Lemah di Penyelesaian Akhir, Semen Padang Ditahan Imbang Persebaya 0-0

Semen Padang melepaskan delapan tembakan tepat sasaran ke gawang Persebaya, tetapi tidak satu pun yang berbuah gol.

15 Des 2024 21:00 WIB · Olahraga

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Semen Padang FC ditahan imbang dengan skor 0-0 oleh Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-15 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Haji Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Minggu (15/12/2024). Meskipun mendapatkan banyak peluang dan unggul jumlah pemain, tim ”Kabau Sirah” gagal mencetak gol karena lemahnya penyelesaian akhir.

Dominasi Semen Padang ketika menyerang tampak dari statistik pertandingan. Akun Instagram resmi BRI Liga 1 mencatat, Semen Padang membuat 19 tembakan dengan 8 tembakan di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Persebaya membuat 10 tembakan dengan 4 tembakan di antaranya tepat sasaran.

Pelatih Kepala Semen Padang FC Eduardo Almeida mengatakan, timnya bisa mengontrol jalannya pertandingan dan punya sejumlah peluang mencetak gol. Walakin, ia tidak senang dengan hasil akhir karena tim mencoba segala cara untuk mendapatkan tiga poin.

”Secara kualitas pertandingan, sangat positif. Namun, ada satu kekurangan, yaitu penyelesaian akhir dalam mencetak gol,” kata pelatih berkebangsaan Portugal itu dalam jumpa pers seusai pertandingan.

Pada babak pertama, Semen Padang mendapatkan peluang matang pada menit ke-24 melalui Bruno Dybal. Mendapatkan umpan lambung dari Gala Pagamo, Dybal melepaskan tembakan dari sisi kanan pertahanan Persebaya. Tembakan keras itu dapat diblok kiper Persebaya, Ernando Ari, dengan baik.

Kabau Sirah kembali mendapatkan peluang melalui Gala Pagamo pada menit ke-36. Dari sisi kiri pertahanan tim tamu, Gala melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Namun, lagi-lagi Ernando Ari, kiper yang juga langganan timnas Indonesia ini, mampu mengeblok dengan baik.

Suasana pertandingan antara Semen Padang FC (merah) melawan Persebaya Surabaya  (putih) dalam pertandingan pekan ke-15 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Haji Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Minggu (15/12/2024). Pertandingan ini berakhir dengan skor 0-0.

Di pengujung babak pertama, menit ke-45+1, Ernando kembali berjibaku di depan gawang. Ernando berhasil menepis tembakan tepat sasaran penyerang Semen Padang, Cornelius Stewart, dari sisi kiri pertahanan yang mengarah ke tiang jauh.

Sebaliknya, Persebaya mendapatkan peluang bagus pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-51 melalui Bruno Moreira. Dari sisi kanan pertahanan Semen Padang, Moreira melepaskan tembakan tepat sasaran, tetapi dapat ditepis oleh kiper Teguh Amiruddin.

Sejak menit ke-67, Persebaya terpaksa bermain dengan 10 pemain. Bek Persebaya, Ardi Idrus, mendapatkan kartu merah seusai menyikut Gala Pagamo. Pelanggaran tersebut terekam oleh asisten wasit video (VAR).

Unggul jumlah pemain, Semen Padang justru gagal memanfaatkan kesempatan. Para penyerang tuan rumah tampak ragu-ragu dalam melakukan penyelesaian akhir di area pertahanan lawan. Peluang terakhir Semen Padang didapat Muhammad Iqbal pada menit ke-86. Tembakan Iqbal dari luar kotak penalti masih bisa ditangkap Ernando dengan baik.

Di pengujung laga, menit ke-90, Persebaya nyaris saja membawa tiga poin ke Surabaya. Lemparan ke dalam tanggung oleh bek Semen Padang, Alexvan Djin, gagal dijangkau rekannya, Kim Min-Gyu, dengan baik.

Bola pun direbut penyerang Persebaya, Flavio Silva, dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper Teguh Amiruddin. Flavio berhasil mengecoh Teguh di dalam kotak penalti, tetapi kehilangan momentum untuk membuat tembakan tepat sasaran karena dibayangi duo bek Kim Min-gyu dan Tin Martic.

Gelandang serang Semen Padang FC, Bruno Dybal (kanan), menggiring bola sembari dikejar penyerang Persebaya, Flavio Silva (kiri), dalam pertandingan pekan ke-15 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Haji Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Minggu (15/12/2024). Pertandingan ini berakhir dengan skor 0-0.

Almeida menyesalkan hasil imbang ini. Timnya membuat banyak peluang di area pertahanan lawan, tetapi masih gagal melakukan penyelesaian akhir. ”Ke depannya kami harus tetap bekerja dan tetap percaya,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Kepala Persebaya Paul Christopher Munster mengatakan, ia senang dengan hasil imbang ini meskipun ada sejumlah situasi yang tidak menguntungkan timnya. Persebaya punya peluang mencetak gol meskipun tidak bisa dimanfaatkan secara baik.

Meskipun demikian, Munster mengkritik keras komisioner pertandingan. Sebab, dua pemainnya, Riswan Lauhin dan Kasim Botan, tidak ada di kertas daftar susunan pemain. Upaya pelatih memasukkan Riswan dan Kasim sebagai pemain pengganti pun tertunda selama 10 menit.

”Bagaimana ini bisa terjadi? Saya ingin ada investigasi penuh dari PSSI terkait pertandingan ini,” katanya dengan nada marah.

Dengan kesalahan itu, Munster merasa timnya sangat dirugikan. Dalam pertandingan ini, total Persebaya selama 35 menit terpaksa bermain dengan 10 pemain, yaitu 10 menit ketika tidak bisa memasukkan Riswan dan Kasim serta 25 menit ketika Ardi Idrus mendapat kartu merah di babak kedua.

”Selamat kepada semua yang terlibat,” katanya.

Tambahan satu poin dalam pertandingan ini membuat Semen Padang masih berada di luar zona degradasi klasemen sementara BRI Liga 1 pada posisi ke-15 dari 18 klub. Kabau Sirah mengumpulkan total 10 poin dari hasil 2 kemenanganan, 4 imbang, dan 9 kekalahan.

Persebaya tetap jadi pemuncak klasemen sementara BRI Liga 1 dengan berjarak lima poin dari Persib Bandung di posisi kedua. Persebaya mengumpulkan 34 poin dari hasil 10 kemenangan, 4 imbang, dan 1 kekalahan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

NELI TRIANA