Lazio Vs AS Roma, Napas Renaisans dari Derbi Ibu Kota

AS Roma lebih diunggulkan berkat penampilan lebih baik di awal musim ini. Namun, Lazio memiliki Maurizio Sarri yang berbekal rekor apik di ”Derby della Capitale”.

20 Sep 2025 16:27 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

ROMA, SABTU — Dua tim asal ibu kota Italia, Lazio dan AS Roma, menyambut Derby della Capitale, Minggu (21/9/2025) pukul 17.30 WIB, di Stadion Olimpico dengan hasil negatif akibat kekalahan di pekan ketiga. Tak ayal, pertarungan ke-202 kedua tim adalah kesempatan bagi ”Si Elang” dan ”Si Serigala” membawa semangat renaisans demi membenahi penampilan dan kembali ke tren hasil positif.

Sejak kedua tim bertemu pada 8 Desember 1929, Roma masih mendominasi dengan catatan 75 kali kemenangan. Sebaliknya, Lazio unggul dalam 58 pertandingan. Hasil imbang mewarnai 68 pertemuan lainnya.

Dominasi Roma itu pun ditandai dengan kehadiran empat legenda Si Serigala yang memimpin daftar pencetak gol terbanyak derbi ibu kota itu. Mereka adalah Dino da Costa dan Francesco Totti yang sama-sama mencetak 11 gol, lalu Marco Delvecchio dengan 9 gol, dan diikuti Vincenzo Montella berkat delapan gol.

Sementara pemain Lazio tersubur di salah satu derbi kota terbesar di Eropa juga dunia itu ialah Silvio Piola dan Ciro Immobile. Kedua pemain itu masing-masing mewarnai pengalaman di derbi ibu kota dengan torehan tujuh dan enam gol.

Roma pun memiliki kondisi tim yang lebih baik berkat permulaan musim yang unggul atas rival sekota. Kekalahan mengejutkan dari Torino pekan lalu tidak menutupi dua kemenangan dengan skor identik 1-0 pada dua gim awal musim ini.

Sementara itu, Lazio baru sekali menang pada pekan kedua dengan menumbangkan Verona 4-0. Tetapi, mereka sudah mengoleksi dua kekalahan dari Como dan Sassuolo.

Torino's Giovanni Simeone, not pictured, scores their side's opening goal of the game during the Serie A soccer match between AS Roma and Torino FC at the Rome's Olympic stadium, Italy, Sunday Sept. 14, 2025. (Fabrizio Corradetti/LaPresse via AP)

Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini akan menjalani derbi ibu kota pertamanya. Ia menyatakan timnya harus menepikan fakta permulaan musim Lazio yang tidak cukup positif. Menurut Gasperini, pertandingan derbi selalu menyajikan dimensi berbeda yang tidak dipengaruhi laga-laga sebelumnya.

”Ada rivalitas besar di dalam kota. Saya mengharapkan akan terjadi pertandingan derbi yang sengit, saat setiap orang berusaha untuk memberikan performa terbaik mereka,” tutur Gasperini kepada DAZN, Sabtu (20/9/2025).

”Dibandingkan pertemuan sebelumnya, perlu untuk menghadirkan ketenangan sebelum dan sesudah laga. Di pertandingan seperti ini, emosi berlebihan bisa membunuh permainan,” ucapnya.

Beban menang berada di pundak Gasperini. Selain memiliki kedalaman skuad yang lebih baik, Gasperini dibayangi warisan baik. Dalam empat derbi ibu kota sebelumnya, Roma nirkalah dengan koleksi dua kemenangan dan dua hasil remis.

Demi kembali ke jalur tiga poin, Gasperini perlu menentukan lebih bijak susunan pemain depan yang belum menemukan susunan terbaik. Seiring cedera yang dialami Paulo Dybala, Gasperini berpeluang mengembalikan Evan Ferguson sebagai pemain inti untuk menemani Matias Soule.

Di sisi lain, trio bek hingga kuartet lini tengah Roma berpeluang tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tiga pertandingan sebelumnya. Penetrasi dari dua pemain sayap, Angelino di kiri dan Wesley di kanan, bakal diandalkan Gasperini untuk mengancam pertahanan Lazio.

Italy Soccer Serie A

”Saya sangat senang dengan pekerjaan yang sudah berjalan dua bulan. Penting untuk membangun kontak efektif yang juga berjalan beriringan dengan hasil akhir,” ucap Gasperini.

Bryan Cristante, gelandang sekaligus kapten Roma, mengatakan, derbi berbeda dengan pertandingan lainnya. Ia menganggap duel menghadapi Lazio selalu terasa istimewa.

”Kami memiliki pelatih yang hebat dan bekerja baik dengan kami. Kami harus terus melanjutkan perkembangan ini,” kata Cristante seperti dikutip Roma Press.

Lebih unggul

Lazio bermodal rekor positif sang pelatih, Maurizio Sarri, dalam derbi ibu kota serta menghadapi Gasperini. Sejak periode pertama menangani Lazio pada musim 2021-2022, Sarri telah membantu Si Elang mengalahkan rival sekota dalam empat duel. Satu kali hasil imbang tercipta, lalu Lazio baru sekali mengalami kekalahan derbi ibu kota ketika diasuh Sarri.

Selain itu, Sarri mampu mengemas tujuh kemenangan dalam pertemuan kontra Gasperini. Sebaliknya, Sarri baru menelan enam kekalahan dari tim asuhan Gasperini.

Italy Soccer Serie A

Sarri menegaskan, skuad Lazio memiliki kesempatan untuk menemui titik balik kebangkitan di musim ini pada laga derbi. Tiga poin tidak hanya berbuah kemenangan yang hadirkan kondisi klub lebih baik, tetapi juga mengembalikan keyakinan suporter pada kemampuan tim di musim ini.

”Derbi adalah pertandingan paling sulit dan terberat yang pernah saya alami. Saya berharap anak-anak bisa memulai pertandingan dengan ketenangan di pikiran mereka sehingga mereka siap bertarung untuk semua orang yang berkaitan dengan klub,” tutur Sarri dilasir Corriere dello Sport.

Selain kepada pemain, Sari juga meminta para pendukung Lazio untuk memberikan dukungan kepada klub untuk bangkit pada gim derbi. Ia berharap pemain dan suporter bersatu untuk sama-sama berjuang demi kemenangan.

”Kami harus terus bersatu untuk menolong satu sama lain dan menjadi keluarga besar. Setiap keluarga tentu mengalami momen sulit dan sekarang saatnya kami menderita bersama,” kata Sarri yang memiliki satu scudetto ketika menangani Juventus pada musim 2019-2020.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati