama sejak kepulangan dari Australia. Mereka antara lain Ole Romeny, Sandy Walsh, dan Mees Hilgers. Menurut Manajer Timnas Indonesia Sumardji, hasil pemeriksaan Mees mengharuskan ia mendapatkan perawatan lebih lanjut. Adapun kondisi Ole serta Sandy sudah membaik. Mereka berlatih secara terpisah di gym hotel. Ole menderita lecet minor, sementara Sandy sempat kesulitan bernapas setelah tertindih pemain Australia.

”Kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa normal ikut kembali bergabung dengan teman-teman untuk berlatih,” ujar Sumardji. 

Ia mengungkapkan, suasana ruang ganti tim sempat muram setelah dibantai Australia. Momen itu kemudian dipergunakan tim kepelatihan timnas untuk memotivasi para pemain agar bisa lekas bangkit jelang pertandingan menghadapi Bahrain. 

”Di setiap pertandingan, ketika mengalami kekalahan, pasti situasinya tidak baik. Tetapi ingat, ketika kembali ke hotel (dari stadion), kami berikan motivasi kepada para pemain. Hasilnya cukup baik. Para pemain kembali menemukan jati dirinya untuk betul-betul bisa fokus mengikuti latihan,” tutur Sumardji. 

Kiper timnas Indonesia Emil Audero saat berlatih di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, untuk laga menghadapi timnas Bahrain untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, Sabtu (22/3/2025). Pertandingan timnas Indonesia melawan Bahrain akan digelar Selasa (25/3/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Indonesia bersaing ketat dengan Bahrain di Grup C babak kualifikasi ini dan sama-sama memperebutkan kemenangan untuk lolos Piala Dunia 2026. Pada laga sebelumnya, timnas Indonesia kalah telak dari Australia 1-5.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
22-5-2025

Ia turut meminta pencinta sepak bola Indonesia untuk bersabar menantikan kinerja dari Kluivert. Setelah kekalahan telak dari Australia, Kluivert banjir kritik akibat menerapkan total football yang dinilai terlalu naif.

”Berkaitan dengan tuntutan masyarakat, saya kira masyarakat tahan dulu. Kita berikan kepercayaan penuh kepada tim kepelatihan sehingga mereka betul-betul berjuang keras menuju impian kita semuanya (bermain di Piala Dunia),” katanya.

Laga melawan Bahrain wajib dimenangi Indonesia untuk menjaga asa melaju ke babak utama Piala Dunia. Menempati peringkat ketiga dan keempat untuk lolos ke putaran keempat kualifikasi menjadi yang paling realistis bagi tim Garuda. Dengan koleksi enam poin dari tujuh laga, Indonesia untuk sementara turun ke peringkat keempat dari sebelumnya ketiga pada Grup C.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto