Liga Saudi Memetik Buah Investasi

Investasi besar-besaran Pemerintah Arab Saudi di bidang sepak bola mulai menuai hasil. Klub asal Liga Saudi mendominasi persaingan di kompetisi tertinggi Asia.

30 Nov 2024 04:00 WIB · Editorial

Oleh REDAKSI

Al-Ahli, Al-Hilal, dan Al-Nassr sejauh ini menempati tiga posisi teratas klasemen wilayah Barat Liga Champions Asia Elite 2024-2025. Usai laga kelima dari delapan laga, ketiga klub asal Liga Arab Saudi itu tak tersaingi sembilan tim lain dari lima negara berbeda. Mereka pun telah memastikan tempat di babak 16 besar.

Tak hanya mendominasi hasil akhir, mereka juga unggul dalam statistik pertandingan. Al-Hilal menjadi tim paling produktif dengan membuat 17 gol atau rerata 3,4 gol di setiap pertandingan. Adapun Al-Nassr, yang diperkuat megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, mencatat 62,4 persen penguasaan bola dan 79 tembakan atau nyaris 16 tembakan setiap laga.

Hasil ini tak lepas dari ambisi besar Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk meningkatkan kualitas dan citra Liga Saudi agar setara liga sepak bola di Eropa. Pemerintah Arab Saudi, melalui Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) yang dikendalikan Mohammed bin Salman, pada 2023 mengucurkan dana untuk menguasai 75 persen saham empat klub teratas liga, yakni Al-Hilal, Al-Ittihad, Al-Nassr, dan Al-Ahli. Sisa masing-masing 25 persen saham diberikan kepada yayasan nirlaba bentukan klub.

Penyerang Al-Nassr, Cristiano Ronaldo, merayakan gol ke gawang Al-Qadsiah pada laga Liga Arab Saudi di Al-Awwal Park, pada 22 November 2024.

Nilainya tak main-main. Untuk mengembangkan empat klub itu dan Liga Saudi secara keseluruhan, PIF mengalokasikan dana hingga 3 miliar dollar AS (Rp 44,6 triliun) per tahun. Keempat klub besar itu diberi kesempatan sama untuk merekrut setidaknya tiga bintang kelas dunia mulai musim 2023-2024. Terdiri dari satu bintang kelas A bernilai kontraknya sekitar 200 juta euro (Rp 3,17 triliun) per musim dan dua bintang lainnya dengan batas kontrak maksimal 100 juta euro (Rp 1,58 triliun) per tahun.

Dimulai dengan kedatangan Ronaldo, bintang sepak bola Eropa dan Amerika Latin pun membanjiri Liga Saudi. Bek tim nasional Spanyol, Aymeric Laporte, dan bintang Senegal, Sadio Mane, menemani Ronaldo di Al-Nassr. Juara bertahan Liga Saudi, Al-Hilal, mendatangkan Neymar Jr (Brasil), Joao Cancelo (Portugal), dan dua pemain tim nasional Serbia, Aleksandar Mitrovic dan Sergej Milinkovic-Savic.

Quote

Investasi besar dan kedatangan para bintang ini mengerek Liga Saudi ke peringkat teratas kompetisi klub AFC, mengungguli Liga Jepang dan Korea Selatan yang lebih dulu mapan.

Trio bintang Perancis, yaitu Karim Benzema, N'Golo Kante, dan Moussa Diaby, memperkuat Al-Ittihad, bersama penyerang timnas Belanda, Steven Bergwijn. Adapun Al-Ahli, yang selalu meraih hasil sempurna di Liga Champions Asia musim ini, diperkuat sejumlah pemain yang berpengalaman menjuarai Liga Champions Eropa, seperti Roberto Firminho (Brasil), Edouard Mendy (Senegal), dan Riyad Mahrez (Aljazair).

Nassr's Senegalese Forward #10 Sadio Mane argues with Ain's Emirati defender #44 Saeed Juma during the AFC Champions League football match between Saudi Arabia's Al-Nassr and UAE's Al-Ain at Al-Awal Park Stadium in Riyadh on March 11, 2024. (Photo by Fayez NURELDINE / AFP)

Investasi besar dan kedatangan para bintang ini mengerek Liga Saudi ke peringkat teratas kompetisi klub AFC, mengungguli Liga Jepang dan Korea Selatan yang lebih dulu mapan. Posisi ini membuat mereka dapat mengirim klub dengan jumlah maksimal untuk berlaga di Liga Champions Asia.

Dampak lainnya terasa melalui hak siar yang meluas hingga ke 160 negara di Eropa, Asia, Australia, dan Amerika. Para pemain Arab Saudi pun menjadi terbiasa bermain dengan pemain top dunia meskipun kini mereka harus berusaha lebih keras untuk bersaing memperebutkan posisi di klub.

Upaya ini sejalan dengan langkah diversifikasi ekonomi yang dicanangkan dalam Visi 2030, yaitu melepaskan diri dari ketergantungan negara ini pada minyak bumi. Di antaranya dengan membuat klub mandiri secara finansial dan meningkatkan kontribusi sektor olahraga pada produk domestik bruto Arab Saudi, dari 640 juta dollar AS pada 2016 menjadi 4,8 miliar dollar AS pada 2030.

Liga Champions masih berlanjut hingga akhir musim. Prestasi berikutnya klub asal Saudi masih dinanti. Setidaknya, ufuk prestasi mulai terlihat dan memberi bukti bahwa prestasi adalah muara dari pengelolaan klub dan liga secara profesional.


Kerabat Kerja

Penulis:

REDAKSI
 | 

Editor:

Johanes Waskita Utama
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan