Como masih berkutat pada persaingan papan bawah Serie A. Klub milik grup Djarum ini akan menjamu Juventus dalam upaya menjauh dari zona degradasi.
06 Feb 2025 13:03 WIB · Olahraga
COMO, KAMIS — Klub milik kelompok usaha Djarum, Como 1907, masih berjuang untuk menjauh dari zona degradasi di liga Serie A Italia. Upaya itu menghadapi tantangan berat karena mereka harus menjamu salah satu tim papan atas, Juventus, Sabtu (8/2/2025) dini hari WIB.
Tiga kekalahan dari lima pertandingan liga terakhir membuat Como masih berada di tepi jurang degradasi. Setelah kekalahan terakhir dengan skor 0-2 dari Bologna, tim asuhan mantan legenda Arsenal, Cesc Fabregas, tersebut hanya terpaut dua poin dari zona degradasi.
Dari 23 laga, Como baru mengemas 22 poin, hasil lima kali menang, tujuh seri, dan 11 kali kalah. Mereka sementara menempati peringkat ke-15 Serie A.
Kekalahan dari Bologna merupakan kekalahan ketujuh Como pada laga tandang musim ini. Hanya Venezia, yang terbenam di posisi ke-19, mengalami kekalahan lebih banyak saat berlaga di kandang lawan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/06/de904fc7c141b1368cda8bbff2cf8ff5-wires_photo_2025_02_06T123829.454.jpg)
Berlaga di kandang menjadi keuntungan bagi Como saat menjamu Juventus. Bukan saja karena dalam enam laga terakhir di Stadion Giuseppe Sinigaglia selalu mencetak gol, mereka juga tiga kali menang dari lima laga terakhir di kandang, termasuk kemenangan penting atas dua tim kuat, AS Roma (2-0) dan Udinese (4-1).
Itu merupakan pertanda baik saat menjamu Juventus yang tengah mengejar posisi empat besar. Hingga pekan ke-23, ”Si Nyonya Besar” sementara berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 40 poin, unggul satu poin dari Fiorentina yang akan menjalani laga lanjutan lawan Inter Milan, Jumat (7/2/2025) dini hari WIB. Laga ini akan dimulai dari menit ke-17 karena merupakan lanjutan dari pertandingan 1 Desember yang dihentikan setelah pemain Fiorentina, Edoardo Bove, kolaps di lapangan.
Meski bermain di kandang, rekor menghadapi Juventus tidak terlalu bagus bagi Como. Mereka hanya pernah dua kali menang, dengan 11 imbang dan 14 kalah, dengan kemenangan terakhir terjadi pada musim 1951/1952.
Hanya saja, pasukan Thiago Motta juga tidak dalam kondisi yang baik. Mereka mengalami kekalahan pertama di Serie A musim ini saat bertemu Napoli (1-2), sebelum bangkit dengan kemenangan 4-1 dari Empoli.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/06/138f8b1dc81dab6ace285b799fbffad9-wires_photo_2025_02_06T124039.032.jpg)
Namun, performa mereka kembali mengecewakan setelah kalah 0-2 dari Benfica pada laga Liga Champions. Juventus kini tengah mencari kemenangan beruntun pertama di Serie A sejak terakhir kali mereka lakukan pada November. Kemenangan atas Como sementara akan mengangkat mereka ke zona empat besar.
Como sendiri kemungkinan belum bisa menurunkan pemain baru mereka, Dele Alli, yang belum fit setelah lama tidak bermain. Dua pemain baru lainnya, Assane Diao dan Maxence Caqueret, bisa segera menjadi pemain kunci. Namun, Como akan kehilangan pemain sayap Alieu Fadera yang menjalani larangan bermain.
Sementara di kubu Juventus, Andrea Cambiaso kemungkinan absen karena mengalami cedera pergelangan kaki. Sejumlah pemain bertahan, Bremer dan Pierre Kalulu, juga mengalami cedera. Namun, pemain baru, yakni Renato Veiga dan Lloyd Kelly, bisa mengisi posisi mereka.
Sementara itu, Como mengumumkan segera melakukan proyek renovasi Stadion Giuseppe Sinigaglia, Selasa (4/2/2025). Modernasisasi stadion itu akan membuat kapasitas stadion meningkat sekitar dua kali lipat, dari 7.798 menjadi 15.000 penonton.
Pengembangan stadion yang berdiri pada 1927 tersebut bekerja sama dengan pemerintah daerah Como. Presiden Como Mirwan Suwarso mempresentasikan proyek itu, yang desainnya akan dilakukan oleh perusahaan arsitektur Populous, di hadapan Wali Kota Como, Alessandro Rapinese.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/06/3db2d46c6547ce6d6c7a81997d5daf92-wires_photo_2025_02_06T123942.693.jpg)
Penyelesaian renovasi ditargetkan pada awal musim 2028/2029, dengan pembangunan bertahap per tribune, seperti yang dilakukan Atalanta dengan Stadion Gewiss di Bergamo. Giuseppe Sinigaglia, yang terletak di tepi danau tujuan wisata terkenal, Danau Como, tetapi menjadi milik kota, sedangkan klub mendapat lisensi untuk menggunakan stadion untuk pertandingan kandang mereka.
Como berharap desain final stadion akan mendapat persetujuan pada Mei 2026. ”Tujuan kami ialah memastikan Stadion Giuseppe Sinigaglia tetap menjadi bagian vital dari komunitas. Proyek baru akan menghormati warisan Giuseppe Sinigaglia, dengan tetap membuatnya bisa diakses oleh warga dan pengunjung, bukan hanya untuk sepak bola, melainkan untuk dinikmati semuanya, 365 hari per tahun,” kata Mirwan.
Djarum menguasai Como pada 2019 setelah klub itu mengalami beberapa kali kebangkrutan. Mereka berhasil promosi ke Serie A musim ini dan tengah berjuang untuk tetap bertahan di Serie A. (AFP)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Billy Khaerudin