Tak ada keraguan bagi Napoli untuk mati-matian mengejar ”scudetto”. ”Si Keledai Kecil” bakal jalani duel kontra Lazio dengan dibayangi tekanan besar dari Atalanta.
07 Des 2024 17:35 WIB · Olahraga
NAPLES, SABTU – Napoli dilecut dua kondisi tidak kondusif yang memerlukan respons positif demi mengejar tiga poin ketika menghadapi Lazio, Senin (9/12/2024) pukul 02.45 WIB, di Stadion Diego Armando Maradona. ”Si Keledai Kecil” berambisi membalas kekecewaan akibat disingkirkan Lazio dari babak 16 besar Coppa Italia, lalu bertekad kembali ke puncak klasemen yang dikudeta Atalanta.
Menjelang laga ke-15 Liga Italia 2024-2025, Napoli sudah memastikan kans meraih lebih dari satu gelar juara pada musim perdana Pelatih Antonio Conte. Mereka tumbang 1-3 dari Lazio, Jumat (6/12/2024) dini hari WIB, sehingga tersisih dari Coppa Italia. Itu menyebabkan peluang trofi Napoli hanya tersisa di Liga Italia.
Conte sangat marah sekaligus kecewa dengan kegagalan timnya melaju ke babak delapan besar Coppa Italia. Dengan hanya bermain di Liga Italia, Conte tidak memiliki kesempatan untuk memberikan kesempatan merata bagi sejumlah pemainnya.
Dengan hanya fokus di Liga Italia, tekanan kepada Conte dan skuadnya untuk mengejar gelar scudetto semakin besar. Oleh karena itu, perjumpaan kembali dengan Lazio di liga adalah kesempatan terbaik bagi Napoli untuk membalas kekalahan di Coppa Italia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/07/9610cb801a8da2b9b780ed3b88743762-ba6cf5a30dd84e8cafda5baa9220b4c5_0_4419db23eab24eb5a060fdba03c218a3.jpg)
”Kami tereliminasi dari kompetisi (Coppa Italia) yang menyebabkan kekecewaan dan kemarahan. Kegagalan itu menyebabkan penyesalan yang membuat harus melakukan evaluasi,” ujar Conte dilansir Corriere dello Sport, Sabtu (7/12/2024).
Kans Napoli untuk membalas kekalahan di liga amat terbuka. Tren Napoli di Italia dalam tiga gim terakhir meraup dua menang dan sekali seri. Adapun Lazio menelan kekalahan pada pekan lalu dari Parma.
Selain ingin bangkit dari hasil mengecewakan di Coppa Italia, Napoli wajib meraih kemenangan demi kembali ke puncak klasemen. Napoli akan memiliki tekanan besar jelang laga kontra Lazio karena tertinggal dua poin dari Atalanta sebelum sepak mula.
Atalanta mengudeta posisi puncak sementara dari Napoli berkat meraih kemenangan 2-1 atas AC Milan, Sabtu WIB, di Stadion Gewiss. Berkat sembilan kemenangan beruntun di liga, ”La Dea” mengumpulkan 34 poin atau unggul dua poin atas Napoli.
Tidak sekadar untuk kembali ke puncak, jika kalah beruntun dari Lazio, perolehan Napoli juga bakal didekati oleh tim asal kota Roma, ibu kota Italia. Hingga menjalani laga ke-14, Lazio berada di peringkat kelima dengan 28 poin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/07/415391521b301d1cdc2ede2b998e7dc6-5ebd63be06644f33a04c1e14537a438e_0_c6ed91e7a47d46c589ddcb387c944438.jpg)
Conte menegaskan Napoli adalah tim yang masih dalam proses berkembang. Meksipun senang skuadnya menjadi pesaing posisi puncak klasemen, Conte menilai masih banyak hal yang harus dibenahi anak asuhannya untuk langgeng menjadi pesaing scudetto musim ini.
”Kami harus bekerja dan berpikir tentang diri kami sendiri. Kami masih dalam permulaan perjalanan untuk meningkatkan tim. Tidak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan,” tutur Conte.
Dalam dua laga terakhir di liga, Napoli hanya menang dengan skor minimalis 1-0. AS Roma dan Torino adalah korban pola pragmatis Si Keledai Kecil yang mengutamakan tiga poin di atas segalanya. Sebelumnya, mereka juga hanya mencetak sebuah gol ketika bermain imbang 1-1 kontra Inter Milan pada pekan ke-12.
Waspada yang telah disampaikan Conte untuk anak asuhannya bukan tanpa alasan. Napoli menderita kekalahan telak 0-3 dari Atalata di kandang sendiri, 3 November lalu. Situasi itu membuat kenyamanan Napoli di posisi pertama terusik.
”Tim telah menerima pelajaran dari gim melawan Lazio. Saya setuju dengan Conte bahwa tim ini masih perlu berbenah untuk mengejar ambisi besar bersama,” ucap Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis kepada Mediaset.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/07/478541a754174374b271a8364ed3c390-0004aec8e5b346a3a7e29bb846c75a2a_0_dc3bd66c6dca4bef8a80e54c91aeb319.jpg)
Sementara itu, Atalanta tengah menikmati posisi di puncak klasemen seusai meraih kemenangan ke-11 di Liga Italia musim ini. Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini memberikan kesempatan kepada pemain dan pendukung untuk merayakan naik ke peringkat pertama sebelum mempersiapkan diri melawan Real Madrid di Liga Champions, tengah pekan nanti.
”Saya belum pernah merasakan antusiasme besar dengan nyanyian keras dari pendukung selama pertandingan. Kami tidak pernah berada di posisi puncak setelah menjalani gim-gim sebelumnya, jadi biarkan kami rasakan perayaan ini sejenak,” kata Gasperini kepada Sky Sport Italia.
Meskipun datang ke markas pesaing scudetto, Pelatih Lazio Marco Baroni menekankan timnya tidak gentar menghadapi Napoli. Baroni mengungkapkan ”Si Elang” bertekad mempertahankan filosofi permainan mereka di Stadion Diego Armando Maradona.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/07/6fb7fc3fe8fe7cc39f75eb321c52c323-ad50be726f154f199d3b699703e6bbae_0_e33b09f329c149cb9ba0c030172adae2.jpg)
”Kami adalah tim yang ingin dominan memainkan bola karena kami memiliki pemain berkualitas untuk menunjang gaya bermain kami. Pemain cepat memahami bimbingan kami yang menyajikan performa fantastis di mana pun mereka bermain,” ujar Baroni.
Baroni menambahkan, Taty Castellanos dan kawan-kawan telah memugar kondisi mental yang positif seusai lolos ke babak delapan besar Coppa Italia. Kemenangan atas Napoli mengakhiri rentetan nirmenang Si Elang setelah ditahan Ludogorets tanpa gol di Liga Europa serta kalah dari Parma.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko Prihananto