Presiden: Rp 1 Miliar bagi Peraih Emas SEA Games

Presiden Prabowo menjanjikan bonus senilai Rp 1 miliar untuk peraih medali emas di SEA Games 2025.

05 Des 2025 20:06 WIB · Olahraga

KOMPAS

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto membakar semangat para atlet kontingen Indonesia yang segera berangkat ke Thailand untuk berlaga di SEA Games 2025. Bonus senilai Rp 1 miliar pun dijanjikan untuk peraih medali emas.

Presiden Prabowo sempat menanyakan berapa bonus yang akan diberikan untuk peraih medali emas kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir saat pelepasan kontingen SEA Games 2025 Thailand di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Pertanyaan ini dijawab Rp 500 juta.

”500? Bisa dinaikkan jadi Rp 1 miliar? Bisa. Bisa, kan? Mensesneg, bisa? Alhamdulillah,” tutur Presiden setelah memastikan kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang juga hadir dalam acara itu. Selain itu, tampak pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, serta ketua kontingen (CDM) Bayu Priawan Djokosoetono.

Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pelepasan kontingen Indonesia yang akan berlaga di Sea Games Thailand 2025, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Indonesia akan mengirim 1.021 atlet yang akan berlaga di 49 cabang dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan. Kompas/Hendra A Setyawan

Presiden Prabowo meyakini semua atlet bertanding tidak semata-mata karena uang. ”Tapi dari muka Saudara-saudara kelihatan, kalau mendapat penghargaan seperti itu akan sangat membantu karier kamu. Benar atau tidak?” tambah Presiden.

Presiden juga mengingatkan bahwa semua atlet mendapatkan kehormatan besar mewakili hampir 300 juta warga Indonesia di SEA Games. Prabowo menyebut hal itu mimpinya saat muda.

”Saya tidak pernah mendapat apa yang dulu sebagai pemuda saya mimpikan. Sebagai anak muda waktu itu saya bermimpi apakah suatu saat saya bisa mewakili bangsa saya di medan olahraga dunia, dan Saudara-saudara sekarang mendapat kehormatan itu,” tuturnya.

Karena itu, setelah upaya keras berlatih, Presiden berharap semua melakukan yang terbaik. ”Saya hanya bisa pesan, berbuatlah yang terbaik yang bisa kau perbuat. Berikan yang terbaik, berikan segala yang bisa kau berikan. Karena ini adalah ajang membela kehormatan seluruh bangsa Indonesia,” tambah Presiden.

Presiden Prabowo Subianto menyalami para atlet usai acara pelepasan kontingen Indonesia yang akan berlaga di Sea Games Thailand 2025, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Indonesia akan mengirim 1.021 atlet yang akan berlaga di 49 cabang dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan. Kompas/Hendra A Setyawan

Presiden pun akan turut mendoakan. Kendati masih ada warga Indonesia ditimpa bencana, Prabowo meminta semangat semua atlet tak surut.

”Kita bangsa yang kuat, bangsa yang tabah, bangsa yang tidak mudah menyerah, bangsa yang tidak akan gentar menghadapi apa pun. Biar badai menimpa kita, kita akan kokoh teguh bagai batu karang di tengah samudra. Kita akan urus saudara-saudara kita yang menderita musibah, tapi kita tidak berhenti, tidak bisa menangis, tidak bisa merenung, kita kerja keras di semua bidang,” tambahnya.

Selain itu, Presiden juga menjanjikan semua atlet berprestasi akan mendapat tempat terbaik. Dicontohkan, Rizki Juniansyah, atlet angkat besi yang kini menjadi anggota TNI Angkatan Laut dengan pangkat letnan dua. Rizki yang ditemui secara terpisah mengatakan harapannya untuk menjadi anggota Korps Marinir karena selama ini berlatih angkat besi di Kwini, Jakarta, mes perwira Marinir.

”Bertandinglah dengan sepenuh hati, konsentrasi, keberanian, percaya diri, jaga disiplin, selalu rendah hati. Berbuat yang terbaik. Kekuatan, kadang-kadang kalau kekuatan dari dalam, kekuatan itu bisa melebihi perkiraan manusia. Kalian harus gali kekuatan dari dalam dirimu. Yakinkan dirimu dulu, baru Saudara akan mendapatkan prestasi mungkin di luar dugaan orang,” tambah Prabowo.

Para atlet memasuki Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk mengikuti pelepasan kontingen Indonesia ke SEA Games 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, Jumat (5/12/2025).

Bangun pusat olahraga

Tak hanya memastikan penghargaan bagi para atlet, Presiden juga menyampaikan keinginannya untuk menyiapkan pembinaan olahraga jangka panjang. ”Saya sudah merencanakan kita akan bangun pusat olahraga yang besar. Saya minta sekitar minimal 500 hektar pusat (olahraga) itu. Enggak ada pusat olahraga yang 5 hektar, 8 hektar, tidak,” tuturnya.

Di pusat olahraga ini rencananya semua anak akan belajar dan berlatih. Para pelatih terbaik akan didatangkan untuk membina calon-calon atlet sejak usia delapan tahun.

”Sekarang SEA Games, nanti Asian Games, ya Olimpiade, tetapi kita juga berpikir lebih jauh, jangka panjang, saya percaya dengan pembinaan seperti ini, (dari) 300 juta (penduduk) pasti melahirkan banyak pendekar, pahlawan-pahlawan muda yang akan mengangkat nama, angkat nama harum bangsa Indonesia,” tambahnya.

Sebelumnya, Menpora Erick Thohir menyebutkan atlet yang akan berlaga di SEA Games berjumlah 1.021 orang di 48 cabang olahraga. Jumlah ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara keempat dengan kontingen terbanyak setelah Thailand, Filipina, dan Malaysia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berbincang setelah mengikuti Pengukuhan Tim Indonesia SEA Games Thailand 2025 di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Indonesia mengirimkan 996 atlet yang akan berlaga di 48 cabang olahraga dengan target mempertahankan peringkat ketiga di Thailand seperti pencapaian di SEA Games Vietnam 2021 dan SEA Games Kamboja 2023. Selanjutnya, para atlet menuju Istana Negara untuk mengikuti seremoni pelepasan oleh Presiden Prabowo Subianto.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
05-12-2025

Erick menambahkan, Indonesia menargetkan setidaknya menjadi peraih medali emas ketiga terbanyak di SEA Games 2025. Target ini sama dengan SEA Games di Kamboja 2023 saat Indonesia meraih 87 medali emas.

Namun, ada 41 nomor pemberi medali emas bagi Indonesia dan dipertandingkan di Kamboja yang kini tak dipertandingkan di Thailand. Karena itu, kontingen Indonesia akan mengejar supaya bisa mencapai prestasi sebaik dua tahun lalu.

Seusai pelepasan, Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia Maruli Simanjuntak menyebutkan cabang olahraga judo menargetkan dua medali emas, bahkan berharap bisa lebih dari itu. Para atlet pun sudah disiapkan mengikuti kejuaraan di berbagai negara.

”Terakhir kita TC di Jepang, selama dua tahun ini juga sudah mengikuti kejuaraan di Asia juga kejuaraan di Melanesia,” ujar Maruli. Tim judo yang diunggulkan, menurut Maruli, adalah tim Vietnam. Sebelumnya, Thailand menjadi lawan kuat Indonesia.

Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia Jenderal Maruli Simanjuntak Kepala Staf TNI AD

Adapun Ketua Umum Pengurus Besar Akuatik Indonesia Anindya Bakrie mengatakan mengirim 67 atlet, termasuk renang, polo air, loncat indah, dan renang indah. Dia menargetkan raihan medali emas bisa lebih dari dua, lebih baik dari SEA Games 2023.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pemain Piring Terbang Indonesia Randi Tulus mengatakan mengirimkan 18 atlet. Piring terbang atau ultimate frisbee atau flying disc akan menjadi cabang olahraga yang pertama kali dipertandingkan di SEA Games sehingga menjadi olahraga demonstrasi.

Untuk pertandingan berkelompok dengan pemain tujuh orang ini, tim akan saling lempar dan mengoper piring terbang sampai di end zone untuk mendapat poin. Dalam permainan selama 90 menit, tim yang mendapat poin tertinggi akan menang.

Randi Tulus Ketua Perkumpulan Pemain Piring Terbang Indonesia (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan bersama dua atlet olahraga piring terbang (ultimate frisbee) Vincent (kiri) dan Sam (tengah) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (5/12/2025). Pada SEA Games 2025, sebanyak 18 atlet cabor ini akan berlaga. Cabor ini juga pertama kali dipertandingkan di SEA Games.

Untuk SEA Games 2025, akan dipertandingkan kategori mixed division atau campuran laki-laki dan perempuan. Adapun atlet-atlet Indonesia, menurut Randi, sudah berlatih, baik dari Jakarta, Yogyakarta, Bali, maupun dari luar negeri. Para pemain akan memperkuat kekompakan dengan berlatih bersama pada 14-15 Desember sebelum berlaga.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro