Nama Leo XIV, Penanda Komitmen untuk Keadilan Sosial

Kardinal Robert Prevost menjadi Paus pertama dari Ordo Santo Agustinus. Ordo ini mengabdikan diri pada kemiskinan, pelayanan, dan penginjilan.

09 Mei 2025 10:26 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

VATIKAN, JUMAT — Kardinal Robert Prevost mengukir sejarah dengan menjadi orang Amerika Serikat pertama yang menjadi paus pada Konklaf 2025, Kamis (8/5/2025). Ia memilih nama Leo XIV untuk kepausannya.

Dengan pilihan nama itu, ia ingin menyampaikan akan memprioritaskan isu-isu keadilan sosial. Nama itu juga menandakan kesinambungan kuat dengan pelayanan global mendiang Paus Fransiskus.

Natalia Imperatori-Lee, Ketua Studi Agama di Universitas Manhattan, New York,  menyatakan, ”Saya pikir banyak dari kita yang bertanya-tanya ketika mereka (para kardinal elektor) memilih seorang Amerika, dan kemudian Paus terpilih memilih nama Paus Leo XIV.”

”Bagi saya, itu benar-benar berarti bahwa ia akan melanjutkan karya Leo XIII,” kata Imperatori-Lee.

Paus Leo XIII merupakan Pemimpin Gereja Katolik Roma dari tahun 1878 hingga 1903. Ia dikenal sebagai pemimpin yang meletakkan dasar bagi pemikiran sosial Katolik modern.

Newly elected Pope Leo XIV, left, formerly Cardinal Robert Francis Prevost, appears with, from left, Master of Ceremonies Archbishop Diego Giovanni Ravelli, Cardinal Pietro Parolin, and Cardinal Vinko Puljić on the central loggia of St. Peter's Basilica at the Vatican shortly after his election as the 267th pontiff of the Roman Catholic Church, Thursday, May 8, 2025. (AP Photo/Domenico Stinellis)

Ensiklik atau Surat Edaran Paus Leo XIII yang paling terkenal adalah Rerum Novarum pada 1891. Ensiklik ini membahas hak-hak pekerja dan kapitalisme di awal era industri.

Paus Leo XIII mengkritik kapitalisme laissez-faire dan sosialisme yang berpusat pada negara. Kritikan ini membentuk ajaran ekonomi khas Gereja Katolik. ”(Pilihan) nama Leo XIV merupakan tanda komitmen mendalam terhadap isu-isu sosial,” kata Imperatori-Lee.

”Saya pikir Paus (baru) ini menyampaikan sesuatu tentang keadilan sosial. Dengan memilih nama ini, keadilan sosial akan menjadi prioritas. Ia melanjutkan banyak pelayanan Paus Fransiskus,” imbuhnya.

Pastor Alexander Lam, biarawan Ordo Agustinian dari Peru yang mengenal Paus baru itu mengatakan, Paus Leo XIV dicintai di Peru. Ia dikenal dekat dengan umatnya, terutama orang miskin. Ia mengatakan, Paus itu adalah pejuang isu keadilan sosial dan pengelolaan lingkungan.

”Bahkan para uskup Peru menyebutnya sebagai orang suci, Orang Suci dari Utara, dan ia punya waktu untuk semua orang,” kata Lam dalam wawancara dengan Associated Press (AP) di Roma.

”Ia adalah orang yang akan menemukan Anda di sepanjang jalan. Ia uskup yang seperti itu,” imbuhnya.

Lam menambahkan, ketika mendiang Paus Fransiskus melawat ke Peru pada 2018, Prevost berkemah bersama umatnya di lapangan selama acara peringatan sebelum misa bersama Paus Fransiskus. ”Roberto memiliki gaya itu, kedekatan itu. Mungkin itu bukan gerakan institusional yang hebat, melainkan itu gerakan manusiawi,” ujarnya.

Faithful celebrate after white smoke appeared from the chimney of the Sistine Chapel where 133 cardinals gathered on the second day of the conclave to elect a successor to late Pope Francis, at the Vatican, Thursday, May 8, 2025. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Juru Bicara Vatikan Matteo Bruni mengonfirmasi, pilihan nama Leo merujuk pada Leo XIII dan doktrin sosial gereja, khususnya ensiklik Rerum Novarum Doktrin ini dianggap sebagai ensiklik sosial pertama Gereja Katolik.

Kardinal Italia Mauro Piacenza kepada RAI TV mengatakan, nama Leo juga merujuk pada Paus Leo I. ”Pendahulu lainnya, Paus Leo I, dikenal karena berhasil memukul mundur invasi barbar Atilla the Hun pada 452 M dan mencegahnya menjarah Roma melalui diplomasi,” katanya.

Ia juga mencatat, Paus Leo XIII mengangkat Tempat Suci Bunda Rosario Pompeii menjadi basilika kepausan pada tahun 1901.

Nama Leo dapat pula merujuk pada Bruder Leo, biarawan abad ke-13 yang merupakan sahabat karib Santo Fransiskus dari Assisi. Dengan memilih nama itu, Paus baru ingin menandakan kesinambungan yang sangat kuat dengan Paus Fransiskus, yang menamai dirinya sendiri dengan nama santo itu.

Vatican News melaporkan, Paus Leo XIV menjadi Paus pertama dari Ordo Santo Agustinus. Ordo yang didirikan Santo Agustinus pada abad 13 ini merupakan komunitas biarawan yang mengabdikan diri pada kemiskinan, pelayanan, dan penginjilan.

Newly elected Pope Leo XIV waves to faithful and pilgrims gathered in St. Peter's Square at the Vatican shortly after his election, Thursday, May 8, 2025. (Vatican Media via AP)

Nama kepausan

Terkait pemilihan nama kepausan, pada sebagian besar milenium pertama Gereja Katolik, para paus menggunakan nama pemberian atau nama lahir mereka. Pengecualian pertama adalah Mercurius dari Roma pada abad ke-6. Nama Mercurius mengacu pada nama dewa pagan. Ia memilih Yohanes II.

Pada abad ke-11, penggunaan nama yang berbeda menjadi praktik umum bagi para paus setelah terpilih. ”Pada periode ini, para paus Jerman memilih nama uskup gereja awal karena keinginan untuk menandakan kesinambungan,” kata Pastor Roberto Regoli, sejarawan pada Universitas Kepausan Gregorian Roma.

Selama berabad-abad, para paus baru cenderung memilih nama paus yang mengangkat mereka menjadi kardinal. Yohanes adalah nama yang paling populer, dipilih oleh 23 paus. Kemudian Benediktus dan Gregorius, masing-masing terdapat 16 nama.

Pengadopsian nama baru oleh paus terpilih kemudian menjadi kebiasaan. Hanya segelintir paus yang mempertahankan nama baptis mereka, seperti Marcellus II dan Adrian VI. Dua paus ini menjabat sebagai kepala gereja pada abad ke-16.

Baru pada pertengahan abad ke-20, Regoli melanjutkan, para paus baru mulai memilih nama yang menandakan tujuan kepausan mereka. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari