Pebulu Tangkis Indonesia Lebih Fokus di Swiss Terbuka

Setelah All England, atlet bulu tangkis Indonesia tampil di Swiss Terbuka. Banyak yang menang dua gim pada babak pertama di hari kedua turnamen.

12 Mar 2026 06:12 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

BASEL, RABU — Seusai gagal meraih gelar juara di All England, pebulu tangkis Indonesia bersaing di Swiss Terbuka, 10-15 Maret, turnamen dengan level lebih rendah. Sebagian melewati babak pertama, sebagian lain tak lebih baik dari All England.

Mereka yang bertekad mendapat hasil lebih baik dan membuka penampilan di St Jakobshalle, Basel, Swiss, dengan kemenangan di antaranya Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Adapun atlet-atlet yang tidak lebih baik dari All England dan tersingkir pada babak pertama adalah Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Mereka tersingkir saat tampil pada hari pertama turnamen.

Nikolaus Joaquin mengembalikan pukulan pada babak pertama Swiss Terbuka di St Jakobshalle, Basel, Selasa (10/3/2026). Raymond Indra/Nikolaus kalah pada pertandingan tersebut.

Performa Raymond/Nikolaus bahkan di bawah penampilan mereka di All England, 3-8 Maret, ketika mencapai semifinal. Ganda putra yang ditempatkan sebagai unggulan keempat tersebut disingkirkan Chen Cheng Kuan/Lin Bing Wei (Taiwan) dengan skor 17-21, 17-21. Adapun Rian/Rahmat, yang mencapai perempat final di All England, kalah dari Aaron Tai/Kang Khai Xing (Malaysia) 16-21, 27-29.

Mereka yang tampil pada hari kedua, Rabu (11/3/2026), tampil lebih baik. Kemenangan dua gim didapat Putri, Alwi, Jafar/Felisha, dan Amri/Nita. Putri mengalahkan Tanvi Sharma (India), 21-11, 21-10.

”Alhamdulillah, hari ini bisa bermain dengan baik, bisa enjoy juga jadi bisa mengeluarkan semua pola dan teknik permainan. Awalnya agak sedikit tegang karena Tanvi Sharma sempat mengalahkan Nozomi Okuhara dan main rubber game lawan Wang Zhi Yi. Saya bisa mengontrol permainan sehingga dia banyak mati sendiri,” komentar Putri.

Putri Kusuma Wardani menjalani babak pertama Swiss Terbuka di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu (11/3/2026). Putri mengalahkan Tanvi Sharma (India), 21-11, 21-10.

Putri, ranking keenam dunia, ditempatkan sebagai unggulan teratas dalam turnamen Super 300 ini. Lima atlet dengan ranking di atasnya, yaitu An Se-young, Wang Zhi Yi, Chen Yu Fei, Akane Yamaguchi, dan Han Yue, absen. Meski demikian, Putri menilai persaingan tetap merata. ”Semua yang turun di sini cukup bagus. Jadi, saya tidak boleh lengah di setiap pertandingan,” kata Putri, yang mencapai perempat final di All England.

Jafar/Felisha mengatakan cukup beruntung ketika lawan, Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen (Inggris), tidak tampil maksimal. Mereka pun menang, 21-17, 21-7.

”Dua minggu lalu, kami sempat latih tanding sama mereka di Milton Keynes. Mereka bermain jauh lebih baik daripada hari ini. Mungkin dalam pertandingan, tekanannya berbeda. Ini yang berbeda dan jadi keuntungan buat kami,” kata Felisha, yang menjadi unggulan ketiga.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berhadapan dengan Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen (Inggris) pada babak pertama Swiss Terbuka. Di St Jakobshalle, Swiss, Rabu (11/3/2026), Jafar/Felisha menang.

Di All England, Jafar/Felisha kalah dari rekan latihan di pelatnas, Amri/Nita, pada babak kedua. Di Swiss Terbuka, mereka tak akan bertemu hingga semifinal.

Namun, pertemuan sesama pemain Indonesia pada babak-babak awal tak terhindarkan karena empat pasangan berada pada paruh bawah undian. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil pun bertemu Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana.

Adnan/Indah menang, 21-18, 21-14, dan akan bertemu dengan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang (Taiwan) pada babak kedua. Jika menang, Adnan/Indah berpeluang bertemu Amri/Nita di perempat final.

Bagas Maulana melakukan ”backhand” saat bermain pada babak pertama Swiss Terbuka di St Jakobshalle, Basel, Selasa (10/3/2026). Leo Rolly Carnando/Bagas memenangi pertandingan tersebut.

Di ganda putra, Leo/Bagas menjadi pasangan Indonesia yang tersisa setelah Raymond/Nikolaus dan Rian/Rahmat kalah. Mereka bertekad menjaga fokus lebih baik setelah tersingkir pada babak pertama All England.

”Saya mempelajari apa yang kemarin sudah dilakukan di All England. Persiapan untuk main di sana cukup panjang, tetapi kami gagal, mungkin karena fokusnya kurang dijaga. Jadi, di sini mencoba untuk bangkit lagi dan mencoba untuk lebih fokus,” kata Leo, yang akan berhadapan dengan Tai/Xing pada babak kedua.

Alwi dan Anthony menang

Dalam persaingan tunggal putra, Alwi melewati tantangan pertama saat berhadapan dengan pemain China yang bersaing dengannya sejak level yunio, Hu Zhe An. Alwi menang, 21-18, 21-10, untuk melawan Jia Heng Jason Teh pada babak kedua.

Anthony Sinisuka Ginting berhadapan dengan Wang Tzu Wei (Taiwan) pada babak pertama Swiss Terbuka di Basel, Swiss, Rabu (11/3/2026). Anthony menang, 21-11, 21-17.

Pemain senior Anthony Sinisuka Ginting juga memenangi laga awal. Kemenangan atas Wang Tzu Wei, 21-11, 21-17, itu mengantarkan Anthony ke babak kedua untuk melawan Wang Zheng Xing, pemain China yang menyingkirkan unggulan kedua, Chou Tien Chen, pada babak pertama.

Anthony bermain di Swiss setelah absen di All England karena rankingnya tak memungkinkan untuk bermain dalam turnamen Super 1000 tersebut. Di Swiss pun, atlet yang saat ini menempati ranking  ke-51 dunia tersebut harus tampil sejak babak kualifikasi. Atlet berusia 29 tahun itu akan berusaha fokus pada penampilannya di setiap babak.

”Persaingan tunggal putra merata di turnamen ini karena cukup banyak pemain top. Jadi, persaingan akan seru. Saya sendiri akan fokus satu-satu,” katanya.

Mohammad Zaki Ubaidillah memberi perlawanan ketat kepada unggulan teratas tunggal putra, Li Shi Feng (China), di babak pertama Swiss Terbuka, Rabu (11/3/2026). Zaki kalah dengan skor 22-24, 21-16, 16-21.

Meratanya persaingan diperlihatkan dengan tersingkirnya unggulan kedua dan ketiga, Chou dan Loh Kean Yew, pada babak pertama. Unggulan teratas yang merupakan pemain ranking ketujuh dunia, Li Shi Feng, mendapat perlawanan ketat dari atlet muda Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah. Dengan pengalamannya menghadapi momen kritis, Li menang, 24-22, 16-21, 21-16.

”Pada gim pertama, saya sempat mengontrol dan unggul. Tapi, dari situ ada beberapa salah pengembalian hingga akhirnya kondisi berbalik. Li Shi Feng lebih siap dan tahan pada poin-poin akhir. Ini menjadi pelajaran bagi saya agar bisa lebih fokus menjelang pertandingan berakhir,” kata Zaki.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto