Nirgol di tiga gim terakhir menjadi evaluasi Arab Saudi menjelang lawan Indonesia. Meski tanpa pencetak gol utama, Saudi yakin bisa membawa pulang tiga poin.
18 Nov 2024 19:07 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Arab Saudi memiliki misi besar untuk kembali ke jalur kemenangan pada gim kelima Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Indonesia, Selasa (18/11/2024) pukul 19.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SUGBK, Jakarta. Untuk itu, ”Green Falcons” perlu lebih dahulu mengakhiri paceklik gol yang telah berjalan di tiga gim terakhir.
Saudi hanya bisa mencetak gol pada dua gim awal Grup C. Itu tercipta ketika ditahan Indonesia 1-1, kemudian comeback untuk mengalahkan China, 2-1.
Setelah itu, Saudi gagal menjaringkan bola ke gawang Jepang, Bahrain, dan Australia. Hal itu membuat mereka baru meraih enam poin dari lima pertandingan. Tak hanya perolehan poin yang mengecewakan, catatan selisih gol Saudi pun amat buruk, yaitu -1.
Pelatih Saudi Herve Renard optimistis skuad Green Falcons akan bermain jauh lebih baik di Jakarta dibandingkan dengan lima laga sebelumnya. Ia menyadari banyak hal yang harus ditingkatkan demi mewujudkan ambisi lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Kami tahu apa yang harus kami lakukan untuk lolos. Kami menyukai atmosfer luar biasa yang akan dihadapi pada laga sangat penting besok.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/18/97991a33-bf6e-4247-877b-c90edebf5611_jpg.jpg)
”Meskipun saya baru memulai cerita baru bersama Saudi, saya terus mengikuti tim ini sejak pergi Maret 2023 lalu. Saya tahu pemain-pemain, para pemain pun sudah mengetahui keinginan saya,” ujar Renard dalam konferensi pers menjelang laga, Senin (18/11/2024), di SUGBK.
”Kami tahu apa yang harus kami lakukan untuk lolos. Kami menyukai atmosfer luar biasa yang akan dihadapi pada laga sangat penting besok,” kata Renard.
Lebih lanjut, Renard mengakui buruknya efektivitas peluang menjadi kendala Saudi gagal meraih kemenangan pada empat gim, termasuk ketika menghadapi Indonesia. Untuk itu, ia menuturkan, anak asuhannya telah mempersiapkan diri membenahi penyelesaian sejak tiba Jumat (19/11/2024) lalu di Jakarta.
”Saya percaya diri dengan pemain-pemain saya dan apa yang bisa mereka lakukan. Tentu, kami harus tampil lebih efektif. Hal itu bisa dilakukan jika kami mampu menjaga fokus dan konsisten di dalam pertandingan,” ujar Renard yang memimpin Saudi di Piala Dunia Qatar 2022, termasuk menciptakan kejutan dengan mengalahkan Argentina.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/18/580c33d9-b509-4ac3-898a-fc764c74e566_jpg.jpg)
Sementara itu, penyerang Saudi, Abdullah Al-Hamdan, juga optimistis bisa membantu timnya tampil lebih baik dalam sektor serangan menghadapi Indonesia. Abdullah menegaskan absennya sang kapten, Salem Al-Dawsari, bakal memengaruhi ketajaman Saudi. Pada pertemuan pertama melawan Indonesia, Salem gagal mengeksekusi penalti.
”Salem pemain penting bagi kami, tetapi saya yakin saya dan rekan setim siap untuk menggantikan peran para pemain yang absen. Saya juga siap ditempatkan sebagai di posisi mana pun di lini serang,” ujar Abdullah yang berposisi murni sebagai penyerang sayap, tetapi diturunkan Renard sebagai penyerang tengah di babak kedua kontra Australia, Kamis (18/11/2024) lalu.
Selain Salem, yang telah mencetak 23 gol untuk negaranya, Saudi juga tidak membawa bek tengah, Hassan Kadesh, yang mencetak brace alias dua gol ke gawang China. Lalu, penyerang tengah yang kerap bermain di era Roberto Mancini, Fahad Al-Muwallad, juga tidak dibawa Renard. Padahal, Fahad memiliki bekal 17 gol dari 80 cap bersama Green Falcons.
Abdullah, yang bermain untuk Al-Hilal, juara Liga Saudi, menambahkan, ”Saya merasa semua pemain tidak merasakan tekanan untuk mencetak gol. Semua pemain kami sudah memiliki pengalaman dan terbiasa dengan situasi pertandingan level tinggi (kualifikasi Piala Dunia)”.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/18/0f52aa4e-e994-412e-b3db-aa7478a39576_jpg.jpg)
Setelah melakukan latihan tertutup di Jakarta pada Sabtu dan Minggu (16-17/11/2024) di Lapangan A Kompleks Gelora Bung Karno, Saudi menjalani latihan resmi jelang pertandingan di SUGBK, Senin petang. Renard hanya memiliki jumlah pemain yang sesuai dengan ketentuan daftar susunan pemain di pertandingan, yaitu 23 pemain.
Sebanyak 20 pemain outfield dan tiga penjaga gawang. Pada sesi latihan resmi itu, Renard tidak memulai dengan mengumpulkan 20 pemain outfield untuk berlari bersama mengelilingi lapangan. Itu adalah permulaan latihan yang lazim digunakan tim-tim.
Sebagai gantinya, Renard membebaskan para pemainnya melakukan pemanasan individu. Sebanyak 10 pemain utama di gim kontra Australia, salah satunya bek sayap kanan AS Roma, Saud Abdulhamid, berlari sekitar 100 meter bolak-balik di sisi timur lapangan SUGBK. Adapun 10 pemain lain berlari di sisi tengah lapangan.
Setelah itu, pemain dibagi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 pemain untuk melakukan rondo. Mereka membentuk lingkaran dengan delapan pemain, lalu dua pemain memburu bola.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/18/f6a1ba05-6edc-4940-bdd1-7d593c510ad9_jpg.jpg)
Untuk tiga kiper, yaitu Ahmed al-Kassar, Mohammed al-Rubaie, dan Hamed al-Sanqiti, memulai latihan terpisah sejak awal. Mereka dominan melatih bola-bola udara layaknya mengantisipasi bola-bola mati.
”Indonesia adalah tim yang kuat dan terorganisasi dengan baik. Mereka mengandalkan kecepatan untuk serangan balik. Indonesia juga sangat berbahaya dalam bola mati, jadi kami mempersiapkan itu dengan sebaik mungkin,” ujar Renard yang mencatatkan rasio 44,45 persen kemenangan pada periode pertama menangani Saudi, September 2019-Maret 2023.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata