Dewa United sudah menemukan 11 pemain terbaik. Dua kemenangan beruntun menjadi sinyal dari Dewa untuk mengancam tim-tim pesaing juara.
20 Sep 2025 20:19 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Dewa United untuk pertama kali di BRI Liga Super 2025-2026 memetik dua kemenangan beruntun. Seusai menumbangkan PSBS Biak 3-1, Sabtu (20/9/2025), di Stadion Internasional Banten, Serang, Banten, Dewa mengemas kemenangan ketiga dari enam laga musim ini. Perlahan, ”Banten Warriors” mendekati papan atas.
Tiga gol skuad asuhan Jan Olde Riekerink tercipta pada paruh pertama. Tembakan keras kaki kiri gelandang asing, Jaja, membuka keran gol Dewa pada menit ke-28. Selanjutnya, penyerang sayap anyar, Stefano Lilipaly, mencetak gol pertama untuk seragam Dewa ketika gim berjalan setengah jam.
Alex Martins, penyerang dan sumber gol utama Dewa, menghasilkan gol ketiga bagi timnya pada menit 45+4. Satu gol hiburan PSBS dicetak penyerang Ruyery Blanco pada menit ke-86.
Terlepas dari trio pencetak gol, satu pemain yang patut mendapat apresiasi adalah gelandang Ricky Kambuaya. Berperan sebagai kapten tim, Ricky juga menjadi komposer bagi dua gol awal Dewa melalui torehan asis.
Pada pekan sebelumnya, Dewa mengemas kemenangan 2-1 pada lawatan ke markas Arema FC, Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Itu memberikan hasil positif kedua beruntun Banten Warriors di musim ini.
Pada lima pekan yang telah dilalui terdahulu, Dewa tampil inkonsisten. Kalah dan menang silih berganti setiap pekan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/16/734da064-4a11-429a-9200-f7f7bba7b013_jpg.jpg)
Riekerink mengatakan, timnya mampu memenuhi target untuk meraup tiga poin penting di laga ini. Tetapi, ia menyebut secara permainan, tim besutannya belum mampu menduplikasi performa terbaik yang disajikan ketika menghadapi Arena.
”Kami sempat menjalani performa satu babak terbaik menghadapi Arema. Hal itu gagal kami ulangi terlepas hasil tiga poin. Saya tidak bisa menyalahkan pemain karena di pertandingan segalanya bisa terjadi,” kata Riekerink seusai laga.
Dengan raihan positif beruntun itu, Dewa mulai memasuki posisi lima besar dengan koleksi sembilan poin. Hanya Borneo FC (12 poin) dan Persija Jakarta (11 poin) yang memiliki poin lebih banyak dari mereka.
Meski begitu, Dewa masih penuh catatan. Sebab, catatan selisih gol mereka masih -1 gol. Artinya, kemasukan mereka masih lebih banyak dengan koleksi gol. Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan baru mencetak 10 gol, sedangkan gawang mereka yang dikawal kiper berpaspor Belanda, Sonny Stevens, sudah kebobolan 11 kali.
Situasi itu menuntut skuad Dewa harus terus berbenah. Tantangan selanjutnya Dewa ada pada gim pekan ketujuh, Jumat (26/9/2025), menghadapi Persebaya Surabaya. Pertandingan di kandang menghadapi tim yang berkualitas setara bisa menjadi bumerang bagi skuad Dewa.
Pada dua gim besar kandang sebelumnya, Banten Warriors harus mengakui keunggulan Malut United dan Persija Jakarta. Dua tim itu membawa pulang tiga poin dari Serang dengan mencetak trigol dan skor menang serupa 3-1.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/07/28/f588aa70-55f9-4879-b4b9-22a25c581188_jpg.jpg)
Tentu, jika mampu konsisten raih hasil positif pada tiga gim beruntun bakal membawa Dewa menegaskan diri sebagai pesaing juara. Persaingan ketat di awal musim ini memberikan peluang Dewa untuk memasuki persaingan peringkat dua besar sebelum jeda kompetisi untuk laga tim nasional Indonesia pada 29 September hingga 16 Oktober.
”Kami telah merasakan pertandingan intensitas tinggi melawan Malut dan Persija. Pemain akan terus bekerja untuk mempersiapkan diri mematangkan identitias permainan kami di laga-laga selanjutnya,” ucap Riekerink, eks juru taktik raksasa Turki, Galatasaray.
Dari dua pertandingan meraih tiga poin, Riekerink mulai menemukan keseimbangan bagi timnya. Pola permainan menyerang Dewa juga sudah seimbang dengan pertahanan yang piawai mengantisipasi serangan balik lawan.
Peran Jaja dan Alexis Messidoro sebagai pivot ganda semakin cair guna meredam serangan lawan dan secepat mungkin memulihkan penguasaan bola. Garis pertahanan tinggi yang diterapkan Riekerink juga bisa dijalankan dengan baik oleh para penyerang, seperti Stefano, Martins, dan Taisei Marukawa, untuk ikut bertahan sejak dini dengan melakukan tekanan.
Selain itu, Riekerink juga kian nyaman memainkan 11 pemain utama. Skuad inti yang diturunkan sejak sepak mula menghadapi PSBS serupa ketika mereka menaklukan Arema.
Itu adalah pertama kali Riekerink mempertahankan susunan 11 pemain utama yang sama pada dua gim beruntun di musim ini. Dengan hasil positif yang didapatkan, formasi awal itu berpeluang tampil sejak awal saat melawan Persebaya.
PSBS gagal mempertahankan penampilan baik mereka ketika menang 2-1 di kandang Semen Padang, pekan lalu. PSBS menelan hasil negatif keempat di musim ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/11/71fa8158-9316-4622-b0ec-eac7788499b4_jpeg.jpg)
Anak asuhan Divaldo Alves itu berpeluang kembali masuk ke zona degradasi pada pekan keenam ini. Syaratnya, Persita Tangerang dan PSM Makassar meraih kemenangan pada laga mereka, Minggu (21/9/2025) besok. Persita bertandang ke markas Persijap Jepara, sedangkan PSM menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan.
Menurut Alves, Dewa adalah tim besar pertama yang dihadapi timnya pada musim ini. Ia mengakui Dewa unggul segalanya dari PSBS.
”Dewa menunjukkan permainan superior atas kami. Selamat untuk tiga poin mereka,” kata Alves.
Meski begitu, ia memetik hal positif dari Serang. Hal itu ditengarai respons anak asuhannya yang mampu bermain lebih baik pada babak kedua.
”Kami melakukan perubahan di babak kedua dengan pergantian pemain, salah satunya memasukkan Iqbal Hadi untuk menekan Jaja. Kami bermain lebih baik dan bisa mencetak satu gol. Gim ini menjadi pelajaran penting bagi kami,” ucapnya.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Retma Wati