Libur Lebaran Anak Sekolah Ditambah Jadi 19 Hari

Pemerintah menetapkan libur Lebaran bagi murid sekolah dimulai 21 Maret sampai 8 April 2025. Para murid akan masuk sekolah lagi pada 9 April 2025.

04 Mar 2025 09:56 WIB · Humaniora

Oleh Stephanus Aranditio

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menambah jumlah libur hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah bagi murid sekolah atau satuan pendidikan keagamaan menjadi total 19 hari sejak 21 Maret sampai 8 April 2025. Para murid akan masuk sekolah lagi pada 9 April 2025.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan, libur Lebaran yang semula dimulai pada 26 Maret 2025 dimajukan menjadi 21 Maret 2025. Perubahan ini diambil setelah pertemuan dengan sejumlah menteri terkait yang mengurusi perihal arus mudik Lebaran yang mempertimbangkan libur sebaiknya H-7 Lebaran.

”Ini sudah kami sepakati dengan Menteri Dalam Negeri dan juga dengan Menteri Agama. Tinggal menunggu tanda tangan surat edaran bersama tiga menteri,” kata Mu’ti, dalam keterangan pers pada Selasa (4/3/2025).

Berikut jadwal pembelajaran saat Ramadhan 2025 setelah direvisi:

- Tanggal 27-28 Februari 2025 dan 3-5 Maret 2025: Belajar mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah dan masyarakat

- Tanggal 6-20 Maret 2025: Belajar di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan

- Tanggal 21-28 Maret dan 2-8 April 2025: Libur Idul Fitri 1446 Hijriah bagi sekolah dan madrasah satuan pendidikan keagamaan. (19 hari)

- Tanggal 9 April 2025: kembali belajar di sekolah.

Selama bulan Ramadhan ini, Mu’ti mengajak para murid beribadah intelektual dengan terus belajar. Sebab, sejatinya menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah.

Dia berharap para murid tetap menjalankan aktivitas belajar walaupun tidak berada di sekolah. Pembelajaran dapat dilakukan di rumah ibadah ataupun kegiatan sosial di masyarakat.

”Semangat pembelajaran ini semoga dapat membentuk murid menjadi manusia hebat yang melakukan pembelajaran sepanjang hayat,” ucapnya.

Pembelajaran di bulan Ramadhan juga diharapkan bisa menjadi sarana bagi para siswa untuk belajar dari lingkungan masyarakat dan media massa. Melalui media massa, siswa dapat melihat tayangan kuliah tujuh menit (kultum).

Pembentukan karakter

Menurut Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, ibadah puasa terkait erat dengan pembentukan karakter manusia. Melalui puasa, manusia ditempa menjadi makhluk berkarakter mulia. Sumber daya manusia berkarakter unggul jadi nilai luhur harus tecermin dalam diri insan pendidikan.

Beberapa anak bermain pasir di Pantai Ancol, Jakarta, Minggu (23/4/2023). Hari kedua Lebaran 2023, Pantai Ancol dipadati warga untuk berlibur. Tercatat, hingga pukul 16.00, pengunjung sudah mencapai 85.000 orang. Untuk mengurai kemacetan di kawasan Ancol, pihak Ancol membuat parkir sentral. Selain itu, sebanyak 60 bus wara-wiri juga disediakan secara gratis untuk mengantar jemput para pengunjung. Untuk menikmati pantai Ancol, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 25.000. Beberapa warga yang berlibur di Pantai Ancol merupakan warga asli Jakarta yang tidak mudik. Fakhri Fadlurrohman (Z19) 23-04-2023

Indonesia Emas 2045 merupakan generasi yang dicita-citakan pendiri bangsa. Cita-cita itu tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pasal 33 Ayat 1. Dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat disebutkan salah satu tujuan pendirian negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Quote

”Bonding” atau ikatan antara anak dan orangtua serta keluarga juga bisa semakin kuat,

Sementara dalam Pasal 33 Ayat 1 UUD 45 disebutkan, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

Kemudian, dikaitkan dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan dan fungsi pendidikan adalah membentuk manusia beriman, bertakwa berakhlak mulia, cerdas, bertanggung jawab kepada warga dan negara serta generasi demokratis.

”Kaitan tujuan didirikannya negara dengan tujuan pendidikan maka ibadah puasa sangat erat kaitannya,” ucap Mu’ti.

Infografik Selama bulan Ramadhan, hal positif apa yang paling Anda rasakan di daerah tempat tinggal Anda dibanding bulan-bulan lainnya?

Oleh karena itu, Generasi Emas 2045 diharapkan merupakan generasi dengan manusia serba tahu. Generasi yang bertakwa karena kunci kemuliaan manusia dan kejayaan bangsa berada pada diri orang beriman dan berilmu pengetahuan.

Kemudian generasi emas adalah generasi serba bisa dan terampil, sertta rendah hati, yakni senantiasa menciptakan kemaslahatan di muka bumi, berada pada jalan benar, berani berkata benar, dan memiliki sikap hidup sederhana serta suka membantu sesama.

Secara terpisah, Guru Besar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga Tuti Budirahayu menutturkan, dari perspektif pendidikan moral, momen libur Lebaran lebih panjang menjadi kesempatan siswa memperkuat nilai sosial dan moral. Tindakan kekerasan di satuan pendidikan pun bisa ditekan.

Namun hal ini bisa berdampak baik asalkan pendampingan orangtuanya juga baik. Jika tidak ada pendampingan dari orangtua, kebijakan ini bisa berdampak buruk pada aspek akademik siswa karena libur panjang menghambat pencapaian target yang dirancang institusi pendidikan.

”Tak hanya itu, bonding atau ikatan antara anak dengan orangtua dan keluarga juga bisa semakin kuat,” kata Tuti.


Kerabat Kerja

Penulis:

Stephanus Aranditio
 | 

Editor:

Evy Rachmawati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari