PP PBSI periode 2024-2028 telah dilantik. Menurunnya prestasi bulu tangkis Indonesia dalam empat tahun terakhir membuat tantangan tim Fadil Imran sangat besar.
01 Des 2024 20:47 WIB · Olahraga
Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia memiliki nakhoda dan kru baru untuk mengarungi ketatnya persaingan bulu tangkis dunia. Di bawah pimpinan Fadil Imran sebagai ketua umum periode 2024-2028, pengurus yang dilantik di Yogyakarta, Sabtu (30/11/2024), memiliki tantangan begitu besar.
Bulu tangkis menjadi sorotan bangsa, bukan hanya penggemar fanatik cabang olahraga ini, ketika gagal mendapat medali emas dari Olimpiade Paris 2024. Dua emas dari cabang panjat tebing dan angkat besi tidaklah cukup, juga ketika pebulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung mendapat perunggu.
Kegagalan mendapat emas Paris 2024 menjadi puncak kegagalan PP PBSI 2020-2024, yang dipimpin Agung Firman Sampurna, setelah serangkaian kegagalan dalam ajang besar. Untuk pertama kalinya, bulu tangkis gagal mendapat medali dari Asian Games ketika ajang multicabang antara negara-negara Asia ini digelar di Hangzhou, China, pada 2023. Ajang tersebut sebenarnya bernama Asian Games Hangzhou 2022, tetapi penyelenggaraannya mundur setahun karena pandemi Covid-19.
Dalam tiga penyelenggaraan Kejuaraan Dunia, yaitu 2021, 2022, dan 2023, Indonesia kalah bersaing dengan pemain-pemain China, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Denmark, dan Singapura hingga pulang tanpa gelar. Adapun pada ajang beregu, gelar Piala Thomas 2020 terlepas setelah tim putra kalah dari India pada final 2022, lalu kalah lagi pada final 2024 dari China.
Hasil positif dari periode 2020-2024 yang bisa menjadi modal untuk tahun-tahun mendatang adalah gelar juara dunia yunior tunggal putra dari Alwi Farhan pada 2023. Pada 2024, gelar juara dunia dari pemain-pemain berusia di bawah 19 tahun ini didapat dari beregu campuran. Potensi juga ditunjukkan Mohammad Zaki Ubaidillah (tunggal putra) dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine (ganda putri) yang mencapai semifinal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/01/41e0228ac48258a2c90faa21c6637f3c-IMG_20241201_WA0004.jpg)
Menurunnya prestasi Indonesia, bahkan, berpengaruh pada antusiasme pencinta bulu tangkis (badminton lover/BL) dalam menonton ajang bulu tangkis di Indonesia. Turnamen Indonesia Terbuka 2024 yang berlevel Super 1000, misalnya, sepi penonton.
Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, yang biasanya penuh sejak hari pertama hingga final Indonesia Terbuka hanya terisi sekitar setengahnya. Pebulu tangkis Denmark, Anders Antonsen, bahkan mengungkapkan rasa sedihnya ketika melihat banyak bangku kosong di Istora saat dia tampil di final.
Maka, ketika pelantikan PP PBSI 2024-2028 disiarkan langsung akun resmi PBSI melalui Youtube, penonton ramai memberikan komentar. Mereka berharap, pengurus baru bisa membangkitkan prestasi bulu tangkis Indonesia. Regenerasi pada semua sektor juga diharapkan berlangsung cepat agar ada penerus para senior.
Hal lain yang menjadi sorotan adalah keberadaan Alex Tirta sebagai salah satu anggota dewan pengawas dan putranya, Armand Darmadji, sebagai wakil ketua umum III. Keberadaan politisi pada dewan penasihat, seperti Bahlil Lahadalia dan Zulkifli Hasan, yang menjadi bagian dari kepengurusan ”gemuk” berjumlah 61 orang juga dipertanyakan. Ada pula politisi lainnya, Nusron Wahid, sebagai deputi urusan strategis.
Komentar para pemerhati bulu tangkis di dunia maya juga tertuju pada dipilihnya Eng Hian sebagai ketua bidang pembinaan dan prestasi serta Mulyo Handoyo sebagai pelatih kepala. Eng Hian menjadi pelatih ganda putri di pelatnas sejak 2014, sementara Mulyo dikenal sebagai pelatih Taufik Hidayat yang ditempatkan sebagai wakil ketua umum I setelah dia menjadi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/03/01/32170435-1ec9-4220-99bc-8b4abb7c40e9_jpg.jpg)
Selain Taufik, nama-nama mantan atlet yang masuk dalam kepengurusan di antaranya Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir sebagai duta juara, Kevin Sanjaya Sukamuljo (anggota deputi urusan strategis), dan Greysia Polii dalam Tim Ketua Umum untuk Percepatan Prestasi (TKUPP).
Perjalanan pahit-manis mereka sejak merintis menjadi atlet hingga bisa mengibarkan bendera Merah Putih pada ajang level dunia bisa sangat berguna untuk membangkitkan bulu tangkis Indonesia dari keperpurukan. Liliyana dan kawan-kawan tak seharusnya hanya menjadi pajangan dalam tim pengurus.
Eng Hian dan Mulyo juga memiliki banyak pengalaman sebagai pelatih. Sebagai sosok terdekat dengan atlet, pelatih bagaikan orangtua bagi atlet di tempat latihan.
Dengan posisi yang ditempati saat ini, Eng Hian dan Mulyo bisa menjadi jembatan antara atlet dan pelatih dengan pengurus PBSI. Kedua sosok yang telah mengantarkan atlet mereka menjadi bintang dunia itu juga tahu kebutuhan dan kewenangan yang idealnya dimiliki pelatih, seperti membuat program latihan dan pemilihan turnamen dengan leluasa, tanpa mendapat gangguan dari pengurus.
Dengan struktur organisasi di bawah wakil ketua umum I, tugas awal Eng Hian dan Mulyo adalah memilih pelatih yang tepat untuk setiap sektor, di level pelatnas utama dan pelatnas pratama.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/06/12/e7b3cd1f-d087-4598-a78a-8b1cfc2d170e_jpg.jpg)
Pemilihan pelatih pada periode 2020-2024 berkali-kali menuai kritik, salah satunya ketika PBSI memilih Djoko Mardianto sebagai bagian dari pelatih pelatnas utama ganda campuran, pada Juni 2023, untuk mendampingi Amon Sunaryo. Padahal, Djoko tak memiliki rekam jejak menjadi pelatih klub dan dia dicoret setelah hanya tiga bulan melatih di pelatnas. Hal lain yang menjadi sorotan penggemar bulu tangkis di Indonesia ialah banyaknya pelatih yang berasal dari PB Exist, klub bulu tangkis milik Alex Tirta.
Memilih pelatih pada awal masa kerja menjadi tugas strategis karena mengembalikan prestasi bulu tangkis Indonesia tak ubahnya seperti membangun kekuatan dari nol. Apalagi, jeda empat tahun dari Olimpiade Paris 2024 ke Los Angeles 2028 bukanlah waktu yang panjang untuk melahirkan calon peraih medali emas dengan kekuatan Indonesia pada saat ini.
Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting tampaknya harus dipaksakan untuk LA 2028 karena tunggal putra tak memiliki pemain yang levelnya mendekati mereka. Maka, pelatih yang dipilih nantinya memiliki tugas ganda, yaitu mengoptimalkan kemampuan dua senior itu sambil mencari penerus Jonatan dan Anthony.
Tugas serupa akan dijalani pelatih ganda putra, yaitu mengoptimalkan formasi yang ada sambil meracik penerus mereka. Formasi terbaik saat ini yang bisa disiapkan untuk LA 2028 adalah Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Ada pula pasangan yang berlatih di luar pelatnas, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani.
Pelatih tunggal putri harus mematangkan Putri Kusuma Wardani dan pemain muda lain agar Gregoria Mariska Tunjung tak berjuang sendirian pada turnamen level atas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/12/22/28d68dec-ad6e-4d25-aa78-a99f6032f194_jpg.jpg)
Tugas lebih berat ada pada pelatih ganda putri, yang ditinggalkan Eng Hian, dan ganda campuran. Kedua sektor bisa dikatakan tak punya pemain di level elite yang setara dengan pemain-pemain China, Korea Selatan, dan Jepang sebagai tiga kekuatan utama.
Selain program promosi dan degradasi pada setiap akhir tahun, serta penyusunan program latihan, menentukan pelatih menjadi tugas penting pertama bidang binpres karena terkait pula dengan nasib pelatih.
Hingga Jumat, sehari sebelum pelantikan PP PBSI 2024-2028, beberapa pelatih yang dihubungi mengatakan, belum ada dialog antara PBSI dan mereka terkait kerja sama di antara dua pihak. Padahal, pelatih harus memiliki rencana terkait pekerjaan dan kehidupan mereka. Hal inilah yang membuat pelatih tunggal putra Irwansyah memasukkan tawaran melatih di India sebagai salah satu pilihan kelanjutan kariernya.
Meski PBSI baru dilantik pada 30 November, mereka memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk menyusun daftar pelatih, atau setidaknya daftar calon pelatih, setelah musyawarah nasional digelar pada Agustus.
Pemilihan pelatih dan atlet nasional ini harus dilakukan berdasarkan rekam jejak obyektif sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Pencarian atlet nasional yang potensial juga bisa diperluas dengan turun langsung ke berbagai klub oleh bidang pembinaan prestasi daerah. Apalagi, salah satu program prioritas yang disebutkan Fadil saat pelantikan adalah melihat atlet yunior di sejumlah daerah dengan tidak terpaku pada klub-klub besar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/08/b3c599c7-17d2-4a4a-89a0-3e421e9e9d32_jpg.jpg)
Sebagai cabang olahraga dengan standar prestasi di level dunia, mengembalikan kekuatan bulu tangkis Indonesia bisa mengembalikan kembali minat publik untuk menonton turnamen secara langsung di stadion. Dampak jangka panjangnya, bintang-bintang bulu tangkis tersebut bisa menjadi inspirasi penonton dari kalangan anak-anak.
Menurunnya minat penggemar bulu tangkis untuk memenuhi Istora, salah satunya saat Indonesia Terbuka 2024, dipengaruhi oleh terpuruknya prestasi pemain ”Merah Putih”, selain mahalnya harga tiket. Apalagi, harga tersebut tak sebanding dengan fasilitas yang disediakan panitia penyelenggara.
Namun, dari semua tugas pengurus PBSI, satu faktor terpenting yang harus menjadi payung Fadil Imran dan timnya adalah mengabdi untuk kepentingan bangsa, bukan untuk kepentingan pribadi dan atau kelompok tertentu.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata